Portal Berita Ekonomi Jum'at, 10 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:18 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,00 USD/barel.
  • 13:17 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,82 USD/barel.
  • 13:17 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Euro pada level 1,1268 USD/EUR.
  • 13:15 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,17% terhadap Poundsterling pada level 1,2584 USD/GBP.
  • 13:14 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,26% terhadap Yen pada level 106,92 JPY/USD.
  • 13:13 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.796 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,07% di akhir sesi I.

Riset: Emisi GRK Gambut Kebun Sawit Lebih Rendah Dibandingkan GRK Gambut Sekunder

Riset: Emisi GRK Gambut Kebun Sawit Lebih Rendah Dibandingkan GRK Gambut Sekunder
WE Online, Jakarta -

Lahan gambut khususnya di wilayah tropis (tropical peatland) terdiri dari komponen organik sisa kayu atau bagian tumbuhan yang lapuk yang kaya akan stok karbon dan menjadi siklus karbon yang penting bagi alam. Karbon yang tersimpan pada lahan gambut dapat hilang baik dalam bentuk gas yang menjadi emisi karbondioksida (CO2) dan metana (CH4) maupun bentuk terlarut (dissolved organic carbon).

Pembuatan drainase pada lahan gambut dalam alih fungsi lahan menyebabkan terjadinya proses dekomposisi gambut. Proses ini menjadi sumber emisi CO2 terbesar dari lahan gambut.

Melansir laporan Palm Oil Indonesia, argumen tersebut melatarbelakangi LSM pecinta lingkungan dan LSM antisawit mengkritik pemanfaatan lahan gambut untuk budi daya kelapa sawit. Alih fungsi lahan gambut ini dianggap akan berdampak pada peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim yang kini semakin parah.

Baca Juga: Cerita Suhar: Apa Pun yang Terjadi, Kelapa Sawit Tetap di Hati!

Selain memberikan manfaat sosial ekonomi, kebun sawit juga hadir berkontribusi untuk menambahkan biomassa gambut secara berkelanjutan. Studi Sabiham (2013) menunjukkan bahwa stok karbon bagian atas lahan gambut makin meningkat dengan makin bertambahnya umur tanaman kelapa sawit, bahkan stok karbon pada kebun kelapa sawit berumur dewasa di lahan gambut lebih tinggi dibandingkan dengan stok karbon hutan gambut sekunder (degraded peat land).

Tuduhan LSM tersebut keliru karena kehadiran perkebunan sawit di lahan gambut merupakan bagian dari restorasi gambut sekaligus dapat menurunkan emisi GRK lahan gambut. Banyak penelitian juga telah membuktikan bahwa emisi GRK yang dihasilkan kebun sawit yang dibudidayakan di lahan gambut, berkisar 31,4–57 ton CO2 per hektare per tahun atau lebih rendah dibandingkan dengan emisi gambut sekunder (degraded peat land) yang mencapai 127 ton CO2 per hektare per tahun.

Studi IPCC (2014) juga menyebutkan bahwa emisi dari proses dekomposisi gambut yang dihasilkan oleh perkebunan sawit sebesar 40 ton CO2 per hektare per tahun, lebih rendah dibandingkan dengan emisi dari proses dekomposisi gambut yang dihasilkan oleh hutan tanaman pada lahan gambut dan pertanian pada lahan gambut, baik tegalan maupun campuran (agroforestry) yang mencapai 51 ton CO2 per hektare per tahun.

Fakta-fakta empiris tersebut menjadi bukti bahwa tuduhan LSM antisawit terhadap perkebunan kelapa sawit di lahan gambut adalah tidak benar. Perkebunan kelapa sawit di lahan gambut tidak menyebabkan peningkatan emisi GRK gambut. Justru sebaliknya, kebun kelapa sawit tersebut menurunkan emisi GRK lahan gambut.

Budi daya berkelanjutan yang tepat pada lahan gambut akan menghasilkan perkebunan sawit yang menjadi bagian pembangunan ekonomi, ekologi, dan sosial yang berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga

Tag: Sawit, Kelapa Sawit, Lahan gambut

Penulis: Ellisa Agri Elfadina

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Syifa Yulinnas

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5052.794 -23.380 696
2 Agriculture 1063.698 10.416 23
3 Mining 1291.609 6.124 48
4 Basic Industry and Chemicals 763.281 -4.110 80
5 Miscellanous Industry 882.417 -2.074 52
6 Consumer Goods 1817.296 -7.719 57
7 Cons., Property & Real Estate 319.855 -0.236 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 898.838 -7.724 78
9 Finance 1110.603 -7.756 93
10 Trade & Service 606.553 -0.637 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 208 260 52 25.00
2 UANG 282 352 70 24.82
3 SAPX 1,875 2,340 465 24.80
4 KRAS 278 346 68 24.46
5 MFIN 900 1,050 150 16.67
6 BMAS 266 306 40 15.04
7 POLU 805 910 105 13.04
8 HDFA 139 157 18 12.95
9 SMDM 88 99 11 12.50
10 ENVY 112 126 14 12.50
No Code Prev Close Change %
1 ITIC 1,150 1,070 -80 -6.96
2 CMNP 1,300 1,210 -90 -6.92
3 BBHI 159 148 -11 -6.92
4 TECH 159 148 -11 -6.92
5 BBMD 1,605 1,495 -110 -6.85
6 KBLI 438 408 -30 -6.85
7 ALTO 380 354 -26 -6.84
8 GSMF 117 109 -8 -6.84
9 KBLV 382 356 -26 -6.81
10 TMAS 118 110 -8 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KRAS 278 346 68 24.46
2 BBRI 3,190 3,140 -50 -1.57
3 TOWR 1,075 1,070 -5 -0.47
4 IPTV 360 358 -2 -0.56
5 PTBA 2,080 2,100 20 0.96
6 MDKA 1,450 1,535 85 5.86
7 TLKM 3,150 3,110 -40 -1.27
8 TKIM 7,100 7,125 25 0.35
9 BBNI 4,800 4,730 -70 -1.46
10 MARI 54 60 6 11.11