Portal Berita Ekonomi Sabtu, 11 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 0,76% pada level 6.095.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yen pada level 106,93 JPY/USD.
  • 09:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.798 USD/troy ounce.

Diskusi Pemecatan Presiden di UGM Malah Ingin Tunjukkan Sebaliknya

Diskusi Pemecatan Presiden di UGM Malah Ingin Tunjukkan Sebaliknya
WE Online, Jakarta -

Pakar hukum tata negara Refly Harun mengajak dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, berbincang tentang diskusi yang diselenggarakan mahasiswa fakultas Hukum UGM yang akhirnya dibatalkan karena teror pada Jumat (29/5).

Diskusi yang diselenggarakan anggota Constitutional Law Society (CLS) yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UGM tersebut mengundang pemateri guru besar hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Ni'matul Huda. Namun akhirnya, webinar yang mengangkat tema "Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan" tersebut dibatalkan setelah pembicara dan panitia mendapat teror dan ancaman pembununuhan.

Baca Juga: Teror Diskusi FH UGM, Din Syamsuddin: Kebebasan Berpendapat Merupakan Hak Manusia

Zainal Arifin Mochtar menjelaskan, peristiwa itu bukan UGM yang membatalkan, tetapi panitia dan pembicara sendiri yang memutuskan lantaran kedaan tidak kondusif. Pasalnya, muncul ancaman pembunuhan hingga akhirnya webinar tidak dilaksanakan.

"Jadi, UGM sama sekali tidak membatalkan, tidak ada peran membatalkan. Mereka sendiri para mahasiswa dan pembicaranya Prof Ni'ma itu bersepakat untuk tidak melanjutkan diskusi itu," kata Zainal di akun Youtube Refly Harun.

Menurut dia, bagian itu yang banyak orang salah persepsi di publik, seakan-akan UGM atau Fakultas Hukum yang membatalkan. Zainal pun menjelaskan, sebenarnya ada sekelompok mahasiswa yang mengambil jurusan hukum tata negara (HTN), mereka menjuluki dirinya sebagai komunitas HTN. Belakangan, kata dia, mereka mengubah komunitas itu menjadi CLS. Zainal menjelaskan, komunitas tersebut tidak berada di bawah UGM langsung.

"Mereka anggotanya anak-anak mahasiswa yang senang diskusi, lalu tiba-tiba mereka setelah ujian tidak ngapa-ngapain itu kemudian ngumpul mau bikin diskusi. Mereka ada yang di Yogya, ada yang pulang kampung memang ujian sudah lewat online semua," ucap Zainal.

Di buku panduan diskusi (TOR), menurut Zainal, anggota CLS agak gundah dan resah belakangan ini karena muncul isu yang mengatakan presiden bisa diberhentikan (impeachment). Alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa diberhentikan, sambung dia, karena alasan penanganan Covid-19 yang tidak serus. Masalah itu juga kerap menjadi bahan perbincangan di kelas tentang sistem presidensial.

Zainal mengatakan, para mahasiswa itu terus berdiskusi tentang presiden apakah bisa dijatuhkan karena kebijakan atau tidak. "Nah mereka (mahasiswa) mau mengatakan tidak bisa, bangunan konstitusional kita tidak mengenal impeachment, pemberhentian presiden. Makanya, mereka mau diskusikan itu dan sebarluaskan itu sebagai pesan kepada publik bahwa berhenti dong berbicara tentang pemecatan presiden karena pemecatan presiden sendiri itu kan tidak lazim dalam istilah ketatanegaraan. Orang lebih banyak berbicara tentang pemberhentian dan pemakzulan," kata Zainul.

Poin kesimpulannya, lanjut dia, adalah mereka mau membahasakan ke publik bahwa pemberhentian itu tidak benar sehingga sebenarnya tidak ada maksud mahasiswa menjatuhkan presiden. Yang ada mereka malah membela upaya menjatuhkan itu tidak konstitusional.

"Mereka bermaksud membela presiden yang sekarang bahwa tidak bisa dijatuhkan karena kebijakan. Kalau pun salah melakukan penanganan kebijakan tetap tak bisa dijatuhkan karena untuk menjatuhkannya tetap merujuk pada penyuapan pasal artikel impeachment yang spesifik Pasal 7," ucap direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM itu.

Zainal pun menyayangkan ada rekan-rekan, termasuk dosen UGM, yang hanya membaca judul seminar itu, lalu tiba-tiba membuat tulisan yang viral. Hal itu merujuk pada artikel yang ditulis dosen Fakultas Teknik UGM Bagas Pujilaksono Widyakanigara berjudul "Gerakan Makar di UGM saat Jokowi Sibuk Atasi Covid-19" di salah satu media daring yang memicu kegaduhan dan menganggap diskusi itu sebagai bagian dari upaya menjatuhkan presiden. Alhasil, panitia dan pemateri mendapat teror hingga webinar akhirnya dibatalkan.

"Namun, saya gak yakin orang ini paham tata negara karena ini orang teknik. Tiba-tiba membaca itu hanya judul, tak membaca TOR tiba-tiba membuat tulisan yang mengatakan ada gerakan makar di UGM. Dan, tulisan itu tiba-tiba diviralkan, dibuat di mana-mana, dilempar ke mana-mana, saya saja dapat tujuh sampai delapan kali secara berturut-turut," kata Zainal.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: politik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Joko Widodo (Jokowi), Refly Harun

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Setpres-Kris

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5031.256 -21.538 696
2 Agriculture 1053.805 -9.893 23
3 Mining 1284.564 -7.045 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.577 -2.704 80
5 Miscellanous Industry 872.398 -10.019 52
6 Consumer Goods 1799.024 -18.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 316.058 -3.797 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 893.846 -4.992 78
9 Finance 1112.206 1.603 93
10 Trade & Service 603.264 -3.289 173
No Code Prev Close Change %
1 FITT 53 71 18 33.96
2 UANG 352 440 88 25.00
3 ARGO 1,025 1,280 255 24.88
4 PGUN 260 324 64 24.62
5 LPIN 226 270 44 19.47
6 PRIM 278 320 42 15.11
7 KBLI 408 468 60 14.71
8 PEGE 109 124 15 13.76
9 APLI 110 124 14 12.73
10 MARK 720 805 85 11.81
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 111 100 -11 -9.91
2 PANS 930 865 -65 -6.99
3 NASA 129 120 -9 -6.98
4 GHON 1,650 1,535 -115 -6.97
5 CANI 173 161 -12 -6.94
6 ARTA 348 324 -24 -6.90
7 MREI 5,450 5,075 -375 -6.88
8 BUKK 730 680 -50 -6.85
9 PURA 132 123 -9 -6.82
10 LCKM 352 328 -24 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 438 474 36 8.22
2 KRAS 346 350 4 1.16
3 BCAP 158 159 1 0.63
4 ENVY 126 133 7 5.56
5 BBRI 3,140 3,110 -30 -0.96
6 TOWR 1,070 1,065 -5 -0.47
7 BNGA 755 830 75 9.93
8 BULL 304 326 22 7.24
9 TLKM 3,110 3,110 0 0.00
10 PWON 416 406 -10 -2.40