Portal Berita Ekonomi Kamis, 02 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:09 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,83 USD/barel.
  • 13:08 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,09 USD/barel.
  • 13:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Euro pada level 1,1264 USD/EUR.
  • 13:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Poundsterling pada level 1,2492 USD/GBP.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Yen pada level 107,45 JPY/USD.
  • 13:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.767 USD/troy ounce.
  • 11:32 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,66% di akhir sesi I.

Jengkel, Militer AS Pergoki Lagi Jet Tempur Rusia di Wilayah Libya

Jengkel, Militer AS Pergoki Lagi Jet Tempur Rusia di Wilayah Libya
WE Online, Washington -

Amerika Serikat benar-benar jengkel, sebab untuk ketiga kalinya mereka memergoki pesawat tempur milik Rusia secara aktif dipakai untuk perang sipil di Libya.

Menurut pasukan Amerika dari Komando Afrika atau USAFRICOM dalam siaran di situs resminya, Jumat (19/6/2020), jet-jet tempur Rusia dipergoki setelah didapatkan bukti foto satelit.

Baca Juga: Edan, Jet Tempur AS Jatuh Lagi di Laut Filipina, Insiden Kedua dalam Sepekan

Dalam foto satelit yang didapatkan USAFRICOM, terlihat sebuah pesawat Rusia yang sedang lepas landas dari al-Jufra, Libya. Pesawatnya berjenis MiG-29. Tak hanya itu, pesawat itu terdeteksi beroperasi di sekitar Kota Sirte, Libya.

"Keterlibatan berkelanjutan Rusia di Libya meningkatkan kekerasan dan menunda solusi politik. Rusia terus mendorong pijakan strategis di sisi selatan NATO dan ini dengan mengorbankan nyawa Libya yang tidak bersalah," kata Brigjen Korps Marinir Amerika, sekaligus direktur operasi USAFRICOM, Bradford Gering.

Sebelumnya pada akhir Mei, USAFRICOM menyebutkan setidaknya 14 MiG-29 dan beberapa Su-24 diterbangkan dari Rusia ke Suriah. Setelah transit, pesawat itu lalu diterbangkan ke Libya. Namun sebelum diterbangkan ke Libya, pesawat telah dicat dengan warna berbeda untuk penyamaran.

"Kami tahu para pejuang ini belum berada di Libya dan sedang diperbaiki. Jelas, mereka datang dari Rusia. Mereka tidak datang dari negara lain," kata direktur urusan publik USAFRICOM, Kolonel Chris Karns.

USAFRICOM menyebutkan, pengiriman pesawat tempur Rusia ke Libya merupakan sebuah pelanggaran sebab bertentangan dengan embargo senjata yang diberlakukan PBB terhadap Libya.

"Ada kekhawatiran pesawat Rusia ini diterbangkan oleh tentara bayaran PMC non-negara yang tidak berpengalaman yang tidak akan mematuhi hukum internasional. Mereka tidak terikat hukum tradisional konflik bersenjata. Jika ini benar dan pemboman terjadi, nyawa Libya yang tidak bersalah berisiko," kata Gering.

Sebagai pedagang senjata nomor satu di wilayah Afrika, Rusia terus mengambil keuntungan dari kekerasan dan ketidakstabilan di seluruh benua. PMC yang didukung pemerintah Rusia, seperti Wagner Group, aktif di enam belas negara di seluruh Afrika. Diperkirakan ada sekitar 2.000 personel Grup Wagner di Libya.

"Rusia tanpa henti menempel pada narasi penolakan tidak masuk akal di media. Sulit untuk menyangkal fakta. Campur tangan Rusia dan penutupan aktivitas di Libya terlihat dan menunda kemajuan. Kemajuan yang layak diterima rakyat Libya," kata Karns.

Untuk diketahui, kondisi Libya memang sedang memburuk setelah terjadi perang antara pasukan Tentara Nasional Libya atau LNA dengan pasukan dari Pemerintah Negara Kesepakatan alias GNA.

Diketahui juga, LNA saat ini memang sedang terdesak karena mengalami banyak kekalahan di beberapa kota. Dan untuk membalas kekalahan itu, sejak sepekan terakhir LNA mengerahkan pesawat tempur untuk menyerang GNA terutama di Kota Sirte. Kuat dugaan pesawat kiriman Rusia yang dipakai LNA.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Jet Tempur, Militer Rusia

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,889.98 3,850.24
British Pound GBP 1.00 18,203.63 18,018.17
China Yuan CNY 1.00 2,064.12 2,043.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,588.58 14,443.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,093.84 9,986.18
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,882.30 1,863.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,469.77 10,363.36
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,426.74 16,257.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.16 3,367.55
Yen Jepang JPY 100.00 13,573.30 13,434.49
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4914.388 8.996 694
2 Agriculture 1033.612 6.089 22
3 Mining 1237.133 13.181 48
4 Basic Industry and Chemicals 724.437 2.772 80
5 Miscellanous Industry 867.914 0.790 52
6 Consumer Goods 1786.432 -14.465 57
7 Cons., Property & Real Estate 318.840 -3.200 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 877.775 -5.404 78
9 Finance 1070.550 10.957 93
10 Trade & Service 605.018 -1.118 172
No Code Prev Close Change %
1 EPAC 110 148 38 34.55
2 NATO 288 360 72 25.00
3 INCI 344 430 86 25.00
4 ARTO 1,770 2,210 440 24.86
5 PLIN 2,330 2,830 500 21.46
6 SMDR 190 230 40 21.05
7 INPS 1,740 2,070 330 18.97
8 SSTM 500 580 80 16.00
9 TKIM 5,150 5,925 775 15.05
10 MARK 470 540 70 14.89
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 430 400 -30 -6.98
2 AMFG 3,300 3,070 -230 -6.97
3 YPAS 460 428 -32 -6.96
4 ITIC 1,440 1,340 -100 -6.94
5 IDPR 202 188 -14 -6.93
6 PANR 101 94 -7 -6.93
7 TCPI 4,650 4,330 -320 -6.88
8 LION 320 298 -22 -6.88
9 STTP 8,000 7,450 -550 -6.88
10 BSSR 1,455 1,355 -100 -6.87
No Code Prev Close Change %
1 PURA 95 96 1 1.05
2 TKIM 5,150 5,925 775 15.05
3 TLKM 3,050 3,040 -10 -0.33
4 TOWR 1,020 1,020 0 0.00
5 IPTV 376 374 -2 -0.53
6 PTBA 2,020 2,090 70 3.47
7 BCAP 156 157 1 0.64
8 INKP 5,975 6,300 325 5.44
9 BBCA 28,475 29,000 525 1.84
10 BBRI 3,030 3,060 30 0.99