Penjualan Turun Tajam, Gudang Garam Kambing Hitamkan Cukai dan Corona

Penjualan Turun Tajam, Gudang Garam Kambing Hitamkan Cukai dan Corona Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Perusahaan rokok milik keluarga Wonowidjojo, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyatakan meski hasil laporan keuangan konsolidasion per 31 Maret 2020 belum menunjukan penurunan pendapatan penjualan maupun laba, volume penjualan Perseroan sudah mengalami penurunan dibanding tahun 2019 akibat kenaikan cukai yang cukup tinggi di tahun 2020 serta daya beli masyarakat yang cenderung lesu karena pandemi virus corona (Covid-19). 

 

“Pandemi Covid-19 membuat tantangan semakin berat karena daya beli masyarakat tertentu makin tertekan yang akan berdampak terhadap permintaan produk Perseroan. Dari April hingga saat ini, volume penjualan terlihat menunjukkan penurunan yang lebih tajam,” ujar Manajemen, dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Jumat (29/5/2020).

 

Namun begitu, perseroan masih tetap bisa meraih kenaikan laba bersih sebesar 25% pada periode yang berakhir hingga Maret 2020. Hal tersebut terjadi meskipun pos pendapatan perseroan akan mengalamai koreksi hingga sekitar 25% di kuartal I tahun ini. 

 

Baca Juga: Astaga, Ternyata Gudang Garam Sudah Berhenti Beroperasi Sejak Awal Mei

 

Lebih lanjut Manajemen mengatakan bahwa ssat ini kegiatan operasional perseroan tengah terhenti karena setiap tahun Gudang Garam menerapkan kebijakan cuti bersama dua kali untuk seluruh karyawan, yang pertama menjelang Idul Fitri dan yang kedua menjelang Natal atau Tahun Baru. Pada umumnya periode masing-masing cuti bersama tersebut berlangsung untuk dua minggu. 

 

Dalam rangka upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19 dan menjalankan social distancing, cuti bersama menjelang Idul Fitri tahun 2020 efektif dimulai tanggal 1 Mei sampai dengan 27 Mei 2020 yang kemudian diperpanjang sampai dengan tanggal 3 Juni 2020 dan mulai bekerja kembali tanggal 4 Juni 2020. 

 

“Pelaksanaan cuti bersama tersebut telah diikuti dengan perencanaan pemenuhan persediaan Barang Jadi/Barang Siap Jual sehingga tidak mengganggu proses produksi. Perusahaan memastikan ketersediaan barang siap jual di pasar akan tetap terpenuhi selama Perusahaan melaksanakan Cuti Bersama tersebut,” jelas Manajemen.

 

Baca Juga: Dapur Bisnis Gudang Garam Masih Ngebul, Tapi Kenaikan Laba Melambat Drastis! Cuma Tembus....

 

Sementara, di PT Surya Madistrindo, anak perusahaan yang merupakan distributor tunggal produk Perseroan, kunjungan ke pelanggan dikurangkan sebagai upaya pelaksanaan social distancing. 

 

Perseroan pun berupaya memastikan kepatuhan terhadap protokol-protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan dan World Health Organization (WHO). Perseroan memfasilitasi rapid test bagi karyawan distribusi terutama yang berhadapan langsung dengan pelanggan. Bagi karyawan yang bekerja dari rumah, Perseroan menyediakan prasarana yang dibutuhkan agar karyawan tetap dapat melakukan pekerjaannya semaksimal mungkin. 

 

“Perseroan bersiaga dan terus memantau situasi terkait COVID-19 dengan seksama,” tandas Manajemen. 

 

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini