Portal Berita Ekonomi Jum'at, 10 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:59 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,96 USD/barel.
  • 23:58 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,58 USD/barel.
  • 23:57 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,34% terhadap Euro pada level 1,1291 USD/EUR.
  • 23:56 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2612 USD/GBP.
  • 23:55 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 107,29 JPY/USD.
  • 23:54 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.798 USD/troy ounce.
  • 23:53 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,04% pada level 10.496.
  • 23:52 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka negatif 1,33% pada level 25.720.
  • 23:52 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka negatif 1,02% pada level 3.137.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,31% pada level 26.210.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,42% pada level 2.167.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,40% pada level 22.529.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,39% pada level 3.450.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,45% pada level 2.657.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,22% pada level 6.142. 

Cuan Amblas Nyaris 200%, Perusahaan Milik Konglomerat Prajogo Pangestu Telan Pil Pahit pada Q1 2020

Cuan Amblas Nyaris 200%, Perusahaan Milik Konglomerat Prajogo Pangestu Telan Pil Pahit pada Q1 2020
WE Online, Jakarta -

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) harus menelan pil pahit pada kuartal pertama tahun 2020 (Q1 2020). Bagaimana tidak, jika awal tahun 2019 lalu perusahaan mencetak keuntungan bersih sebesar US$17,6 juta, capaian tersebut turun hingga 199,3% dan berbalik merugi US$17,5 juta pada awal tahun ini.

Dalam rilisnya, TPIA juga mencatat ada penurunan pada  pos pendapatan sebesar 13,7% dari US$552,2 juta pada Q1 2019 menjadi US$476,8 juta pada Q1 2020. Sementara itu, beban pokok stabil dengan kenaikan tipis dari US$490,3 juta menjadi US$493,4 juta. 

Baca Juga: Sama-Sama Superior! Kalau Battle sama Dolar AS, Rupiah Tetap Jawaranya!

Direktur TPIA, Suryandi, menjelaskan bahwa penurunan kinerja perusahaan pada awal tahun ini dipengaruhi oleh melemahnya permintaan pasar, khususnya di pasar domestik China karena terdampak Covid-19. Ia mengakui, lingkungan makro yang menantang serta margin petrokimia yang ketat juga turut berpengaruh pada kinerja perusahaan saat ini. 

"Untuk mengelola dan menavigasi ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya, Chandra Asri berfokus pada tiga imperatif strategis utama, yaitu kelangsungan bisnis, keunggulan operasional, dan ketahanan keuangan," katanya, Jakarta, Jumat (5/06/2020). 

Baca Juga: Perusahaan Petrokimia Milik Konglomerat Prajogo Pangestu Terima Utang US$70 Juta dari Bank Permata

Lebih lanjut, Suryandi mengatakan bada posisi neraca TPIA saat ini masih kuat dengan likuiditas per Maret 2020 di angka US$880 juta, termasuk kas dan setara kas yang mencapai US$624 juta. Dengan begitu, TPIA diklaim masih berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi krisis. 

"Proyek ekspansi kami yang sedang berlangsung, yaitu pabrik MTBE dan Butene-1 dijadwalkan selesai perencana pada Q3 2020. Kami terus percaya pada daya tarik jangka panjang dari pasar petrokimia Indonesia, dan akan mempertahankan disiplin modal dan investasi yang bijaksana untuk memastikan pertumbuhan positif yang berkesinambungan," sambungnya. 

Asal tahu saja, perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu ini membukukan aset sebesar US$403,7 juta pada akhir Maret 2020. Angka tersebut menurun 1,4% dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar US$451,2 juta.

Baca Juga

Tag: PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Prajogo Pangestu, industri petrokimia, COVID-19, China (Tiongkok)

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Istimewa

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,871.22 3,831.68
British Pound GBP 1.00 18,307.49 18,123.89
China Yuan CNY 1.00 2,075.87 2,055.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,518.23 14,373.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,127.92 10,024.27
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,873.30 1,854.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,435.01 10,329.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,469.48 16,299.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.44 3,368.59
Yen Jepang JPY 100.00 13,530.50 13,392.13
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5052.794 -23.380 696
2 Agriculture 1063.698 10.416 23
3 Mining 1291.609 6.124 48
4 Basic Industry and Chemicals 763.281 -4.110 80
5 Miscellanous Industry 882.417 -2.074 52
6 Consumer Goods 1817.296 -7.719 57
7 Cons., Property & Real Estate 319.855 -0.236 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 898.838 -7.724 78
9 Finance 1110.603 -7.756 93
10 Trade & Service 606.553 -0.637 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 208 260 52 25.00
2 UANG 282 352 70 24.82
3 SAPX 1,875 2,340 465 24.80
4 KRAS 278 346 68 24.46
5 MFIN 900 1,050 150 16.67
6 BMAS 266 306 40 15.04
7 POLU 805 910 105 13.04
8 HDFA 139 157 18 12.95
9 SMDM 88 99 11 12.50
10 ENVY 112 126 14 12.50
No Code Prev Close Change %
1 ITIC 1,150 1,070 -80 -6.96
2 CMNP 1,300 1,210 -90 -6.92
3 BBHI 159 148 -11 -6.92
4 TECH 159 148 -11 -6.92
5 BBMD 1,605 1,495 -110 -6.85
6 KBLI 438 408 -30 -6.85
7 ALTO 380 354 -26 -6.84
8 GSMF 117 109 -8 -6.84
9 KBLV 382 356 -26 -6.81
10 TMAS 118 110 -8 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KRAS 278 346 68 24.46
2 BBRI 3,190 3,140 -50 -1.57
3 TOWR 1,075 1,070 -5 -0.47
4 IPTV 360 358 -2 -0.56
5 PTBA 2,080 2,100 20 0.96
6 MDKA 1,450 1,535 85 5.86
7 TLKM 3,150 3,110 -40 -1.27
8 TKIM 7,100 7,125 25 0.35
9 BBNI 4,800 4,730 -70 -1.46
10 MARI 54 60 6 11.11