Portal Berita Ekonomi Selasa, 14 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:09 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,28 USD/barel.
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,98 USD/barel.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Euro pada level 1,1340 USD/EUR.
  • 13:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Poundsterling pada level 1,2542 USD/GBP.
  • 13:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Yen pada level 107,24 JPY/USD.
  • 13:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.797 USD/troy ounce.
  • 11:32 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,13% di akhir sesi I.

Ahli Coba Beberkan Alasan Tingginya Tingkat Kematian Anak-Anak Akibat Covid-19 di Indonesia

Ahli Coba Beberkan Alasan Tingginya Tingkat Kematian Anak-Anak Akibat Covid-19 di Indonesia
WE Online, Jakarta -

Seorang bayi laki-laki berusia sembilan bulan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang sebelumnya dinyatakan positif tertular virus corona meninggal dunia Rabu pekan lalu (27/5/2020). Bayi yang terdaftar sebagai Pasien 554 Covid-19 di NTB tersebut sempat dirawat intensif dengan keluhan pneumonia atau kesulitan bernapas.

Gita Ariadi, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, mengaku belum mengetahui sumber penularan virus corona terhadap pasien itu. "Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19," ungkap Gita dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Jatim Menurun, Eh Jakarta...

Bayi tersebut juga diketahui tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19.

Sebulan sebelumnya, seorang anak berusia satu tahun dari Desa Gending, Probolinggo, Jawa Timur, juga meninggal dunia setelah dirawat selama dua hari di RS Umum Wonolangan. Balita ini masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) karena mengalami sesak napas seperti yang dialami Pasien 554. Namun, ia belum sempat menjalani tes rapid Covid-19.

"Dia ada infeksi paru-paru dan pneumonia. Apakah infeksi paru-parunya karena virus atau lainnya masih belum jelas," kata Juru Bicara Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr Anang Budi Yoelijanto, seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Sejak awal pandemi telah diterapkan aturan bahwa setiap orang yang masuk rumah sakit dengan gejala pneumonia atau radang paru otomatis statusnya akan menjadi PDP. Jumlah anak yang terdeteksi positif virus corona di Indonesia ternyata tidak sedikit. Di NTB, misalnya, ada 86 anak yang terpapar Covid-19 dan 127 anak lainnya di Surabaya.

Tidak benar anak tidak rentan Covid-19

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menelusuri dan menghitung secara mandiri data Covid-19 pada anak Indonesia mencatat ada setidaknya 3.324 anak yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) sampai 18 Mei yang lalu. Dari jumlah itu, IDAI juga menemukan sebanyak 129 anak yang berstatus PDP meninggal dunia, sementara jumlah anak yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 584 anak. 14 anak diantaranya meninggal dunia dengan status positif virus corona.

Namun saat dihubungi ABC pada Selasa (2/6/2020), Ketua Umum IDAI, dr Aman B Pulungan, mengatakan bahwa jumlah kematian anak pasien Covid-19 di Indonesia per 1 Juni 2020 menurut catatan IDAI telah naik menjadi 26 orang. Angka kematian anak yang diduga terkait virus corona juga meningkat, setidaknya ada 160 anak yang dinyatakan meninggal dunia dengan status PDP.

"Temuan ini menunjukkan bahwa angka anak yang sakit dan kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia tinggi dan membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap Covid-19 atau hanya akan menderita sakit ringan saja."

"Tidak pernah ada dokter anak yang mengatakan anak tidak rentan atau Covid-19 tidak berakibat fatal pada anak. Jadi berarti, ada ignorance dan unawareness pada kesehatan anak Indonesia selama ini," ujar dr Aman B Pulungan kepada Hellena Souisa dari ABC News di Melbourne. "Mungkin selama ini yang dilihat adalah data di dunia yang sistem kesehatannya bagus."

