Portal Berita Ekonomi Jum'at, 10 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,84% pada level 25.727.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,81% pada level 2.150.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 1,06% pada level 22.290.
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,95% pada level 3.383.
  • 16:31 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,63% pada level 2.652.
  • 16:30 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,11% pada level 6.056.
  • 16:29 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 7,00 CNY/USD.
  • 16:28 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,28% terhadap Dollar AS pada level 14.435 IDR/USD.

Bisnis Sewa Perkantoran Makin Terpuruk di Kuartal II

Bisnis Sewa Perkantoran Makin Terpuruk di Kuartal II
WE Online, Jakarta -

Perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik meninjau kembali strategi real estate komersial mereka di tengah kebijakan lockdown yang diberlakukan pemerintah dan pengaturan kerja-dari-rumah akibat pandemi Covid-19.

Menurut data Jones Lang LaSalle (JLL), aktivitas sewa perkantoran secara global menurun 22% dibanding kuartal pertama 2019 setelah banyak transaksi yang dibatalkan atau ditunda. Namun, aktivitas sewa perkantoran di Asia Pasifik hanya turun 9% dibanding kuartal pertama 2019 dan naik 14% secara tahunan.

Baca Juga: Darurat Nasional Diakhiri, Bisnis-bisnis di Tokyo Mulai Bergeliat

Kondisi ini belum berdampak pada tingkat kekosongan di Asia Pasifik yang stagnan pada level 10,9% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

"Di Jakarta, dampak paling signifikan dari Covid-19 dalam transaksi baru untuk sewa perkantoran kemungkinan akan terjadi pada Q2 2020 karena peraturan pemerintah memastikan bahwa sebagian besar bisnis terus berjalan dengan kerja dari rumah. Namun, kami mengharapkan permintaan ruang kantor akan kembali meningkat setelah krisis terburuk berlalu," kata Head of Research, JLL Indonesia James Taylor di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Lanjutnya, Covid-19 telah membuktikan bahwa banyak perusahaan dapat bekerja dari rumah, tetapi juga menggarisbawahi perlunya ruang kantor fisik. Dalam beberapa hal, Covid-19 telah mempercepat perubahan pada tempat kerja.

Laporan terbaru JLL juga mengungkapkan perubahan pada properti perkantoran tetap tidak akan terhindarkan seraya perusahaan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan karyawan mereka dan menerapkan jarak sosial saat kembali masuk ke tempat kerja.

"Para pemimpin perusahaan sedang menguji kembali strategi dan mungkin mempertimbangkan kalibrasi ulang jumlah ruang yang didedikasikan untuk ruang kantor tradisional setelah masa sewa habis atau bahkan lebih cepat. Namun, meskipun situasi sedang tidak menguntungkan, kami meyakini bahwa perkantoran masih diperlukan," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, dalam beberapa pertimbangan, pandemi ini dapat menyebabkan perluasan ruang kantor karena perusahaan berusaha meningkatkan jarak fisik antarkaryawan. Konfigurasi kantor saat ini dapat dimodifikasi dengan meningkatkan kebutuhan akan ruang tambahan. Dengan melakukan hal itu, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk memanfaatkan flexible space dari operator pihak ketiga, di samping implementasi kerja jarak jauh yang berkelanjutan untuk beberapa karyawan.

CEO JLL Asia Pasifik Anthony Couse menambahkan, situasi pandemi Covid-19 telah menimbulkan gangguan dan tantangan untuk bisnis perkantoran. "Cara orang melihat dan menggunakan perkantoran untuk perusahaan akan berubah. Namun, kita berharap perkantoran akan tetap menjadi bagian utama dari strategi kerja para pebisnis di Asia Pasifik dalam jangka menengah hingga panjang," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Properti, Bisnis, Jones Lang LaSalle Incorporated (JLL)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Cahyo Prayogo

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5031.256 -21.538 696
2 Agriculture 1053.805 -9.893 23
3 Mining 1284.564 -7.045 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.577 -2.704 80
5 Miscellanous Industry 872.398 -10.019 52
6 Consumer Goods 1799.024 -18.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 316.058 -3.797 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 893.846 -4.992 78
9 Finance 1112.206 1.603 93
10 Trade & Service 603.264 -3.289 173
No Code Prev Close Change %
1 FITT 53 71 18 33.96
2 UANG 352 440 88 25.00
3 ARGO 1,025 1,280 255 24.88
4 PGUN 260 324 64 24.62
5 LPIN 226 270 44 19.47
6 PRIM 278 320 42 15.11
7 KBLI 408 468 60 14.71
8 PEGE 109 124 15 13.76
9 APLI 110 124 14 12.73
10 MARK 720 805 85 11.81
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 111 100 -11 -9.91
2 PANS 930 865 -65 -6.99
3 NASA 129 120 -9 -6.98
4 GHON 1,650 1,535 -115 -6.97
5 CANI 173 161 -12 -6.94
6 ARTA 348 324 -24 -6.90
7 MREI 5,450 5,075 -375 -6.88
8 BUKK 730 680 -50 -6.85
9 PURA 132 123 -9 -6.82
10 LCKM 352 328 -24 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 438 474 36 8.22
2 KRAS 346 350 4 1.16
3 BCAP 158 159 1 0.63
4 ENVY 126 133 7 5.56
5 BBRI 3,140 3,110 -30 -0.96
6 TOWR 1,070 1,065 -5 -0.47
7 BNGA 755 830 75 9.93
8 BULL 304 326 22 7.24
9 TLKM 3,110 3,110 0 0.00
10 PWON 416 406 -10 -2.40