Portal Berita Ekonomi Senin, 06 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:33 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,81 USD/barel.
  • 16:33 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 43,50 USD/barel.
  • 16:16 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,35% terhadap Euro pada level 1,1287 USD/EUR.
  • 16:15 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,2494 USD/GBP.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 3,81% pada level 26.339.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,65% pada level 2.187.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,83% pada level 22.714.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 5,71% pada level 3.332.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,30% pada level 2.687.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,93% pada level 6.276.
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,47% terhadap Yuan pada level 7,03 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,22% terhadap Dollar AS pada level 14.490 IDR/USD.
  • 16:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 107,54 JPY/USD.
  • 16:08 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.777 USD/troy ounce.

Gak Mau Kecolongan, India Bakal Suplai Ribuan Senjata Khusus buat Hadapi Militer China

Gak Mau Kecolongan, India Bakal Suplai Ribuan Senjata Khusus buat Hadapi Militer China
WE Online, New Delhi -

Pemerintah India dalam waktu dekat ini akan mensuplai 2000 paket senjata pentungan khusus dan baju pelindung tubuh (Body Protector) untuk para tentara yang bertugas menjaga perbatasan di sepanjang Ladakh. 

Hal itu dilakukan untuk langkah antisipasi jika bentrokan fisik antara pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dan Angkatan Bersenjata India (BSS) kembali terjadi di sepanjang perbatasan Line of Actual Control (LAC), Lembah Galwan, Ladakh.

Baca Juga: Gila! Militer China Kabarnya Habisi Puluhan Tentara India dengan Cara Mutilasi

"Para prajurit di sepanjang LAC akan mendapatkan 500 set baju pelindung segera dalam angsuran pertama. Tentara telah memerintahkan total sekitar 2.000 set baju pelindung dan pentungan," kata seorang perwira tinggi militer India yang tidak disebutkan namanya sebagaimana dikutip dari Hindustan Times.

Lebih jauh ia memaparkan, penambahan atribut baju pelindung diri dan pentungan itu dilakukan setelah mendapatkan laporan dari para tentara penjaga perbatasan atas insiden berdarah yang terjadi di Lembah Galwan pada hari Selasa (16/6/2020) lalu. 

Menurut laporan tentara penjaga perbatasan India, para Tentara PLA penjaga perbatasan China menyerang pasukan militer India dengan menggunakan pentungan atau tongkat bertabur paku, batu, hingga tongkat besi. Insiden berdarah di Lembah Galwan itu telah menyebabkan 20 orang pasukan India meninggal dunia, termasuk seorang Perwira Kolonel Bikkamalla Santosh Babu. 

Bentrokan fisik di Lembah Galwan kemarin membawa hubungan antara kedua kekuatan nuklir ke level terendah sepanjang masa.

Bentrokan mematikan itu terjadi ditengah delegasi militer dari India dan Cina mengadakan pembicaraan di dua lokasi di sepanjang LAC --perwira berpangkat brigadir bertemu di Lembah Galwan dan perwira pangkat kolonel di Hot Springs-- sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk melonggarkan dan melepaskan ketegangan di sepanjang perbatasan Ladakh.

Menurut ketentuan perjanjian tentang langkah-langkah membangun kepercayaan di bidang militer di sepanjang LAC, yang ditandatangani oleh India dan China pada November 1996, kedua pihak tidak akan menembaki atau melakukan operasi ledakan dalam jarak dua kilometer dari LAC.

Perjanjian itulah yang melatarbelakangi bentrokan fisik yang terjadi di Lembah Galwan kemarin menggunakan pentungan 'berselimutkan paku', batu, hingga pentungan besi.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: China (Tiongkok), India

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: (Foto: AFP)

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,897.77 3,858.57
British Pound GBP 1.00 18,246.90 18,058.10
China Yuan CNY 1.00 2,071.43 2,050.56
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,619.74 14,474.27
Dolar Australia AUD 1.00 10,172.42 10,063.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,886.39 1,867.60
Dolar Singapura SGD 1.00 10,498.92 10,390.72
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,477.91 16,312.50
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,415.83 3,377.89
Yen Jepang JPY 100.00 13,571.98 13,435.69
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4988.866 15.072 695
2 Agriculture 1045.460 10.258 22
3 Mining 1286.898 18.399 48
4 Basic Industry and Chemicals 757.405 6.942 80
5 Miscellanous Industry 875.383 0.445 52
6 Consumer Goods 1815.510 0.031 57
7 Cons., Property & Real Estate 319.383 -1.778 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 894.669 -2.909 78
9 Finance 1078.408 5.109 93
10 Trade & Service 606.641 1.044 173
No Code Prev Close Change %
1 UANG Tbk. 125 168 43
2
3
4
5
6
7
8
9
10
No Code Prev Close Change %
1 AMFG Tbk. 2,860 2,660 -200
2
3
4
5
6
7
8
9
10
No Code Prev Close Change %
1 TOWR Tbk. 1,090 1,110 20
2
3
4
5
6
7
8
9
10