Portal Berita Ekonomi Senin, 13 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,32% pada level 25.809.
  • 09:31 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 0,46% pada level 3.398.
  • 09:30 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yuan pada level 7,00 CNY/USD.
  • 09:30 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,45% terhadap Dollar AS pada level 14.370 IDR/USD.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,58% di awal sesi I.
  • 08:29 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,27 USD/barel.
  • 08:29 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,96 USD/barel.
  • 08:28 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,18% terhadap Euro pada level 1,1320 USD/EUR.
  • 08:27 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,21% terhadap Poundsterling pada level 1,2646 USD/GBP.
  • 08:26 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka menguat 1,03% pada level 2.172.
  • 08:26 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka menguat 1,65% pada level 22.659.
  • 08:25 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka positif 0,06% pada level 2.654.
  • 08:25 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Yen pada level 106,84 JPY/USD.
  • 08:24 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.803 USD/troy ounce.

Menengok Peta Kekuatan Militer India dan China Jika Perang Pecah, Siapa yang Menang?

Menengok Peta Kekuatan Militer India dan China Jika Perang Pecah, Siapa yang Menang?
WE Online, Washington -

Sebuah penelitian terbaru dari Belfer Center Harvard Kennedy School of Government di Boston dan Center for a New American Security (CNAS) di Washington menunjukkan, bahwa India mempertahankan keunggulan militernya di daerah pegunungan. Meski sebelumnya tercatat keunggulan ditujukan Komando Militer Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) daripada India.

Dalam catatan sejarahnya, India dan China berperang pada 1962 yang dimenangkan China. Kala itu, Beijing menyatakan gencatan senjata setelah mengamankan wilayah batas kontrol de facto atas Aksai Chin.

Baca Juga: Mengapa 20 Tentara India Bisa Dihabisi Oleh Militer China?

Seperti diketahui, baik India maupun China memiliki kekuatan nuklir. Menurut data lembaga think-tank Swedia Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), China memiliki sekitar 320 hulu ledak nuklir, sedangkan India hanya 150. China sempat meningkatkan persenjataannya lebih cepat dari India.

Pada tahun lalu, Beijing telah meningkatkan daya ledak nuklirnya sebesar 40 hulu ledak, sementara New Delhi 10 persen. Kedua negara mempertahankan tiga serangkai sistem pengiriman, yakni misil, pengebom, dan kapal selam.

Dalam laporan CNN, kedua negara juga memiliki kebijakan "tanpa penggunaan pertama", yang berarti mereka hanya berjanji akan menggunakan senjata nuklir sebagai pembalasan atas serangan nuklir di negara mereka.

Menyoal pasokan pesawat tempur, India memiliki sekitar 270 pesawat tempur dan 68 pesawat tempur darat. Sebaliknya, China hanya memiliki 157 pejuang dan satu armada kecil drone serangan darat di wilayah sengketa.

Menurut studi Belfer oleh Frank O'Donnell dan Alexander Bollfrass, New Delhi juga memelihara serangkaian pangkalan udara kecil di dekat perbatasan China yang dapat menggelar dan memasok pesawat-pesawat.

"Tingginya ketinggian pangkalan udara China di Tibet dan Xinjiang, ditambah kondisi geografis dan cuaca yang umumnya sulit di wilayah itu, berarti bahwa personel China terbatas untuk membawa sekitar setengah muatan desain dan bahan bakar," kata penelitian itu seperti dikutip kantor berita ANI, Kamis.

Menurut CNAS, India telah membangun pangkalan-pangkalannya di kawasan yang berbatasan dengan China.

"Untuk menghadapi kemungkinan serangan PLA, India telah menempatkan penekanan lebih besar pada pengerasan infrastruktur, ketahanan pangkalan, komando berlebihan, sistem kontrol, dan sistem komunikasi dan peningkatan pertahanan udara," kata laporan itu.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: India, China (Tiongkok)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5031.256 -21.538 696
2 Agriculture 1053.805 -9.893 23
3 Mining 1284.564 -7.045 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.577 -2.704 80
5 Miscellanous Industry 872.398 -10.019 52
6 Consumer Goods 1799.024 -18.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 316.058 -3.797 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 893.846 -4.992 78
9 Finance 1112.206 1.603 93
10 Trade & Service 603.264 -3.289 173
No Code Prev Close Change %
1 FITT 53 71 18 33.96
2 UANG 352 440 88 25.00
3 ARGO 1,025 1,280 255 24.88
4 PGUN 260 324 64 24.62
5 LPIN 226 270 44 19.47
6 PRIM 278 320 42 15.11
7 KBLI 408 468 60 14.71
8 PEGE 109 124 15 13.76
9 APLI 110 124 14 12.73
10 MARK 720 805 85 11.81
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 111 100 -11 -9.91
2 PANS 930 865 -65 -6.99
3 NASA 129 120 -9 -6.98
4 GHON 1,650 1,535 -115 -6.97
5 CANI 173 161 -12 -6.94
6 ARTA 348 324 -24 -6.90
7 MREI 5,450 5,075 -375 -6.88
8 BUKK 730 680 -50 -6.85
9 PURA 132 123 -9 -6.82
10 LCKM 352 328 -24 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 438 474 36 8.22
2 KRAS 346 350 4 1.16
3 BCAP 158 159 1 0.63
4 ENVY 126 133 7 5.56
5 BBRI 3,140 3,110 -30 -0.96
6 TOWR 1,070 1,065 -5 -0.47
7 BNGA 755 830 75 9.93
8 BULL 304 326 22 7.24
9 TLKM 3,110 3,110 0 0.00
10 PWON 416 406 -10 -2.40