Portal Berita Ekonomi Kamis, 02 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:43 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,92% pada level 6.214.
  • 16:42 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 2,85% pada level 25.124.
  • 16:37 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,36% pada level 2.135.
  • 16:36 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,11% pada level 22.145.
  • 16:35 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,13% pada level 3.090.
  • 16:34 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,87% pada level 2.632.
  • 16:31 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,67% terhadap Dollar AS pada level 14.378 IDR/USD.

Ngotot Akan Blusukan Meski Pandemi, PKB ke Jokowi: Jangan Bikin Gaduh!

Ngotot Akan Blusukan Meski Pandemi, PKB ke Jokowi: Jangan Bikin Gaduh!
WE Online, Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, mengomentari rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali blusukan. Legislator Fraksi PKB itu berharap blusukan yang bertujuan baik jangan sampai justru membuat gaduh di masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Yang saya maksud itu gaduh ada dua: gaduh politik dan gaduh massa. Gaduh massa menimbulkan keramaian jadi banyak kerumunan, kan itu jadinya tidak memberikan pendidikan ke masyarakat," ujar Nihayatul, Kamis (18/6/2020).

Baca Juga: Jokowi Ngebet Blusukan, Orang PAN: Emang Kalau Diperiksa Presiden Semua Jadi Beres?

Nihayatul menjelaskan, apalagi saat ini pemerintah sedang menggencarkan imbauan protokol kesehatan di masa transisi menuju kenormalan baru atau new normal. Karena itu, jika Presiden memang berencana melakukan blusukan, harus dipastikan protokol kesehatan kepada presiden dan juga masyarakat umum.

"Pesan saya satu, terapkan protokol kesehatan dan jangan membikin gaduh untuk blusukan ini. Yang jelas blusukan ini harus memberikan manfaat kepada masyarakat terutama untuk memberikan pendidikan tentang Covid-19," kata Politikus PKB tersebut.

Nihayatul melanjutkan, gaduh politik juga harus diantisipasi presiden jika ingin kembali blusukan di situasi pandemi. Sebab, rencana blusukan bisa menjadi mainan politik yang justru mengganggu fokus pemerintah dalam penanganan Covid-19. Karena itu, Nihayatul menyarankan presiden untuk betul-betul mematangkan rencana blusukan saat ini.

"Itu bisa jadi mainan politik atau hal-hal lainnya. Kalau tujuannya bagus kenapa tidak, contoh tujuan untuk mengecek bantuan yang dikucurkan pemerintah langsung diterima masyarakat atau tidak, itu bagus ya saya pikir agar betul-betul real di lapangan, tetapi protokol harus benar-benar ditaati," ujarnya lagi.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kembali blusukan meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir. Dalam acara webinar seri DPP PGK, ia mengatakan, Presiden Jokowi berencana kembali blusukan ke wilayah yang sudah dinyatakan hijau dari pandemi.

"Presiden tetap akan berkunjung ke beberapa daerah hijau dan mengatakan, menyatakan bahwa kita siap bekerja, tetapi kita tetap menjaga yang paling utama adalah kesehatan," ujar Pramono, Rabu (17/6/2020).

Menurutnya, Jokowi sudah merindukan kembali turun ke lapangan dan blusukan ke berbagai daerah. Namun, rencana ini sempat ditunda agar tak menjadi perdebatan di masyarakat. Kendati demikian, karena dalam perkembangan situasi saat ini sudah terdapat sekitar 100 daerah yang kini dinyatakan sebagai zona hijau, Presiden Jokowi pun tetap akan melanjutkan untuk berkunjung ke daerah aman.

"Namun, akhirnya setelah melihat perkembangan yang ada sekarang ini hampir 100-an daerah yang hijau, presiden tetap akan berkunjung ke beberapa daerah hijau," ujarnya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: COVID-19, Joko Widodo (Jokowi), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Pramono Anung Wibowo

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Sigid Kurniawan/Pool

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,889.98 3,850.24
British Pound GBP 1.00 18,203.63 18,018.17
China Yuan CNY 1.00 2,064.12 2,043.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,588.58 14,443.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,093.84 9,986.18
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,882.30 1,863.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,469.77 10,363.36
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,426.74 16,257.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.16 3,367.55
Yen Jepang JPY 100.00 13,573.30 13,434.49
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4966.780 52.392 694
2 Agriculture 1038.563 4.951 22
3 Mining 1242.789 5.656 48
4 Basic Industry and Chemicals 737.223 12.786 80
5 Miscellanous Industry 878.117 10.203 52
6 Consumer Goods 1815.004 28.572 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.258 7.418 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 895.157 17.382 78
9 Finance 1075.746 5.196 93
10 Trade & Service 605.371 0.353 172
No Code Prev Close Change %
1 EPAC 148 199 51 34.46
2 DNAR 169 226 57 33.73
3 BBHI 80 103 23 28.75
4 LRNA 120 150 30 25.00
5 ARTO 2,210 2,760 550 24.89
6 TNCA 180 224 44 24.44
7 INCI 430 535 105 24.42
8 HDFA 130 160 30 23.08
9 PORT 440 540 100 22.73
10 MSIN 258 316 58 22.48
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 400 372 -28 -7.00
2 ARTA 344 320 -24 -6.98
3 DUTI 5,125 4,770 -355 -6.93
4 MDLN 58 54 -4 -6.90
5 PZZA 800 745 -55 -6.88
6 MARI 73 68 -5 -6.85
7 VRNA 117 109 -8 -6.84
8 INTD 177 165 -12 -6.78
9 TGRA 74 69 -5 -6.76
10 ITIC 1,340 1,250 -90 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 TKIM 5,925 6,500 575 9.70
2 PURA 96 97 1 1.04
3 INKP 6,300 6,450 150 2.38
4 TLKM 3,040 3,140 100 3.29
5 PTPP 880 980 100 11.36
6 BCAP 157 158 1 0.64
7 ADRO 1,045 1,050 5 0.48
8 TOWR 1,020 1,040 20 1.96
9 TCPI 4,330 4,340 10 0.23
10 PTBA 2,090 2,070 -20 -0.96