Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:10 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 41,74 USD/barel.
  • 08:09 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 44,84 USD/barel.
  • 08:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Euro pada level 1,1791 USD/EUR.
  • 08:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,3062 USD/GBP.
  • 08:06 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 0,33% pada level 2.359.
  • 08:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,17% terhadap Yen pada level 105,74 JPY/USD.
  • 08:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 2.035 USD/troy ounce.

Riset: Emisi GRK Gambut Kebun Sawit Lebih Rendah Dibandingkan GRK Gambut Sekunder

Riset: Emisi GRK Gambut Kebun Sawit Lebih Rendah Dibandingkan GRK Gambut Sekunder
WE Online, Jakarta -

Lahan gambut khususnya di wilayah tropis (tropical peatland) terdiri dari komponen organik sisa kayu atau bagian tumbuhan yang lapuk yang kaya akan stok karbon dan menjadi siklus karbon yang penting bagi alam. Karbon yang tersimpan pada lahan gambut dapat hilang baik dalam bentuk gas yang menjadi emisi karbondioksida (CO2) dan metana (CH4) maupun bentuk terlarut (dissolved organic carbon).

Pembuatan drainase pada lahan gambut dalam alih fungsi lahan menyebabkan terjadinya proses dekomposisi gambut. Proses ini menjadi sumber emisi CO2 terbesar dari lahan gambut.

Melansir laporan Palm Oil Indonesia, argumen tersebut melatarbelakangi LSM pecinta lingkungan dan LSM antisawit mengkritik pemanfaatan lahan gambut untuk budi daya kelapa sawit. Alih fungsi lahan gambut ini dianggap akan berdampak pada peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim yang kini semakin parah.

Baca Juga: Cerita Suhar: Apa Pun yang Terjadi, Kelapa Sawit Tetap di Hati!

Selain memberikan manfaat sosial ekonomi, kebun sawit juga hadir berkontribusi untuk menambahkan biomassa gambut secara berkelanjutan. Studi Sabiham (2013) menunjukkan bahwa stok karbon bagian atas lahan gambut makin meningkat dengan makin bertambahnya umur tanaman kelapa sawit, bahkan stok karbon pada kebun kelapa sawit berumur dewasa di lahan gambut lebih tinggi dibandingkan dengan stok karbon hutan gambut sekunder (degraded peat land).

Tuduhan LSM tersebut keliru karena kehadiran perkebunan sawit di lahan gambut merupakan bagian dari restorasi gambut sekaligus dapat menurunkan emisi GRK lahan gambut. Banyak penelitian juga telah membuktikan bahwa emisi GRK yang dihasilkan kebun sawit yang dibudidayakan di lahan gambut, berkisar 31,4–57 ton CO2 per hektare per tahun atau lebih rendah dibandingkan dengan emisi gambut sekunder (degraded peat land) yang mencapai 127 ton CO2 per hektare per tahun.

Studi IPCC (2014) juga menyebutkan bahwa emisi dari proses dekomposisi gambut yang dihasilkan oleh perkebunan sawit sebesar 40 ton CO2 per hektare per tahun, lebih rendah dibandingkan dengan emisi dari proses dekomposisi gambut yang dihasilkan oleh hutan tanaman pada lahan gambut dan pertanian pada lahan gambut, baik tegalan maupun campuran (agroforestry) yang mencapai 51 ton CO2 per hektare per tahun.

Fakta-fakta empiris tersebut menjadi bukti bahwa tuduhan LSM antisawit terhadap perkebunan kelapa sawit di lahan gambut adalah tidak benar. Perkebunan kelapa sawit di lahan gambut tidak menyebabkan peningkatan emisi GRK gambut. Justru sebaliknya, kebun kelapa sawit tersebut menurunkan emisi GRK lahan gambut.

Budi daya berkelanjutan yang tepat pada lahan gambut akan menghasilkan perkebunan sawit yang menjadi bagian pembangunan ekonomi, ekologi, dan sosial yang berkelanjutan di Indonesia.

Tag: Sawit, Kelapa Sawit, Lahan gambut

Penulis: Ellisa Agri Elfadina

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23