Tidak hanya itu, IDAI juga mengatakan bahwa angka tersebut menunjukkan tingkat kematian anak akibat Covid-19 yang paling tinggi di antara negara-negara di Kawasan Asia Tenggara. Di Malaysia, Vietnam, dan di Singapura, misalnya, tercatat nol kasus anak yang meninggal dunia akibat Covid-19. Secara global, sejumlah penelitian ilmiah dan pemberitaan hanya mencatat dua orang anak di China dan empat orang anak di Amerika Serikat yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Tiga dari empat anak yang meninggal di Amerika Serikat, selain terkonfirmasi positif Covid-19, juga mengalami sindrom inflamasi yang meskipun dipercaya berhubungan dengan virus corona, tapi belum bisa dijelaskan kaitannya secara lebih jelas oleh para dokter.

Walikota New York, Andrew Cuomo, mengatakan, pejabat kesehatan sedang meninjau 73 kasus serupa yang mengguncang asumsi sebelumnya jika sebagian besar anak-anak tidak rentan terhadap novel virus corona.

"Kami tidak begitu yakin lagi mengenai fakta itu. Balita, anak-anak sekolah dasar, menunjukkan gejala yang mirip dengan penyakit Kawasaki atau sindrom seperti syok yang beracun," kata Cuomo seperti yang dikutip World Economic Forum (12/5/2020).

Dalam konteks Indonesia, dr Aman menduga jumlah kasus Covid-19 pada anak jauh lebih tinggi dari catatan IDAI atau catatan pemerintah karena masih sedikit jumlah tes yang sudah dilakukan dan ketersediaan data yang terbatas. Dari data yang dimiliki IDAI, kasus terbanyak ditemukan di DKI Jakarta dan Nusa Tenggara Barat karena data dari Dinas Kesehatan Provinsi keduanya cenderung lebih tersedia dan lengkap dibanding daerah lain.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Virus Corona, COVID-19, Anak-anak

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Unsplash/Luma Pimentel

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,888.90 3,849.18
British Pound GBP 1.00 18,294.87 18,111.39
China Yuan CNY 1.00 2,081.25 2,059.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,584.56 14,439.44
Dolar Australia AUD 1.00 10,115.85 10,013.75
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,881.68 1,862.94
Dolar Singapura SGD 1.00 10,472.15 10,367.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,538.89 16,369.99
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,417.59 3,379.23
Yen Jepang JPY 100.00 13,605.00 13,465.86
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5064.447 33.191 696
2 Agriculture 1078.713 24.908 23
3 Mining 1325.758 41.194 48
4 Basic Industry and Chemicals 767.493 6.916 80
5 Miscellanous Industry 882.386 9.988 52
6 Consumer Goods 1813.377 14.353 57
7 Cons., Property & Real Estate 315.146 -0.912 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 892.581 -1.265 78
9 Finance 1117.565 5.359 93
10 Trade & Service 605.703 2.439 173
No Code Prev Close Change %
1 DOID 157 210 53 33.76
2 PNSE 540 675 135 25.00
3 UANG 440 550 110 25.00
4 INDY 745 930 185 24.83
5 PGUN 324 404 80 24.69
6 PTPW 1,120 1,310 190 16.96
7 KONI 432 500 68 15.74
8 CENT 89 102 13 14.61
9 GWSA 96 110 14 14.58
10 UNIT 146 166 20 13.70
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 100 90 -10 -10.00
2 LPPS 86 80 -6 -6.98
3 DART 258 240 -18 -6.98
4 TCPI 3,740 3,480 -260 -6.95
5 MAPA 2,450 2,280 -170 -6.94
6 SIPD 1,085 1,010 -75 -6.91
7 MARI 58 54 -4 -6.90
8 PRIM 320 298 -22 -6.88
9 KBLI 468 436 -32 -6.84
10 CANI 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 PURA 123 117 -6 -4.88
2 PTBA 2,070 2,170 100 4.83
3 BCAP 159 157 -2 -1.26
4 IPTV 358 360 2 0.56
5 DOID 157 210 53 33.76
6 BBCA 31,000 30,875 -125 -0.40
7 BRIS 474 482 8 1.69
8 ENVY 133 133 0 0.00
9 ERAA 1,315 1,380 65 4.94
10 BBRI 3,110 3,160 50 1.61