Portal Berita Ekonomi Selasa, 14 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,14% pada level 25.477.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,11% pada level 2.183.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,87% pada level 22.587.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,83% pada level 3.414.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,16% pada level 2.626.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,46% pada level 6.147.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,29% terhadap Yuan pada level 7,01 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,17% terhadap Dollar AS pada level 14.450 IDR/USD.

Dokumen Ini Bocorkan Terlibatnya Putin saat Obama Mau Ciptakan Negara Palestina

Dokumen Ini Bocorkan Terlibatnya Putin saat Obama Mau Ciptakan Negara Palestina
WE Online, Tel Aviv -

Sejumlah dokumen dengan status declassified atau secara resmi tidak lagi rahasia mengungkap bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mencegah mantan Barack Obama menciptakan negara Palestina berdasarkan perbatasan 1948.

Pada akhir 2016, Obama yang kala itu Presiden Amerika Serikat (AS) berupaya mengesahkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut Israel melepaskan wilayah Tepi Barat dan menerima resolusi dua negara berdasarkan perbatasan 1948.

Baca Juga: Ya Tuhan, Pemukim Israel Membakar Ladang Warga Palestina di Tepi Barat

Tindakan Putin itu merupakan lobi khusus Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

The Jerusalem Post pada Kamis (18/6/2020) melaporkan dokumen-dokumen transkrip percakapan telepon antara mantan penasihat Presiden AS Donald Trump, Michael Flynn dan mantan Duta Besar Rusia untuk PBB Sergey Kislyak mengonfirmasi bahwa PM Netanyahu melobi Kremlin dan pemerintahan Trump—pemerintah presiden terpilih AS tahun 2016)—untuk mengekang inisiatif yang menurutnya tidak sesuai dengan kebutuhan keamanan jangka panjang Israel.

Israel, tampaknya, mengetahui langkah yang direncanakan ketika bekerja melawan Resolusi 2334 DK PBB yang dikoordinasikan pemerintahan Obama. Itu adalah resolusi pertama sejak 1979 untuk mengutuk Israel atas kebijakan permukiman. Yang patut diingat, AS abstain dari pemungutan suara DK PBB—memungkinkan jalannya resolusi—dalam salah satu tindakan terakhir Obama sebagai presiden Amerika.

Kebijakan AS secara tradisional adalah sebagai pelindung diplomatik Israel, melindungi negara mayoritas Yahudi itu dari resolusi yang merugikannya. Namun, abstainnya pemerintah Obama kala itu muncul sebagai kejutan, yang menarik reaksi keras dari para pejabat Israel.

Bahkan saat itu para pejabat Zionis Israel menggambarkannya sebagai dukungan "resolusi anti-Israel yang ekstrem di belakang punggung Israel yang akan menjadi pemicu teror dan boikot."

Israel Hayom melaporkan awal pekan ini bahwa Netanyahu menghubungi Putin setelah mengetahui tentang rencana Obama, dengan mengatakan perkembangan seperti itu dapat mengacaukan keseimbangan kekuatan yang selalu rapuh di Timur Tengah.

Kedua pemimpin telah melakukan kontak dekat untuk mengoordinasikan masalah militer dan keamanan yang berkaitan dengan kehadiran Rusia di Suriah.

Transkrip percakapan telepon Kislyak-Flynn yang dikutip oleh Jerusalem Post mengutip pejabat Rusia yang mengatakan;

"Kami ingin menyampaikan kepada Anda dan melalui Anda kepada presiden terpilih bahwa kami memiliki keraguan signifikan tentang gagasan mengadopsi sekarang prinsip-prinsip untuk Timur Tengah bahwa rekan kerja Amerika kita mendorong untuk (itu)."

Menteri Luar Negeri pemerintah Obama kala itu; John Kerry, kemudian menyadari bahwa veto Rusia membuyarkan harapan mereka untuk meloloskan resolusi 2334 DK PBB.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Vladimir Putin, Barack Obama, Osama bin Mohammed bin Awad bin Laden, Palestina

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: (Foto: Istimewa)

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,888.90 3,849.18
British Pound GBP 1.00 18,294.87 18,111.39
China Yuan CNY 1.00 2,081.25 2,059.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,584.56 14,439.44
Dolar Australia AUD 1.00 10,115.85 10,013.75
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,881.68 1,862.94
Dolar Singapura SGD 1.00 10,472.15 10,367.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,538.89 16,369.99
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,417.59 3,379.23
Yen Jepang JPY 100.00 13,605.00 13,465.86
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5079.122 14.675 696
2 Agriculture 1082.119 3.406 23
3 Mining 1314.351 -11.407 48
4 Basic Industry and Chemicals 779.246 11.753 80
5 Miscellanous Industry 890.379 7.993 52
6 Consumer Goods 1834.167 20.790 57
7 Cons., Property & Real Estate 311.880 -3.266 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.143 -3.438 78
9 Finance 1118.444 0.879 93
10 Trade & Service 605.111 -0.592 173
No Code Prev Close Change %
1 INDO 118 159 41 34.75
2 WOWS 50 67 17 34.00
3 AGRO 154 206 52 33.77
4 NIKL 500 625 125 25.00
5 SMBR 328 410 82 25.00
6 UANG 550 685 135 24.55
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 MBTO 64 79 15 23.44
9 DADA 88 104 16 18.18
10 KMTR 238 274 36 15.13
No Code Prev Close Change %
1 TALF 230 214 -16 -6.96
2 INCI 505 470 -35 -6.93
3 TCPI 3,480 3,240 -240 -6.90
4 HDFA 160 149 -11 -6.88
5 TNCA 160 149 -11 -6.88
6 CENT 102 95 -7 -6.86
7 POLL 5,100 4,750 -350 -6.86
8 DNAR 268 250 -18 -6.72
9 CANI 150 140 -10 -6.67
10 SOFA 90 84 -6 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 482 490 8 1.66
2 PURA 117 121 4 3.42
3 DOID 210 216 6 2.86
4 KAEF 1,195 1,340 145 12.13
5 BBRI 3,160 3,170 10 0.32
6 TOWR 1,065 1,065 0 0.00
7 INDY 930 920 -10 -1.08
8 TLKM 3,090 3,080 -10 -0.32
9 INAF 1,025 1,180 155 15.12
10 PTBA 2,170 2,140 -30 -1.38