Portal Berita Ekonomi Sabtu, 11 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,66% pada level 10.617.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 1,44% pada level 26.075.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,05% pada level 3.185.
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 0,76% pada level 6.095.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yen pada level 106,93 JPY/USD.
  • 09:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.798 USD/troy ounce.

Bangkitnya UMKM: Jeli Lihat Peluang di Era New Normal

Bangkitnya UMKM: Jeli Lihat Peluang di Era New Normal
WE Online, Jakarta -

Di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada UMKM, kebijakan era normal baru atau new normal oleh pemerintah diharapkan membangkitkan lagi geliat bisnis sehingga laju perekonomian bisa terus bergerak.

Pasalnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), setidaknya ada 163.713 UMKM dan 1.785 koperasi terkena dampak Covid-19. Turunnya permintaan secara signifikan menjadi permasalahan utama bagi ekonomi UKM.

Baca Juga: Bertahan Hidup, UMKM Butuh Kehadiran Pemerintah

Untuk bertahan pada situasi saat ini, masyarakat harus bijak dalam merancang strategi dan inovasi dalam berbisnis dengan memilih sektor bisnis yang menjadi prioritas sektor Covid-19 benefit, seperti yang disebutkan oleh Sandiaga Uno dalam Virtual Talkshow bertema "Strategi Korporasi dalam Membantu dan Mengembangkan UMKM Indonesia di Era New Normal", Kamis (18/6/2020).

Selain itu, pemerintah dan korporasi perlu memperhatikan bagaimana cara meningkatkan kewirausahaan melalui generasi milenial yang sebenarnya 55% ingin mandiri dengan membuka usaha sendiri. Tentu ini menjadi gerbang di era new normal dan masyarakat harus sudah mulai melakukan akselerasi digital dengan cara kolaborasi atau mewadahi anak muda dalam memulai usaha.

"Tahun 1998 dan 2008 sektor korporasi sempat bailout akibat krisis yang terjadi di negara ini, tapi UMKM tetap kokoh dan tangguh sebagai frontman dalam menyelamatkan perekonomian nasional. Namun, 2020 UMKM menjadi yang paling terpukul jatuh di ronde awal," ungkap Sandiaga Uno.

Namun, pemerintah tidak ambil diam dalam menyikapi hal tersebut. Melalui Kementerian Koperasi dan UMKM, Teten Masduki mengungkapkan bahwa dia optimis UMKM Indonesia dapat recovery dengan cepat. Teten juga memberikat 5 paket kebijakan yang disinyalir membantu UMKM Indonesia untuk cepat pulih. Diharapkan, pada tahun 2021 kondisi perekonomian melalui sektor UMKM dapat kembali stabil.

Maka dari itu, pembangunan UMKM menjadi prioritas pembangunan dalam meningkatkan daya beli dengan menciptakan program yang berkaitan dengan produksi dan pelatihan khusus dalam meningkatkan kapasitas UMKM.

"Kita mendorong UMKM lagi di sentra-sentra, kalo perlu nanti ada kawasan ekonomi khusus untuk UMKM, ada kawasan berikat untuk UMKM, supaya lebih mudah pembinaanya. Permasalahannya sekarang banyaknya UMKM yang gagal masuk ke platform digital adalah kurangnya produksi ketika adanya permintaan yang banyak ketika masuk market online," tangkas Teten.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah akuntabilitas dalam mengelola keuangan dan mitigasi krisis. Banyak pelaku UMKM yang belum memahami bagaimana mengelola keuangan secara efektif. Seringkali menemukan kasus bahwa UMKM masih "buta akuntansi". Tidak adanya catatan keuangan bisnis akan menyulitkan UMKM apa yang harus diprioritaskan.

Untuk itu, ada 3 hal penting dalam mengelola atau memulai suatu bisnis menurut Melvin Mumpuni, yaitu komunikasi, perkuat sistem SDM, dan kuasai apa yang akan diproduksi. Itu menjadi pemahaman dasar bagaimana mindset yang harus dikelola seorang yang ingin memulai usaha.

Baca Juga

Tag: Entrepreneur, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM), Sandiaga Salahuddin Uno

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: JPROF

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5031.256 -21.538 696
2 Agriculture 1053.805 -9.893 23
3 Mining 1284.564 -7.045 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.577 -2.704 80
5 Miscellanous Industry 872.398 -10.019 52
6 Consumer Goods 1799.024 -18.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 316.058 -3.797 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 893.846 -4.992 78
9 Finance 1112.206 1.603 93
10 Trade & Service 603.264 -3.289 173
No Code Prev Close Change %
1 FITT 53 71 18 33.96
2 UANG 352 440 88 25.00
3 ARGO 1,025 1,280 255 24.88
4 PGUN 260 324 64 24.62
5 LPIN 226 270 44 19.47
6 PRIM 278 320 42 15.11
7 KBLI 408 468 60 14.71
8 PEGE 109 124 15 13.76
9 APLI 110 124 14 12.73
10 MARK 720 805 85 11.81
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 111 100 -11 -9.91
2 PANS 930 865 -65 -6.99
3 NASA 129 120 -9 -6.98
4 GHON 1,650 1,535 -115 -6.97
5 CANI 173 161 -12 -6.94
6 ARTA 348 324 -24 -6.90
7 MREI 5,450 5,075 -375 -6.88
8 BUKK 730 680 -50 -6.85
9 PURA 132 123 -9 -6.82
10 LCKM 352 328 -24 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 438 474 36 8.22
2 KRAS 346 350 4 1.16
3 BCAP 158 159 1 0.63
4 ENVY 126 133 7 5.56
5 BBRI 3,140 3,110 -30 -0.96
6 TOWR 1,070 1,065 -5 -0.47
7 BNGA 755 830 75 9.93
8 BULL 304 326 22 7.24
9 TLKM 3,110 3,110 0 0.00
10 PWON 416 406 -10 -2.40