Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:39 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.734 USD/barel.
  • 22:39 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 35,00 USD/barel.
  • 22:38 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 33,71 USD/barel.

Coca-Cola Amatil Indonesia dan Dynapack Bentuk Joint Venture

Coca-Cola Amatil Indonesia dan Dynapack Bentuk Joint Venture
WE Online, Jakarta -

Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) mengumumkan telah melaksanakan penandatanganan perjanjian dasar kerja sama (head of agreement/HoA) dengan mitra kerja jangka panjang dalam bidang pengemasan, Dynapack Asia (Dynapack), untuk membangun fasilitas daur ulang untuk menghasilkan polyethylene terephthalate (PET) di Indonesia.

Amatil Indonesia dan Dynapack akan bekerja sama dalam setiap tahap pembuktian konsep yang dimaksudkan guna mempertimbangkan kelayakan ekonomi, ukuran, skala dan lokasi pabrik potensial, persyaratan end-to-end, hingga potensi berintegrasi ke dalam rantai nilai masing-masing perusahaan.

Baca Juga: Coca-Cola Donasikan Rp10 Miliar Dukung PMI Tanggulangi Pandemi Covid-19

Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia, Kadir Gunduz, menjelaskan Amatil Indonesia dan Dynapack telah membentuk tim yang bersama-sama bekerja sesuai dengan keahlian masing-masing perusahaan dalam proses produksi dan daur ulang sebagai bagian kajian fasilitas ini.

"Kerja sama dalam bentuk joint venture ini mewakili wujud langkah nyata kami terhadap kelestarian lingkungan hidup melalui pendekatan yang lebih berkelanjutan terhadap plastik dan ekonomi sirkular dengan mengolah kembali limbah PET berkualitas rendah menjadi PET berkualitas tinggi sesuai standar kemasan PET untuk produk makanan," katanya dalam keterangan yang diterima redaksi Warta Ekonomi di Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Kadir Gunduz memastikan langkah ini juga merupakan salah satu bentuk implementasi visi The Coca-Cola Company, yaitu world without waste.

"Langkah yang dilakukan ini merupakan langkah signifikan menuju kemandirian terhadap material plastik yang dipakai, memastikan terjadinya siklus tertutup (closed-loop) untuk kemasan plastik minuman di Indonesia," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan plastik daur ulang dapat mengurangi jumlah resin plastik baru yang digunakan perusahaan sebanyak 25.000 ton setiap tahun pada tahun 2022, sejalan dengan agenda prioritas nasional melalui kemitraan aksi plastik nasional (National Plastic Action Partnership/NPAP) dalam mengurangi sampah plastik hingga 70 persen di lautan pada tahun 2025 mendatang.

Sebagai perusahaan plastik rigid dan kemasan terbesar di Asia Tenggara dan China, Dynapack Asia bermaksud untuk berkolaborasi dengan para pelanggan mereka dalam meningkatkan penggunaan bahan baku daur ulang, memperkuat ekosistem daur ulang, serta mendukung pencapaian sirkular ekonomi di Asia Tenggara dan China.

Sebagai bentuk tanggung jawab perseroan terhadap lingkungan, Presiden Direktur Dynapack Asia Tirtadjaja Hambali menyampaikan pihaknya telah menandatangani komitmen global dengan Ellen McArthur Foundation untuk menggunakan setidaknya 25% bahan resin daur ulang dalam produk kemasan pada tahun 2025.

"Fasilitas daur ulang resin PET ini merupakan upaya kami dalam mencapai komitmen perusahaan," kata Tirtadjaja Hambali.

Baca Juga

Tag: PT Coca-Cola Amatil Indonesia, Kadir Gunduz

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Coca-Cola Amatil Indonesia

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43