Portal Berita Ekonomi Senin, 06 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 3,81% pada level 26.339.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,65% pada level 2.187.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,83% pada level 22.714.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 5,71% pada level 3.332.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,30% pada level 2.687.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,93% pada level 6.276.
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,47% terhadap Yuan pada level 7,03 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,22% terhadap Dollar AS pada level 14.490 IDR/USD.

E-Catalog Didominasi Barang Impor, Omnibus Law Diharapkan Beri Kesempatan Barang UMKM

E-Catalog Didominasi Barang Impor, Omnibus Law Diharapkan Beri Kesempatan Barang UMKM
WE Online, Jakarta -

Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja mendapatkan dukungan dari sejumlah kalangan. Harapannya, Omnibus Law ini bisa menjadi solusi atas persoalan klasik yang dihadapi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tanah Air.

Ekonom Universitas Padjadjaran Ina Primiana mengatakan, di antara persoalan yang dihadapi UMKM adalah tidak adanya kesempatan yang diberikan kepada UMKM untuk berkembang atau naik kelas. Menurutnya, selama kesempatan tidak dibuka, kondisi UMKM akan tetap sama.

Baca Juga: Salah Sasaran, Stimulus UMKM Dinilai Hanya Parkir di Perbankan

"Sejak 12 tahun lalu saat lahir UU 20 Tahun 2008 tentang UMKM, persoalan yang dihadapi UMKM masih sama dan belum terselesaikan. Jadi, sejauh mana ketajaman RUU Cipta Kerja ini nanti bisa melihat dan menyelesaikan persoalan UMKM," kata Ina, Rabu (24/6/2020).

Jadi, menurutnya, Omnibus Law harus memberikan kesempatan bagi UMKM agar berkembang. Contohnya di perjanjian pengadaan barang pemerintah, e-catalog saat ini isinya masih barang impor semua. Seharusnya pemerintah mulai gunakan barang UMKM.

Ina mengatakan ada tren deglobalisasi melanda dunia. Dia mencatat, sejak tahun 2008 hingga 2018, perkembangan globalisasi stagnan di angka 55% hingga 60%. Hal itu terjadi karena negara-negara di dunia mulai menggunakan bahan baku industri dari dalam negeri.

"Tren ini bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengurangi impor dan mengarahkan agar UMKM menjadi pemasok bahan baku bagi industri yang lebih besar," tutur Ina.

Karena itu, Ina juga mendorong agar RUU Cipta Kerja tidak lagi mengatur hal normatif. Namun, mengatur hal konkret terkait rencana aksi pemerintah dalam memajukan sektor UMKM. Yang lebih urgen saat ini adalah bagaimana 90% dari sektor informal itu bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas.

"Sudah banyak UU yang lalu terbukti tidak mampu selesaikan persoalan UMKM. Fokus RUU Cipta Kerja ke sana saja. Jadi tidak lagi mengatur hal normatif," tutup Ina.

Baca Juga

Tag: Omnibus Law, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,897.77 3,858.57
British Pound GBP 1.00 18,246.90 18,058.10
China Yuan CNY 1.00 2,071.43 2,050.56
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,619.74 14,474.27
Dolar Australia AUD 1.00 10,172.42 10,063.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,886.39 1,867.60
Dolar Singapura SGD 1.00 10,498.92 10,390.72
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,477.91 16,312.50
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,415.83 3,377.89
Yen Jepang JPY 100.00 13,571.98 13,435.69
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4988.866 15.072 695
2 Agriculture 1045.460 10.258 22
3 Mining 1286.898 18.399 48
4 Basic Industry and Chemicals 757.405 6.942 80
5 Miscellanous Industry 875.383 0.445 52
6 Consumer Goods 1815.510 0.031 57
7 Cons., Property & Real Estate 319.383 -1.778 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 894.669 -2.909 78
9 Finance 1078.408 5.109 93
10 Trade & Service 606.641 1.044 173
No Code Prev Close Change %
1 UANG Tbk. 125 168 43
2
3
4
5
6
7
8
9
10
No Code Prev Close Change %
1 AMFG Tbk. 2,860 2,660 -200
2
3
4
5
6
7
8
9
10
No Code Prev Close Change %
1 TOWR Tbk. 1,090 1,110 20
2
3
4
5
6
7
8
9
10