Portal Berita Ekonomi Senin, 13 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Bagaimana Keandalan Listrik PLN?

Pandemi Covid-19 Belum Usai, Bagaimana Keandalan Listrik PLN?
WE Online, Jakarta -

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN memastikan seluruh sistem kelistrikan di Indonesia dalam kondisi cukup. Ketersediaan pasokan listrik ini didukung oleh beroperasinya pembangkit listrik dari program 35.000 Megawatt (MW).

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI (17/6/2020), Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, menyampaikan bahwa secara akumulasi program 35.000 MW dan 7.000 MW total yang sudah terealisasi sebesar 14.792,5 Megawatt (MW).

Baca Juga: Tanggap Pandemi Covid-19, PLN Jabar Kucurkan Duit Rp3,3 M

Khusus program 35.000 MW, PLN mencatat progres proyek pembangunan pembangkit yang telah beroperasi mencapai 8.137 MW atau sebesar 23%. Untuk proyek yang telah memasuki tahap konstruksi 63% atau sebesar 18.941 MW sedang dalam proses konstruksi.

"Sebagian besar sudah dalam tahap konstruksi. Proyek yang sudah terkontrak, tetapi belum mulai proses pembangunan mencapai 6.878 MW atau 20 persen," jelas Zulkifli Zaini.

Sementara, yang dalam tahap pengadaan sebesar 829 MW atau 2% dan tahap perencanaan sebesar 734 MW atau 2%. Progres tersebut terdiri dari pembangkit yang dibangun oleh PLN dan Produsen Listrik Swasta (Independent Power Producer/IPP).

Secara rinci, PLN telah menyelesaikan pembangkit mencapai 3.488 MW yang telah beroperasi memperkuat sistem kelistrikan, sedangkan yang masih dalam proses konstruksi sebesar 3.811 MW, sebesar 829 MW dalam tahap pengadaan, dan sebesar 734 MW dalam proses perencanaan.

Pembangkit listrik milik swasta yang telah beroperasi sebesar 4.649 MW. Yang masih dalam proses konstruksi sebesar 15.130 MW dan yang sudah terkontrak, tetapi belum memulai proses pembangunan sebesar 6.878 MW. "Seluruh proyek dalam program pembangunan ini kami targetkan selesaikan tahun 2025 dengan menyesuaikan demand yang ada," imbuh Zulkifli.

Selain itu, PLN juga terus membangun jaringan transmisi dan distribusi guna menyalurkan listrik dari pembangkit ke pelanggan. Hingga akhir kuartal 1 tahun 2020, sejak tahun 2015, total panjang jaringan transmisi yang telah beroperasi mengalami peningkatan sepanjang 259,3 kilometer sirkuit (kms) dari 59.817 kms pada tahun 2019 menjadi 60.076,3 kms. Penambahan kapasitas Gardu Induk sebesar 1.660 Mega Volt Ampere (MVA) dari 148.671 MVA pada tahun 2019 menjadi 150.331 MVA.

Dalam proses pembangunan transmisi, tantangan terbesar yang dihadapi PLN adalah proses pembebasan lahan. Selain itu, adanya pandemi Covid-19 juga membuat penyediaan material utama transmisi terhambat.

"Kami terus berkoordinasi dengan stakeholder untuk menyelesaikan masalah lahan tersebut. Kami tidak ingin kendala ini nantinya berdampak pada kondisi pasokan listrik karena tujuan kami adalah memberikan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat," tambah Zulkifli.

Baca Juga

Tag: Energi Listrik, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Risky Andrianto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5031.256 -21.538 696
2 Agriculture 1053.805 -9.893 23
3 Mining 1284.564 -7.045 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.577 -2.704 80
5 Miscellanous Industry 872.398 -10.019 52
6 Consumer Goods 1799.024 -18.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 316.058 -3.797 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 893.846 -4.992 78
9 Finance 1112.206 1.603 93
10 Trade & Service 603.264 -3.289 173
No Code Prev Close Change %
1 FITT 53 71 18 33.96
2 UANG 352 440 88 25.00
3 ARGO 1,025 1,280 255 24.88
4 PGUN 260 324 64 24.62
5 LPIN 226 270 44 19.47
6 PRIM 278 320 42 15.11
7 KBLI 408 468 60 14.71
8 PEGE 109 124 15 13.76
9 APLI 110 124 14 12.73
10 MARK 720 805 85 11.81
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 111 100 -11 -9.91
2 PANS 930 865 -65 -6.99
3 NASA 129 120 -9 -6.98
4 GHON 1,650 1,535 -115 -6.97
5 CANI 173 161 -12 -6.94
6 ARTA 348 324 -24 -6.90
7 MREI 5,450 5,075 -375 -6.88
8 BUKK 730 680 -50 -6.85
9 PURA 132 123 -9 -6.82
10 LCKM 352 328 -24 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 438 474 36 8.22
2 KRAS 346 350 4 1.16
3 BCAP 158 159 1 0.63
4 ENVY 126 133 7 5.56
5 BBRI 3,140 3,110 -30 -0.96
6 TOWR 1,070 1,065 -5 -0.47
7 BNGA 755 830 75 9.93
8 BULL 304 326 22 7.24
9 TLKM 3,110 3,110 0 0.00
10 PWON 416 406 -10 -2.40