Portal Berita Ekonomi Rabu, 08 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,59% pada level 26.129.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,24% pada level 2.158.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,78% pada level 22.438.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,74% pada level 3.403.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,31% pada level 2.669.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,17% pada level 6.200.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 7,01 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,21% terhadap Dollar AS pada level 14.410 IDR/USD.

Pertalite & Premium Bakal Dihapus, Ahok Kena Semprot Alumni 212, 'Buat Susah Rakyat Indonesia!'

Pertalite & Premium Bakal Dihapus, Ahok Kena Semprot Alumni 212, 'Buat Susah Rakyat Indonesia!'
WE Online, Bogor -

PT Pertamina Persero berniat menghapus bahan bakar minyak (BBM) yang tidak ramah lingkungan, yakni: premium, pertalite, dan solar.

Persaudaraan Alumni 212 malah menyalahkan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, perihal penghapusan bahan bakar minyak tersebut.

"Ketika Ahok dijadikan Komut Pertamina maka akan menjadi musibah buat rakyat, akan dibuat resah lagi karena Ahok tidak pernah lepas dari sumber masalah serta produk gagal dan memang dipasang untuk dijadikan sumber kegaduhan dan adu domba," kata Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin di Jakarta, Sabtu (20/6/2020).

Baca Juga: Koar-Koar Soal BBM, Rektor UIC Tampol Orang Demokrat: Kalau Gak Paham Jangan Ngomong, Malu..

Baca Juga: Pengamat: Penghapusan Premium dan Pertalite Buka Peluang Besar Kompetitor Pertamina

Novel mengatakan Indonesia tidak pernah kekurangan dari putra-putri terbaiknya. Bahkan putra putri asli bumi pertiwi yang jelas kesetiaannya bukan pengkhianat yang mengagendakan atau menjual aset bangsa dan negara ini kepada asing.

Seharusnya, lanjut dia, harga BBM justru turun karena harga minyak mentah dunia yang turun dan sampai saat ini malah tidak turun dan sampai selisih harga kurang lebih 170 triliun.

"Apalagi saat ini kalau memang benar pertalite dihapus setelah premium hilang dari pasaran maka jelas akan sangat membuat susah rakyat Indonesia," ujarnya.

Novel menanggap Ahok lihai dan licin selalu lolos dari jerat korupsinya padahal kasus tanah Rumah Sakit Sumber Waras dan juga Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK telah menyatakan Ahok telah bersalah merugikan negara tapi setelah diperiksa 9 jam oleh KPK, diloloskan.

"Maka sudah jauh kalau Ahok ingin Indonesia menjadi bebas dari mafia migas karena justru diduga Ahoklah mafia migas sesungguhnya yang maling teriak maling," katanya.

Belum lagi, kata dia, kasus rentetan dugaan korupsi Ahok yang lain yang pernah dilaporkan salah satunya oleh Ormas Fron Pembela Islam. Kemudian kasus yang sudah divonis oleh Pengadikan Negeri Jakarta Pusat tentang ocehannya menghina agama yang membuat gaduh dunia yang memang dibela habis-habisan oleh rezim saat ini.

"Makanya Ahok dibela lagi dan diposisikan lagi karena memang sudah ada kepentingan aseng," katanya.

Tentunya, ia menambahkan, apa yang dihadapi sekarang bahwa rakyat Indonesia ingin terus dibuat susah karena harga-harga menjadi naik dan stabilas ekonomi terganggu dan otomatis maka jadi masalah buat negara.

"Sehingga negara makin terjerat utang lagi dengan China dan Indonesia sudah tidak mampu bayar dan semakin jatuhlah Indonesia dikuasai China bahkan bisa menjadi negara bagian dari China," ujarnya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Bahan Bakar Minyak (BBM), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Alumni 212

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Antara/MN Kanwa

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,874.97 3,835.39
British Pound GBP 1.00 18,239.49 18,056.56
China Yuan CNY 1.00 2,069.18 2,048.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,532.30 14,387.70
Dolar Australia AUD 1.00 10,082.51 9,979.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,875.11 1,856.43
Dolar Singapura SGD 1.00 10,415.18 10,307.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,386.62 16,219.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.78 3,359.26
Yen Jepang JPY 100.00 13,502.09 13,366.50
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5076.174 89.092 696
2 Agriculture 1053.282 3.458 23
3 Mining 1285.485 -1.348 48
4 Basic Industry and Chemicals 767.391 12.923 80
5 Miscellanous Industry 884.491 9.808 52
6 Consumer Goods 1825.015 16.933 57
7 Cons., Property & Real Estate 320.091 2.027 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.562 6.004 78
9 Finance 1118.359 38.701 93
10 Trade & Service 607.190 1.359 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 155 208 53 34.19
2 UANG 226 282 56 24.78
3 PURA 114 141 27 23.68
4 TRUK 110 131 21 19.09
5 INKP 6,675 7,575 900 13.48
6 SMMA 15,300 17,200 1,900 12.42
7 ESIP 174 195 21 12.07
8 DPNS 242 270 28 11.57
9 DMAS 165 181 16 9.70
10 BBTN 1,225 1,340 115 9.39
No Code Prev Close Change %
1 JKON 400 372 -28 -7.00
2 NZIA 200 186 -14 -7.00
3 BINA 940 875 -65 -6.91
4 DNAR 290 270 -20 -6.90
5 ITIC 1,235 1,150 -85 -6.88
6 BYAN 13,900 12,950 -950 -6.83
7 KBLV 410 382 -28 -6.83
8 KBLI 470 438 -32 -6.81
9 PDES 500 466 -34 -6.80
10 GHON 1,840 1,715 -125 -6.79
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,030 3,190 160 5.28
2 PURA 114 141 27 23.68
3 BRIS 452 440 -12 -2.65
4 BBTN 1,225 1,340 115 9.39
5 BBNI 4,600 4,800 200 4.35
6 TKIM 6,625 7,100 475 7.17
7 BBCA 29,950 31,000 1,050 3.51
8 TLKM 3,120 3,150 30 0.96
9 TOWR 1,095 1,075 -20 -1.83
10 MDKA 1,375 1,450 75 5.45