Bisa Cuan Meski Dihantam Cukai Rokok dan Covid-19 Sekaligus, Investor 'Jatuh Hati' ke Gudang Garam!

Bisa Cuan Meski Dihantam Cukai Rokok dan Covid-19 Sekaligus, Investor 'Jatuh Hati' ke Gudang Garam! Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Cukai rokok yang tinggi serta penurunan daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 berimbas pada anjloknya volume penjualan rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Meskipun begitu, manajemen Gudang Garam menyatakan bahwa pihaknya masih akan mampu mengantongi kenaikan laba bersih hingga 25% pada kuartal I 2020 ini. 

Baca Juga: Walau Klaim Masih Bisa Dongkrak Cuan, Gudang Garam: Cukai Naik Tinggi, Penjualan Turun Makin Tajam!

Baca Juga: Gak Masalah Pasar Modal Dikuras Gede-Gedean! Toh Asing Rela Jor-Joran Modal ke Dua Saham Grup Salim!

"Pandemi Covid-19 membuat tantangan semakin berat karena daya beli masyarakat tertentu makin tertekan yang akan berdampak terhadap permintaan produk Gudang Garam. Dari April hingga saat ini, volume penjualan terlihat menunjukkan penurunan lebih tajam," tulis Gudang Garam, dikutip dari keterbukaan informasi, Jakarta, Senin (15/06/2020). 

Bersamaan dengan optimisme tersebut, saham bersandi GGRM ini masih mempunyai daya tarik tersendiri bagi pelaku pasar. Buktinya, di tengah tekanan jual yang besar-besaran pada perdagangan bursa hari ini, saham Gudang Garam menempati posisi tiga besar sebagai saham yang paling banyak diborong investor. 

Baca Juga: Awal Tahun 2020, Perusahaan Radio Milik Erick Thohir Harus Telan Pil Pahit

Dilansir dari RTI, sepanjang sesi pertama, investor asing sudah mengguyur dana segar ke saham Gudang Garam hingga Rp7,97 miliar. Dengan sokongan dana tersebut, saham Gudang Garam terpantau bergerak ekspansif sejak pagi hingga siang hari ini. Jangkauan gerak harga saham Gudang Garam berada pada level terendah di Rp47.250 per saham hingga level tertinggi di Rp48.525 per saham.

Saat jeda siang, saham Gudang Garam terapresiasi 2,81% dan parkir di level Rp48.525 per saham. Sejumlah 647,60 ribu saham Gudang Garam diperdagangkan dengan frekuensi 1.889 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp31,11 miliar.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini