Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

Cuma dengan Teknologi Super-EMP Baru Ini, China Bisa dengan Mudah Lumpuhkan AS

Cuma dengan Teknologi Super-EMP Baru Ini, China Bisa dengan Mudah Lumpuhkan AS
WE Online, Washington -

Sebuah laporan sebuah gugus tugas di Amerika Serikat (AS) memberi tahu Kongres bahwa China telah mengembangkan tiga senjata nuklir khusus yang mampu menyerang jaringan listrik Amerika. Gugus tugas itu juga menuding Beijing berniat menggunakan senjata itu dalam skenario serangan nuklir pertama.

Dalam laporan bertanggal 10 Juni 2020, EMP Task Force on National and Homeland Security (Gugus Tugas EMP tentang Keamanan Dalam Negeri dan Nasional) mengatakan Beijing telah mengembangkan tiga jenis senjata nuklir khusus yang mampu menghasilkan gelombang elektromagnetik masif (EMP) yang akan melumpuhkan sistem kelistrikan AS sebagai serangan pendahuluan.

Baca Juga: Menengok Peta Kekuatan Militer India dan China Jika Perang Pecah, Siapa yang Menang?

"Doktrin nuklir China 'No First Use', seperti USSR (Republik Sosialis Uni Soviet) selama Perang Dingin, hampir pasti disinformasi," kata Peter Pry, direktur eksekutif gugus tugas tersebut, dalam laporannya yang dilansir Sputnik, Jumat (19/6/2020).

Pry berpendapat bahwa dengan mempertimbangkan kemampuan pertahanan China dan metode pendeteksian, kebijakan "No First Use" tidak sesuai dengan akal sehat.

Sebagai contoh, China tidak memiliki sistem peringatan dini rudal balistik dan sistem deteksi satelit yang sama dengan AS yang dapat mengingatkannya akan serangan masuk seperti itu, dan arsenal nuklirnya yang kecil—diperkirakan 320 hulu ledak nuklir pada Januari lalu oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI)—akan menderita persentase besar kerugian dalam serangan pertama, apakah itu datang dari AS, Rusia atau bahkan India.

Untuk menyampaikan serangan seperti itu, menurut laporan tersebut, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China memiliki setidaknya tiga metode.

Salah satunya adalah "Super-EMP", atau hulu ledak nuklir yang dirancang untuk memaksimalkan gelombang kejut elektromagnetik, daripada kekuatan destruktif mentahnya.

Senjata semacam itu bisa diledakkan tinggi di atmosfer—AS tahu karena pernah menguji senjata seperti itu dalam tes "Starfish Prime" tahun 1962—dan menonaktifkan perangkat elektronik untuk radius besar di sekitarnya, dari komputer ke jaringan listrik hingga pesawat terbang.

Metode pengiriman kedua yang disebutkan dalam laporan itu adalah senjata hipersonik, baik kendaraan yang meluncur atau rudal jelajah yang mampu melakukan perjalanan begitu cepat sehingga pertahanan udara musuh tidak dapat mencegatnya. China diyakini telah menciptakan setidaknya dua senjata hipersonik.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Militer AS, Amerika Serikat (AS), China (Tiongkok)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Creative Commons

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,903.38 3,863.51
British Pound GBP 1.00 18,244.37 18,061.39
China Yuan CNY 1.00 2,071.79 2,050.85
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,638.83 14,493.17
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.25 10,033.62
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,888.83 1,870.01
Dolar Singapura SGD 1.00 10,496.79 10,388.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,462.83 16,294.67
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.30 3,379.15
Yen Jepang JPY 100.00 13,614.98 13,478.26
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4973.794 7.014 694
2 Agriculture 1035.202 -3.361 22
3 Mining 1268.499 25.710 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.463 13.240 80
5 Miscellanous Industry 874.938 -3.179 52
6 Consumer Goods 1815.479 0.475 57
7 Cons., Property & Real Estate 321.161 -5.097 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 897.578 2.421 78
9 Finance 1073.299 -2.447 93
10 Trade & Service 605.597 0.226 172
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 103 139 36 34.95
2 EPAC 199 268 69 34.67
3 INDS 1,940 2,420 480 24.74
4 AMAR 308 384 76 24.68
5 PDES 390 470 80 20.51
6 MARK 540 650 110 20.37
7 DNAR 226 270 44 19.47
8 DAYA 600 700 100 16.67
9 DSSA 19,500 22,400 2,900 14.87
10 GLOB 168 190 22 13.10
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 372 346 -26 -6.99
2 MSIN 316 294 -22 -6.96
3 SMMA 17,700 16,475 -1,225 -6.92
4 BIKA 188 175 -13 -6.91
5 FOOD 145 135 -10 -6.90
6 INPS 1,960 1,825 -135 -6.89
7 HDFA 160 149 -11 -6.88
8 PRAS 146 136 -10 -6.85
9 AMFG 3,070 2,860 -210 -6.84
10 PLIN 2,640 2,460 -180 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 PURA 97 92 -5 -5.15
2 TOWR 1,040 1,090 50 4.81
3 PTPP 980 955 -25 -2.55
4 BCAP 158 158 0 0.00
5 TKIM 6,500 6,250 -250 -3.85
6 TCPI 4,340 4,150 -190 -4.38
7 TLKM 3,140 3,120 -20 -0.64
8 MNCN 890 915 25 2.81
9 JPFA 1,150 1,175 25 2.17
10 MAIN 570 615 45 7.89