Portal Berita Ekonomi Selasa, 07 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,38% pada level 25.975.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,09% pada level 2.164.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,44% pada level 22.614.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,37% pada level 3.345.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,05% pada level 2.661.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,08% pada level 6.217.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yuan pada level 7,02 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,35% terhadap Dollar AS pada level 14.440 IDR/USD.

HUT DKI Jakarta, Anies Bicara Soal Macet dan Banjir

HUT DKI Jakarta, Anies Bicara Soal Macet dan Banjir
WE Online, Jakarta -

DKI Jakarta hari ini berulang tahun ke-493. Tentunya, masalah-masalah tidak lepas dari kota metropolitan ini. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membahas mengenai berbagai pencapaian dalam mengatasi masalah yang ada di Jakarta.

Kemacetan, Anies menyampaikan untuk mengatasi hal itu warga Jakarta kini didorong untuk menggunakan transportasi umum. Ia mengatakan, ini merupakan salah satu tantangan dalam pengelolaan transportasi. Untuk itu, dibangun transportasi yang terintegrasi dan di bawah kepemimpinannya program itu disebut Jak-Lingko.

Baca Juga: Indikator Politik: Anies Sulit Ambil Hati Partisan Jokowi

Kini dari program yang mengintegrasikan moda transportasi itu sudah ada sekitar 4 stasiun yang diresmikan dan terintegrasi dalam program Jak-Lingko.

"Kita alhamdulillah dalam tiga tahun ini jumlah pengguna kendaraan umum dari 350 ribu per hari meningkat menjadi 1 juta. Ada 650 ribu orang yang dulu (menggunakan) kendaraan pribadi, sekarang kendaraan umum," kata Anies, Senin (22/6/2020).

Akan tetapi, Anies menyampaikan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, memang penggunaan kendaraan umum sedang menurun. Penurunan ini dirasa karena kendaraan pribadi lebih aman dari penularan Covid-19.

Hingga kini, Jakarta juga belum memberlakukan sistem ganjil-genap untuk kendaraan pribadi. Imbasnya beberapa ruas jalan mengalami kemacetan. Namun, Anies memaklumi hal itu terjadi di saat pandemi sekarang. "Kalau setelah pandemi ini kita dorong lagi naik kendaraan umum," katanya.

Masalah lain yaitu banjir, Anies mengatakan program pengendalian terus dijalankan. Program itu meliputi pengerukan sungai hingga penyelesaiaan di hulu, yakni air yang datang dari wilayah Bogor.

Bekerja sama dengan Kementerian PUPR, pengendalian itu dilakukan dengan membangun bendungan agar volume air menuju Jakarta bisa dikendalikan. Anies menyampaikan bahwa persoalan banjir di Jakarta adalah ketika volume air dari hulu sangat tinggi. Sementara, jika hujan lokal, ia mengklaim jika sistem di Jakarta masih bisa mengatasinya.

"Kalau hujan yang kita alami di Jakarta selama hujannya dengan volume normal, sistem yang ada di kita bisa mengendalikan dengan baik," katanya.

Sementara, apa yang terjadi pada awal tahun 2020, Anies mengatakan saat itu volume air hujan tidak normal atau ekstrem. Hujan saat itu adalah yang paling ekstrem selama 150 tahun sehingga hampir seluruh wilayah digenangi banjir dengan volume air yang cukup tinggi. Namun jika curah hujan normal, menurutnya, tidak akan menjadi masalah.

"Insyaallah sistem kita bisa meng-handle dengan cepat," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Anies Baswedan, Kemacetan, Banjir

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.90 3,834.33
British Pound GBP 1.00 18,157.44 17,975.33
China Yuan CNY 1.00 2,073.04 2,051.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,528.28 14,383.72
Dolar Australia AUD 1.00 10,124.76 10,021.14
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,874.62 1,855.94
Dolar Singapura SGD 1.00 10,436.98 10,330.91
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,440.20 16,270.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.00 3,365.40
Yen Jepang JPY 100.00 13,533.56 13,395.16
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4987.082 -1.784 696
2 Agriculture 1049.824 4.364 23
3 Mining 1286.833 -0.065 48
4 Basic Industry and Chemicals 754.468 -2.937 80
5 Miscellanous Industry 874.683 -0.700 52
6 Consumer Goods 1808.082 -7.428 57
7 Cons., Property & Real Estate 318.064 -1.319 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 900.558 5.889 78
9 Finance 1079.658 1.250 93
10 Trade & Service 605.831 -0.810 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 115 155 40 34.78
2 UANG 168 226 58 34.52
3 TECH 131 170 39 29.77
4 ARGO 820 1,025 205 25.00
5 ANJT 496 605 109 21.98
6 KBLI 394 470 76 19.29
7 YPAS 402 468 66 16.42
8 PURA 98 114 16 16.33
9 BRIS 396 452 56 14.14
10 LPIN 224 254 30 13.39
No Code Prev Close Change %
1 MASA 575 535 -40 -6.96
2 EMTK 4,900 4,560 -340 -6.94
3 PEHA 1,230 1,145 -85 -6.91
4 LMAS 58 54 -4 -6.90
5 ATIC 870 810 -60 -6.90
6 LIFE 7,250 6,750 -500 -6.90
7 PRIM 320 298 -22 -6.88
8 VRNA 131 122 -9 -6.87
9 HELI 264 246 -18 -6.82
10 KRAH 470 438 -32 -6.81
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 396 452 56 14.14
2 PURA 98 114 16 16.33
3 KPIG 110 111 1 0.91
4 BCAP 157 157 0 0.00
5 BBRI 3,040 3,030 -10 -0.33
6 IPTV 364 362 -2 -0.55
7 TLKM 3,050 3,120 70 2.30
8 ANTM 640 650 10 1.56
9 TKIM 6,200 6,625 425 6.85
10 TOWR 1,110 1,095 -15 -1.35