Portal Berita Ekonomi Kamis, 02 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:09 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,83 USD/barel.
  • 13:08 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,09 USD/barel.
  • 13:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Euro pada level 1,1264 USD/EUR.
  • 13:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Poundsterling pada level 1,2492 USD/GBP.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Yen pada level 107,45 JPY/USD.
  • 13:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.767 USD/troy ounce.
  • 11:32 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,66% di akhir sesi I.

Jika Trump Terpilih Lagi Jadi Presiden, Kesepakatan Nuklir Iran dalam Bahaya karena...

Jika Trump Terpilih Lagi Jadi Presiden, Kesepakatan Nuklir Iran dalam Bahaya karena...
WE Online, Washington -

Masa kepemimpinan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), akan segera berakhir. Akan tetapi, Trump akan kembali mencalonkan diri dalam Pemilu Presiden AS pada 3 November 2020 mendatang.

Pada pemilu nanti, Trump akan bersaing dengan mantan Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden. Meski Biden dianggap akan menjadi pesaing kuat, Trump tetap punya kemungkinan terpilih lagi untuk kembali menduduki kursi Presiden AS.

Baca Juga: Otoritas Obat AS Cabut Izin Penggunaan Hidroksiklorokuin buat Obati Pasien Covid-19, Trump Kecele?

Terpilihnya kembali Trump sebagai Presiden AS disebut bakal menimbulkan dampak serius, bagi negara-negara musuh AS. Iran salah satunya. Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) memprediksi jika Trump terpilih lagi menjadi Presiden AS, maka ketegangan dengan Iran akan tetap memanas.

Hal ini diungkap seorang pengamat Iran di Institut Studi Keamanan Nasional (INSS), Dr. Raz Zimmt. Dalam pandangannya, Zimmt yakin Iran takkan melakukan aksi yang berpengaruh signifikan terkait program nuklirnya.

Di sisi lain, Zimmt menyebut bahwa Iran harus mempertimbangkan kembali kelanjutan program nuklirnya andai Trump terpilih kembali. Akan tetapi, jika Biden yang akan menjadi pemimpin baru Negeri Paman Sam, maka Iran kemungkinan mau kembali dalam perjanjian nuklir Rencana Aksi Kompeherensif Bersama (JCPOA).

"Sampai November kita tidak akan melihat tindakan signifikan Iran. Jika Trump terpilih kembali, maka Iran harus mempertimbangkan kembali program nuklirnya," kata Zimmt, dikutip VIVA Militer dari The Media Line.

"Jika Biden menang, ada kemungkinan bahwa AS dan Iran akan kembali ke JCPOA," ucapnya.

Zimmt yakin, Iran sangat memperhitungkan hasil Pemilu Presiden AS. Iran dinilai takkan gegabah melakukan tindakan, yang justru bisa digunakan AS atau Israel untuk melancarkan serangan yang membahayakan.

"Saya pikir saat ini Iran tidak berniat mengubah kebijakannya terhadap IAEA. Karena, hal terpenting bagi Iran adalah menunggu dan melihat apa yang akan terjadi pada bulan November," kata Zimmt melanjutkan.

"Di satu sisi, (Iran) tidak ingin mengambil tindakan dramatis yang bisa digunakan sebagai alasan, baik oleh Israel atau AS untuk mempertimbangkan tindakan militer terhadapnya," ucapnya.

Seperti yang diketahui, Iran dan AS tadinya sama-sama terikat dalam perjanjian nuklir JCPOA. Akan tetapi, saat Trump terpilih menjadi Presiden AS ke-45 menggantikan Barrack Obama, politisi Partai Republik ini justru menarik diri dari perjanjian itu. 

Iran menganggap, penarikan diri sengaja dilakukan oleh AS untuk memperpanjang masa sanksi embargo ekonomi negaranya. Pasca penarikan diri AS dari JCPOA, hubungan kedua negara pun kembali memanas.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Iran, Hassan Rouhani

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Sindonews

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,889.98 3,850.24
British Pound GBP 1.00 18,203.63 18,018.17
China Yuan CNY 1.00 2,064.12 2,043.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,588.58 14,443.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,093.84 9,986.18
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,882.30 1,863.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,469.77 10,363.36
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,426.74 16,257.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.16 3,367.55
Yen Jepang JPY 100.00 13,573.30 13,434.49
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4914.388 8.996 694
2 Agriculture 1033.612 6.089 22
3 Mining 1237.133 13.181 48
4 Basic Industry and Chemicals 724.437 2.772 80
5 Miscellanous Industry 867.914 0.790 52
6 Consumer Goods 1786.432 -14.465 57
7 Cons., Property & Real Estate 318.840 -3.200 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 877.775 -5.404 78
9 Finance 1070.550 10.957 93
10 Trade & Service 605.018 -1.118 172
No Code Prev Close Change %
1 EPAC 110 148 38 34.55
2 NATO 288 360 72 25.00
3 INCI 344 430 86 25.00
4 ARTO 1,770 2,210 440 24.86
5 PLIN 2,330 2,830 500 21.46
6 SMDR 190 230 40 21.05
7 INPS 1,740 2,070 330 18.97
8 SSTM 500 580 80 16.00
9 TKIM 5,150 5,925 775 15.05
10 MARK 470 540 70 14.89
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 430 400 -30 -6.98
2 AMFG 3,300 3,070 -230 -6.97
3 YPAS 460 428 -32 -6.96
4 ITIC 1,440 1,340 -100 -6.94
5 IDPR 202 188 -14 -6.93
6 PANR 101 94 -7 -6.93
7 TCPI 4,650 4,330 -320 -6.88
8 LION 320 298 -22 -6.88
9 STTP 8,000 7,450 -550 -6.88
10 BSSR 1,455 1,355 -100 -6.87
No Code Prev Close Change %
1 PURA 95 96 1 1.05
2 TKIM 5,150 5,925 775 15.05
3 TLKM 3,050 3,040 -10 -0.33
4 TOWR 1,020 1,020 0 0.00
5 IPTV 376 374 -2 -0.53
6 PTBA 2,020 2,090 70 3.47
7 BCAP 156 157 1 0.64
8 INKP 5,975 6,300 325 5.44
9 BBCA 28,475 29,000 525 1.84
10 BBRI 3,030 3,060 30 0.99