Portal Berita Ekonomi Rabu, 15 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,07% di akhir sesi II.

Researchers: Boikot Sawit Berdampak Buruk bagi Ekonomi dan Lingkungan!

Researchers: Boikot Sawit Berdampak Buruk bagi Ekonomi dan Lingkungan!
WE Online, Jakarta -

Dalam diskusi publik, meningkatnya penggunaan minyak kelapa sawit sering dikritik sejumlah LSM antisawit karena dituduh berdampak negatif terhadap lingkungan. Lingkungan yang dimaksud terkait dengan deforestasi tropis dan masalah yang timbul terhadap keanekaragaman hayati, fungsi ekosistem, dan stabilitas iklim.

Berbagai bentuk black campaign yang digaungkan oleh negara-negara maupun LSM antisawit tersebut tersebar luas secara global. Namun, banyak yang tidak mengetahui bahwa komunitas lokal dan petani dengan skala usaha kecil yang berkecimpung dalam kegiatan operasional perkebunan kelapa sawit mendapatkan benefit yang signifikan dari kelapa sawit.

Baca Juga: Sentimen Positif Sawit Terus Menguat di Kalangan Milenial

Di Asia Tenggara, sebagian besar lahan kelapa sawit dikelola oleh petani kecil. Kelapa sawit tersebut telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan pendapatan pedesaan dan mengurangi kemiskinan petani dan pekerja. Tidak hanya itu, perkebunan kelapa sawit juga dinilai tinggi produktivitas dan efisien penggunaan lahan dibandingkan minyak nabati lain seperti kedelai dan minyak bunga matahari.

Melihat fakta di atas, melarang dan boikot kelapa sawit justru akan berdampak buruk bagi ekonomi dan lingkungan. Temuan ini diungkapkan peneliti Universitas Goettingen dan Institut Pertanian Bogor dalam jurnal akademik The Annual Review of Resource Economics dengan judul riset "Environmental, Economic, and Social Consequences of the Oil Palm Boom".

Latar belakang dari riset ini yakni melihat pesatnya perkembagan industri kelapa sawit global terutama di Indonesia dan Malaysia. Yang menarik adalah pada 2017 kontribusi minyak sawit mencapai 40 persen dari total pasokan minyak nabati di seluruh dunia. Akan tetapi, minyak sawit paling hemat dari aspek penggunaan lahan yang hanya sekitar 10 persen dari total lahan tanaman minyak nabati. Namun, perspektif internasional memberikan stigma negatif terhadap kelapa sawit baik dari aspek ekologis, ekosistem, dan deforestasi.

Berangkat dari persoalan ini, empat peneliti yaitu Prof.Dr. Matin Qaim (Department of Agricultural Economics and Rural Development, University of Goettingen), Dr. Kibrom T. Sibhatu (Center of Biodiversity and Sustainable Land Use (CBL), University of Goettingen), Prof. Hermanto Siregar (Guru Besar Institut Pertanian Bogor), dan Prof. Dr. Ingo Grass (Department of Crop Sciences, University of Goettingen) mengambil data biodiversitas dan lingkungan di Jambi mulai dari 2012.

Provinsi ini termasuk daerah sentra kelapa sawit yang booming dari 25 tahun lalu. Sampel menggunakan 24 plot dengan 8 plot hutan hujan yang dilindungi, 8 plot mengambil situasi lokasi terletak di perkebunan kecil kelapa sawit dan karet, dan 8 plot fungsi ekologis hutan agroforestry karet. Faktanya, deforestasi di Jambi sudah lama berlangsung sebelum perkebunan sawit muncul.

Pada pertengahan abad 20, hutan agroforestry karet menjadi andalan masyarakat setempat. Produksi kelapa sawit dimulai pada 1980-an yang dipelopori perusahaan swasta dan baru disusul oleh petani melalui sistem perkebunan inti rakyat pada dekade 1990-an. Hasil riset menunjukkan bahwa petani di Jambi mendapat manfaat yang signifikan dari budi daya kelapa sawit. Kelapa sawit menghasilkan pendapatan lebih tinggi daripada karet yang sudah dibudidayakan lebih dahulu.

Baca Juga

Tag: Agribisnis, Sawit, Institut Pertanian Bogor (IPB), Jambi

Penulis: Ellisa Agri Elfadina

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,916.46 3,877.08
British Pound GBP 1.00 18,481.80 18,294.99
China Yuan CNY 1.00 2,098.11 2,077.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,689.08 14,542.92
Dolar Australia AUD 1.00 10,289.70 10,185.86
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.19 1,876.31
Dolar Singapura SGD 1.00 10,560.09 10,453.51
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,760.24 16,592.02
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,447.33 3,409.03
Yen Jepang JPY 100.00 13,697.39 13,558.57
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5079.122 14.675 696
2 Agriculture 1082.119 3.406 23
3 Mining 1314.351 -11.407 48
4 Basic Industry and Chemicals 779.246 11.753 80
5 Miscellanous Industry 890.379 7.993 52
6 Consumer Goods 1834.167 20.790 57
7 Cons., Property & Real Estate 311.880 -3.266 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.143 -3.438 78
9 Finance 1118.444 0.879 93
10 Trade & Service 605.111 -0.592 173
No Code Prev Close Change %
1 INDO 118 159 41 34.75
2 WOWS 50 67 17 34.00
3 AGRO 154 206 52 33.77
4 NIKL 500 625 125 25.00
5 SMBR 328 410 82 25.00
6 UANG 550 685 135 24.55
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 MBTO 64 79 15 23.44
9 DADA 88 104 16 18.18
10 KMTR 238 274 36 15.13
No Code Prev Close Change %
1 TALF 230 214 -16 -6.96
2 INCI 505 470 -35 -6.93
3 TCPI 3,480 3,240 -240 -6.90
4 HDFA 160 149 -11 -6.88
5 TNCA 160 149 -11 -6.88
6 CENT 102 95 -7 -6.86
7 POLL 5,100 4,750 -350 -6.86
8 DNAR 268 250 -18 -6.72
9 CANI 150 140 -10 -6.67
10 SOFA 90 84 -6 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 482 490 8 1.66
2 PURA 117 121 4 3.42
3 DOID 210 216 6 2.86
4 KAEF 1,195 1,340 145 12.13
5 BBRI 3,160 3,170 10 0.32
6 TOWR 1,065 1,065 0 0.00
7 INDY 930 920 -10 -1.08
8 TLKM 3,090 3,080 -10 -0.32
9 INAF 1,025 1,180 155 15.12
10 PTBA 2,170 2,140 -30 -1.38