Portal Berita Ekonomi Minggu, 07 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Lapan: Puncak Aktivitas Matahari Diperkirakan 2024. Dampaknya...

Lapan: Puncak Aktivitas Matahari Diperkirakan 2024. Dampaknya...
WE Online, Jakarta -

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Rhorom Priyatikanto, mengatakan bahwa puncak aktivitas matahari diperkirakan akan terjadi pada 2024. Fenomena angkasa itu berpotensi memicu gangguan komunikasi.

"Puncak aktivitas matahari di 2024 dan diperkirakan puncaknya pun tidak terlalu tinggi, hampir sama dengan 2013 dan 2014," kata peneliti astronomi dan astrofisika pada Pusat Sains Antariksa Lapan, Rhorom Priyatikanto, belum lama ini.

Baca Juga: Soal Suara Dentuman Misterius di Jabodetabek, LAPAN Bilang...

Ketika berada pada fase puncak atau maksimum saat aktivitas matahari tinggi, potensi badai matahari tinggi dan cukup sering terjadi letupan di permukaan matahari. Peristiwa itu akan berakibat pada gangguan komunikasi radio dan gangguan terhadap satelit.

Badai matahari pada fase puncak aktivitas matahari itu juga akan mengakibatkan penebalan atmosfer yang memicu satelit cepat jatuh. Namun, tidak ada dampak secara langsung pada kehidupan masyarakat awam.

Karena puncak aktivitas matahari pada 2024 diperkirakan tidak terlalu tinggi, tidak ada pengaruh signifikan terhadap bencana alam di Bumi. Sementara pada saat ini, sedang berlangsung fase minimum matahari yang merupakan kondisi periodik 11 tahunan.

Rhorom menjelaskan, dalam fase ini, matahari dalam kondisi tenang. Pada fase minimum matahari, tidak muncul bintik matahari.

Fase minimum matahari itu tidak menyebabkan bencana alam di Bumi. Rhorom menuturkan, fase minimum matahari ini tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanik atau membuat gunung meletus.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Matahari (Benda Langit)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: REUTERS/Agustin Marcarian

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66