Portal Berita Ekonomi Senin, 25 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

SMK PP Binaan Kementan Kenalkan Smartpot Kokedama MIMOS

SMK PP Binaan Kementan Kenalkan Smartpot Kokedama MIMOS
WE Online, Jakarta -

Pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih berlangsung hingga saat ini tak jadi penghalang bagi tim SMK PP Binaan Kementan – SMK PP Negeri 1 Tegalampel untuk menciptakan inovasi berupa Smartpot Kokedama MIMOS.

Hal itu selaras dengan ajakan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam keterangan persnya kepada seluruh insan pendidikan vokasi pertanian untuk beradaptasi dalam menghadapi Covid-19.

"Covid dan vokasi adalah bagian dari cerita baru dunia, di mana Covid mengubah ke arah yang lebih digital dan berbasis teknologi," ujarnya.

Selain itu, Syahrul mengatakan riset dan teknologi sangat penting dan tentu akan memberikan kontribusi kuat untuk hadirnya petani menghasilkan pangan berkualitas.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menambahkan, “Pendidikan vokasi pertanian ditujukan untuk membangun milenial pertanian Indonesia yang berkualitas, yang mampu menghasilkan job creator dan job seeker," katanya, Sabtu (23/5/2020).

“Untuk membangun milenial pertanian yang berkualitas tersebut, diperlukan tenaga pendidik maupun kependidikan yang juga berkualitas. Oleh sebab itu, segala inovasi yang diciptakan tenaga pendidik maupun kependidikan untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah vokasi patut kita apresiasi,” tambahnya.

Kepala SMK PP Negeri 1 Tegalampel Anik Sudartini menyampaikan, MIMOS ini merupakan hasil kolaborasi antara teknisi laboratorium kultur jaringan dan guru produktif di SMK PP Negeri 1 Tegalampel. MIMOS didesain dengan memiliki tiga sensor. Gas sensor membuat robot Kokedama dapat mencari cahaya sendiri sesuai intensitas cahaya yang dibutuhkan.

Sensor ultrasonik mampu membuat alat ini mempunyai fungsi avoider sehingga tidak menabrak ketika dioperasikan, sedangkan sensor terakhir digunakan untuk mendeteksi adanya polusi di dalam ruangan yang ditandai dengan bunyi alarm.

“MIMOS ini belum sempurna. Ke depan, akan dilengkapi dengan monitoris suhu, kelembaban ruangan dan security system sehingga kita dapat melakukan monitoring ruangan dimanapun kita berada,” imbuhnya.

Kokedama sendiri merupakan teknik menanam dari Jepang yaitu menempatkan tanaman dalam bola tanah kemudian membungkusnya dengan moss (lumut/sabut kelapa) lalu mengikatnya dengan tali dan biasanya dibentuk bulat. Teknik menanam ini unik karena tidak menggunakan pot. (VNL)

Baca Juga

Tag: Kementerian Pertanian (Kementan)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Kementan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,957.63 3,914.08
British Pound GBP 1.00 18,221.51 18,037.26
China Yuan CNY 1.00 2,092.28 2,070.58
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,858.93 14,711.08
Dolar Australia AUD 1.00 9,722.20 9,623.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,917.21 1,898.11
Dolar Singapura SGD 1.00 10,485.45 10,378.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,255.67 16,089.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,414.28 3,374.10
Yen Jepang JPY 100.00 13,790.19 13,650.44
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Nov
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10