Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Karena Kesalahan Pengamanan, Jutaan Data Penduduk di KPU Bocor!

Karena Kesalahan Pengamanan, Jutaan Data Penduduk di KPU Bocor!
WE Online, Jakarta -

Jutaan data warga Indonesia dalam dokumen daftar pemilih tetap (DPT) Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga bocor karena diretas. Peretasan ini pertama kali diungkap akun Twitter bernama Under The Breach atau @underthebreach yang juga mengungkap peretasan jutaan akun Tokopedia.

"Aktor membocorkan informasi tentang 2.300.000 warga Indonesia. Data termasuk nama, alamat, nomor identitas, tanggal lahir, dan banyak lagi," tulis akun tersebut Kamis (21/5/2020) malam.

Under The Breach mengungkap, peretas juga mengancam akan membocorkan data informasi warga serupa sebanyak 200 juta. Dalam unggahannya, peretas menyebutkan memiliki data nomor identitas berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK), yang berguna untuk registrasi nomor telepon.

Baca Juga: SBY: Gak Perlu Turunkan Jokowi, Sekelas Presiden Mungkin Gak Tahu Ada Penyimpangan Besar di....

Data-data tersebut dalam bentuk file PDF yang didapatkan dari KPU. Dalam gambar lainnya, terdapat dokumen berlogo KPU dengan keterangan Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2014. Dokumen berisi nomor KK, KTP, nama pemilih, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, status perkawinan, serta alamat.

Bahkan peretas menampilkan sejumlah folder dengan nama kecamatan maupun kabupaten/kota di Yogyakarta. Hingga saat ini masih diupayakan untuk mendapatkan konfirmasi kepada KPU RI atas dugaan kebocoran data yang dijual ini.

Baca Juga: Kasus Corona, Kabar Gembira datang dari Karawang

Sementara, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Prof Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, KPU menginformasikan kepada dirinya tidak ada data warga yang bocor. Zudan menyinggung peristiwa peretasan data KPU yang terjadi 2019 lalu.

"Info dari dari KPU ke saya tidak ada yang bocor," kata Zudan saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2020) pagi.

Ia membagikan tautan berita yang tayang pada tahun lalu di salah satu media daring. Dalam berita tersebut, pakar teknologi informasi Ruby Alamsyah mengatakan, data pribadi masyarakat yang masuk dalam DPT Pemilu 2014 pernah bocor. Saat itu, kata dia, selama beberapa hari KPU tidak memberikan keamanan terhadap 150 juta data pribadi sehingga siapa pun bisa mengunduhnya secara cuma-cuma.

"Waktu itu bisa kita download secara legal, bukan di-hack ya. Karena kesalahan pengamanan database KPU. Tapi itu hanya berlangsung dalam hitungan hari," kata Ruby dikutip BBC, 13 Maret 2019 lalu.

Ia melanjutkan, peristiwa lima tahun silam ini patut dijadikan pelajaran. Sebab, jika terjadi lagi efeknya adalah kejatuhan kredibilitas KPU sebagai lembaga yang berkewajiban melindungi data privasi masyarakat.

Selain pencurian data pribadi di DPT, titik rawan lain peretasan menggunakan DDoS (Distributed Denial of Service). Dengan peretasan model ini, server KPU dibuat sibuk sehingga publik akan kesulitan untuk mengakses situs KPU.

"Sehingga data KPU dan websitenya tidak bisa diakses sebagian masyarakat. Alias sistem mereka terkesan down," kata Ruby.

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman, mengakui lembaganya telah diserang oleh para peretas. Menurut KPU serangan tersebut berasal dari dalam dan luar negeri berdasarkan alamat Internet Protocol (IP).

"Walaupun menggunakan IP dari dalam dan luar negeri, orangnya itu kan bisa dari mana-mana. Yang pakai IP dalam negeri, orangnya bisa juga dari luar. Yang pakai IP dari luar, bisa juga orangnya dari dalam," tutur Arief, 13 Maret 2019.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: kebocoran data, Pencurian Data, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Daftar Pemilih Tetap (DPT)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: (REUTERS/Kacper Pempel)

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43