Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:33 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,32% di akhir sesi I.
  • 09:15 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,47% pada level 2.169.
  • 09:14 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,37% terhadap Dollar AS pada level 14.356 IDR/USD.
  • 09:12 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 1,44% pada level 10.492.
  • 09:11 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,80 USD/barel.
  • 09:11 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 43,24 USD/barel.
  • 09:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Euro pada level 1,1338 USD/EUR.
  • 09:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Poundsterling pada level 1,2611 USD/GBP.
  • 09:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,64% pada level 26.296.
  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,68% pada level 26.067.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,27% pada level 22.498.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 0,75% pada level 3.428.
  • 09:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka menguat 0,04% pada level 2.670.
  • 09:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Yuan pada level 6,99 CNY/USD.
  • 09:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yen pada level 107,32 JPY/USD.

Kerap Dijerat Sanksi AS, Iran Beberkan Cara Tetap Kuat Hadapi Serangan-serangan Rezim Trump

Kerap Dijerat Sanksi AS, Iran Beberkan Cara Tetap Kuat Hadapi Serangan-serangan Rezim Trump
WE Online, Teheran -

Iran termasuk negara yang terus mendapat sanksi ekonomi dan politik dari Barat terutama Amerika Serikat (AS). Meski didera sanksi bahkan di saat pandemi virus corona, Iran tetap berdiri teguh sebagai negara yang kuat dan memainkan peran penting di kawasan.

Presiden Iran Hassan Rouhani pun mengungkapkan rahasia di balik kuatnya Iran menghadapi tekanan dari sanksi-sanksi tersebut. Hassan Rouhani menyatakan budaya dan daya tahan Iran yang hebat menjadi alasan utama mengapa sanksi-sanksi AS tidak efektif bagi Iran.

Baca Juga: Iran & Turki Kerahkan Jet Tempur, Gila-gilaan Bombardir Irak

"Tidak ada yang berpikir bahwa Iran dapat menahan segala tekanan dari sanksi-sanksi yang dijatuhkan selama tiga tahun ini," kata Presiden Hassan Rouhani, Selasa (16 Juni).

Hassan Rouhani menegaskan jika bukan budaya yang kaya, keyakinan yang kuat, dan ketekunan rakyat, Iran saat ini tidak akan mampu menghadapi tekanan-tekanan yang datang.

Rakyat Iran, kata Rouhani, menghadapi masalah dan tekanan dalam hidup mereka akibat sanksi-sanksi ekonomi. Namun, tegas Rouhani, tidak ada yang mengira bahwa tekanan dan sanksi itu sama sekali tidak meruntuhkan Iran.

AS terus menjatuhkan sanksi terhadap Iran yang telah menjadi musuh bebuyutannya. AS pertama kali memberikan sanksi ekonomi ke Iran pada 1979 saat Shah Iran dijatuhkan.

Berikutnya, sanksi-sanksi ekonomi terus berlanjut mulai dari pembekuan aset Iran di luar negeri, larangan perdagangan dengan semua entitas bisnis maupun pemerintah Iran, membangun segala aktivitas ekonomi dengan Iran, hingga transaksi-transaksi keuangan.

Bahkan, bantuan ke Iran pun dilarang diberikan meski desakan terus muncul dari entitas internasional kepada AS. Saat pandemi virus corona, sanksi ke Iran mulai dilonggarkan khusus pengiriman bantuan.

Sanksi ekonomi diberikan AS kepada Iran sebagai upaya untuk melemahkan pemerintahan Islam Iran yang sah. Namun, seperti kata Rouhani, tekanan dari sanksi itu sama sekali tidak memberikan efek pelemahan kepada pemerintah dan rakyat Iran.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Iran, Hassan Rouhani, Ayatollah Ali Khamenei, Amerika Serikat (AS), Donald Trump

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Sindonews

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,871.22 3,831.68
British Pound GBP 1.00 18,307.49 18,123.89
China Yuan CNY 1.00 2,075.87 2,055.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,518.23 14,373.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,127.92 10,024.27
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,873.30 1,854.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,435.01 10,329.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,469.48 16,299.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.44 3,368.59
Yen Jepang JPY 100.00 13,530.50 13,392.13
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5076.174 89.092 696
2 Agriculture 1053.282 3.458 23
3 Mining 1285.485 -1.348 48
4 Basic Industry and Chemicals 767.391 12.923 80
5 Miscellanous Industry 884.491 9.808 52
6 Consumer Goods 1825.015 16.933 57
7 Cons., Property & Real Estate 320.091 2.027 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.562 6.004 78
9 Finance 1118.359 38.701 93
10 Trade & Service 607.190 1.359 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 155 208 53 34.19
2 UANG 226 282 56 24.78
3 PURA 114 141 27 23.68
4 TRUK 110 131 21 19.09
5 INKP 6,675 7,575 900 13.48
6 SMMA 15,300 17,200 1,900 12.42
7 ESIP 174 195 21 12.07
8 DPNS 242 270 28 11.57
9 DMAS 165 181 16 9.70
10 BBTN 1,225 1,340 115 9.39
No Code Prev Close Change %
1 JKON 400 372 -28 -7.00
2 NZIA 200 186 -14 -7.00
3 BINA 940 875 -65 -6.91
4 DNAR 290 270 -20 -6.90
5 ITIC 1,235 1,150 -85 -6.88
6 BYAN 13,900 12,950 -950 -6.83
7 KBLV 410 382 -28 -6.83
8 KBLI 470 438 -32 -6.81
9 PDES 500 466 -34 -6.80
10 GHON 1,840 1,715 -125 -6.79
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,030 3,190 160 5.28
2 PURA 114 141 27 23.68
3 BRIS 452 440 -12 -2.65
4 BBTN 1,225 1,340 115 9.39
5 BBNI 4,600 4,800 200 4.35
6 TKIM 6,625 7,100 475 7.17
7 BBCA 29,950 31,000 1,050 3.51
8 TLKM 3,120 3,150 30 0.96
9 TOWR 1,095 1,075 -20 -1.83
10 MDKA 1,375 1,450 75 5.45