Portal Berita Ekonomi Sabtu, 11 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:07 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,66% pada level 10.617.
  • 09:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 1,44% pada level 26.075.
  • 09:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup menguat 1,05% pada level 3.185.
  • 09:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup positif 0,76% pada level 6.095.
  • 09:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yen pada level 106,93 JPY/USD.
  • 09:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.798 USD/troy ounce.

Yasonna Jelaskan Alasan Dimasukkannya Habib Bahar ke Nusakambangan

Yasonna Jelaskan Alasan Dimasukkannya Habib Bahar ke Nusakambangan
WE Online, Jakarta -

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menjelaskan alasan terdakwa kasus penganiayaan Habib Bahar bin Smith ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan hingga penggundulan kepalanya.

Menurut Yasonna, penempatan di Nusakambangan dilakukan untuk melindungi Lembaga Permasyarakatan Gunung Sindur yang sebelumnya ditempati Bahar. Ia menjelaskan, saat Permenkumham 10/2020 keluar, Bahar mendapat asimilasi dan sempat dikeluarkan.

Baca Juga: Gerindra dan PKS Pertanyakan Pembatalan Asimilasi Habib Bahar ke Menkumham

Namun, kebebasan Bahar tak berlangsung lama. Dia dinilai melanggar syarat khusus asimilasi lantaran mengumpulkan massa dan mengadakan ceramah di tengah masa pembatasan sosial. "Perbuatan itu telah melanggar syarat khusus, menimbulkan keresahan masyarakat, pelanggaran pergub tentang PSBB," kata Yasonna saat memberi penjelasan ke DPR, Senin (22/6/2020).

Bahar pun diciduk kembali masuk ke Gunung Sindur. Namun, terjadi demonstrasi massa pendukung Bahar. Bahkan, kata dia, ada sejumlah massa yang merusak fasilitas Lapas Gunung Sindur yang juga berisikan lapas teroris dan bandar narkoba.

"Untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan, Habib Bahar kami pindahkan ke Nusakambangan," kata Yasonna.

Sesampainya di Nusakambangan, video Bahar berkepala plontos pun beredar. Kepala gundul Bahar ditutup kain berwarna merah. Apa yang terjadi di video tersebut pun sesuai dengan yang diakui Yasonna.

Setibanya di Nusakambangan, Bahar harus mengikuti Protap yang salah satunya adalah rambut dicukur. Bahar pun harus mengucap perpisahan dengan rambut gondrong pirangnya. Menurut Yasonna, Bahar kooperatif dalam mengikuti aturan.

"Kalau soal pangkas itu memang protap yang harus dilakukan. Beliau sangat kooperatif dan saya sudah mintakan beliau ada kesehatan semua treatment itu betul (kami) memberi perhatian soal hak beliau," ujar Yasonna.

Dalam massa penahanannya, Yasonna mengatakan, pihak keluaga dan pengacara sempat berupaya menemui Bahar. Namun, belum diperbolehkan dengan alasan Covid-19. Akhirnya, pertemuan video diupayakan Kemenkumham.

Bahkan, Yasonna mengklaim, Dirjen Permasyarakatan Reinhard Silitonga sempat menanyakan langsung pada Bahar soal kabar. Ia menyebut bahwa Bahar merasa baik-baik saja dan bersikap kooperatif.

"Jadi, saya kira kadang yang tidak tahu di luar, yang kadang banyak hipotesa di luar fakta sebenarnya," ujar Yasonna menanggapi rumor-rumor terkait Bahar.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Yasonna Hamonangan Laoly, Habib Bahar

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5031.256 -21.538 696
2 Agriculture 1053.805 -9.893 23
3 Mining 1284.564 -7.045 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.577 -2.704 80
5 Miscellanous Industry 872.398 -10.019 52
6 Consumer Goods 1799.024 -18.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 316.058 -3.797 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 893.846 -4.992 78
9 Finance 1112.206 1.603 93
10 Trade & Service 603.264 -3.289 173
No Code Prev Close Change %
1 FITT 53 71 18 33.96
2 UANG 352 440 88 25.00
3 ARGO 1,025 1,280 255 24.88
4 PGUN 260 324 64 24.62
5 LPIN 226 270 44 19.47
6 PRIM 278 320 42 15.11
7 KBLI 408 468 60 14.71
8 PEGE 109 124 15 13.76
9 APLI 110 124 14 12.73
10 MARK 720 805 85 11.81
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 111 100 -11 -9.91
2 PANS 930 865 -65 -6.99
3 NASA 129 120 -9 -6.98
4 GHON 1,650 1,535 -115 -6.97
5 CANI 173 161 -12 -6.94
6 ARTA 348 324 -24 -6.90
7 MREI 5,450 5,075 -375 -6.88
8 BUKK 730 680 -50 -6.85
9 PURA 132 123 -9 -6.82
10 LCKM 352 328 -24 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 438 474 36 8.22
2 KRAS 346 350 4 1.16
3 BCAP 158 159 1 0.63
4 ENVY 126 133 7 5.56
5 BBRI 3,140 3,110 -30 -0.96
6 TOWR 1,070 1,065 -5 -0.47
7 BNGA 755 830 75 9.93
8 BULL 304 326 22 7.24
9 TLKM 3,110 3,110 0 0.00
10 PWON 416 406 -10 -2.40