Lockdown Ketat Berbuah Manis, Spanyol Buka Kembali Kran Wisatawan Asing

Lockdown Ketat Berbuah Manis, Spanyol Buka Kembali Kran Wisatawan Asing Kredit Foto: Reuters/Sergio Perez

Spanyol, yang merupakan negara dengan jumlah kematian akibat Covid-19 terbanyak ketiga di antara negara Uni Eropa, juga telah membuka keran wisatawan asing.

Namun Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyatakan protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat, walau pelonggaran aktivitas diberlakukan.

Baca Juga: 4 Pelajaran Penting dari Flu Spanyol untuk Lawan Corona Bagi Bill Gates

Keadaan darurat di Spanyol diputuskan pada 14 Maret lalu. Selama beberapa minggu, orang-orang di negara itu tidak bisa keluar, termasuk untuk berolahraga.

Pemerintah setempat juga tidak mengizinkan anak-anak meninggalkan rumah dengan alasan apa pun.

Spanyol dikunjungi 80 juta wisatawan per tahun. Industri pariwisata menyediakan lebih dari 12 persen pendapatan bruto negara itu.

Membuka pariwisata sebelum musim panas berakhir dianggap vital untuk perekonomian Spanyol. Pemerintah Spanyol mencabut status darurat Covid-19 setelah selama tiga bulan menerapkan penutupan wilayah yang paling ketat di Eropa.

Pemeriksaan suhu tubuh akan diterapkan kepada setiap orang yang tiba di berbagai bandara internasional Spanyol. Para pendatang itu juga akan diminta memberi tahu otoritas bandara apakah mereka pernah terpapar Covid-19.

Spanyol membuka perbatasan mereka untuk seluruh penduduk dari negara Uni Eropa dan negara zona Schengen lainnya yang tak tergabung dalam organisasi regional itu. Penduduk Spanyol juga bisa melakukan perjalanan tanpa batas di negara mereka sendiri.

Namun aturan jarak sosial tetap ada. Setiap orang harus berjarak 1,5 meter di ruang publik, mengenakan masker di pertokoan maupun angkutan umum, dan secara rutin mencuci tangan.

"Kita harus tetap waspada dan secara ketat mengikuti langkah-langkah kebersihan dan perlindungan," kata Sanchez.

Dia memperingatkan risiko gelombang kedua, "yang harus dihindari dengan cara apa pun". Perbatasan darat Spanyol dengan Portugal tetap ditutup hingga 1 Juli, atas permintaan Portugal.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini