Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:10 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,77 USD/barel.
  • 13:10 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 43,19 USD/barel.
  • 13:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,30% terhadap Euro pada level 1,1364 USD/EUR.
  • 13:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Poundsterling pada level 1,2641 USD/GBP.
  • 13:08 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.812 USD/troy ounce.
  • 11:33 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,32% di akhir sesi I.

Gila!! Tujuh Maskapai Nasional Lakukan Kartel Tiket Pesawat?

Gila!! Tujuh Maskapai Nasional Lakukan Kartel Tiket Pesawat?
WE Online, Jakarta -

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan bahwa tujuh maskapai terbukti melakukan kartelisasi atas harga tiket angkutan udara niaga berjadwal penumpang kelas ekonomi dalam negeri.

Ketujuh maskapai yang menjadi terlapor atas kasus tersebut yakni PT Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia, PT Sriwijaya Air, PT NAM Air, PT Batik Air, PT Lion Mentari, dan PT Wings Abadi.

Baca Juga: Biasa Angkut Penumpang, 6 Maskapai Ini Fokus Angkutan Kargo di Bandara Soekarno-Hatta

"Memperhatikan berbagai fakta-fakta pada persidangan, maka Majelis Komisi memutuskan bahwa para terlapor terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 5, namun tidak tidak terbukti melanggar Pasal 11 sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999," kata Ketua Majelis Komisi Kurnia Toha dalam sidang putusan yang digelar pada Selasa (23/6/2020).

Untuk itu, dalam perkara tersebut KPPU menjatuhkan sanksi berupa perintah kepada para terlapor untuk memberitahukan secara tertulis kepada KPPU setiap kebijakan yang akan berpengaruh terhadap peta persaingan usaha, harga tiket yang dibayar oleh konsumen dan masyarakat, sebelum kebijakan tersebut diambil.

Dia menambahkan, pasal 5 Ayat (1) UU No 5/1999 menyebutkan pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada pasar bersangkutan yang sama.

Sementara, pasal 11 UU Nomor 5 Tahun 1999 menyebutkan pelaku usaha dilarang membuat perjanjian, dengan pelaku usaha pesaingnya, yang bermaksud untuk memengaruhi harga dengan mengatur produksi dan atau pemasaran suatu barang dan atau jasa, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

KPPU sambung Kurnia menilai, concerted action sebagai bentuk meeting of minds di antara para terlapor tersebut tidak memenuhi unsur perjanjian di Pasal 11. Hal ini mengingat bahwa berdasarkan Peraturan Komisi Nomor 04 Tahun 2010, unsur perjanjian di pasal tersebut membutuhkan berbagai hal seperti adanya konspirasi di antara beberapa pelaku usaha; keterlibatan para senior eksekutif perusahaan yang menghadiri pertemuan-pertemuan dan membuat keputusan; penggunaan asosiasi untuk menutupi kegiatan; price fixing atau penetapan harga dengan cara alokasi konsumen atau pembagian wilayah atau alokasi produksi.

Berikutnya adanya ancaman atau sanksi bagi anggota yang melanggar perjanjian; adanya distribusi informasi kepada seluruh pelaku usaha terlibat; atau adanya mekanisme kompensasi dari pelaku usaha yang produksinya lebih besar atau melebihi kuota terhadap mereka yang produksinya kecil atau mereka yang diminta untuk menghentikan kegiatan usahanya.

"Hal ini mengakibatkan unsur Pasal 11 menjadi tidak terpenuhi," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Maskapai Penerbangan, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Citilink, Batik Air

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Fikri Yusuf

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,871.22 3,831.68
British Pound GBP 1.00 18,307.49 18,123.89
China Yuan CNY 1.00 2,075.87 2,055.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,518.23 14,373.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,127.92 10,024.27
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,873.30 1,854.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,435.01 10,329.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,469.48 16,299.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.44 3,368.59
Yen Jepang JPY 100.00 13,530.50 13,392.13
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5076.174 89.092 696
2 Agriculture 1053.282 3.458 23
3 Mining 1285.485 -1.348 48
4 Basic Industry and Chemicals 767.391 12.923 80
5 Miscellanous Industry 884.491 9.808 52
6 Consumer Goods 1825.015 16.933 57
7 Cons., Property & Real Estate 320.091 2.027 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.562 6.004 78
9 Finance 1118.359 38.701 93
10 Trade & Service 607.190 1.359 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 155 208 53 34.19
2 UANG 226 282 56 24.78
3 PURA 114 141 27 23.68
4 TRUK 110 131 21 19.09
5 INKP 6,675 7,575 900 13.48
6 SMMA 15,300 17,200 1,900 12.42
7 ESIP 174 195 21 12.07
8 DPNS 242 270 28 11.57
9 DMAS 165 181 16 9.70
10 BBTN 1,225 1,340 115 9.39
No Code Prev Close Change %
1 JKON 400 372 -28 -7.00
2 NZIA 200 186 -14 -7.00
3 BINA 940 875 -65 -6.91
4 DNAR 290 270 -20 -6.90
5 ITIC 1,235 1,150 -85 -6.88
6 BYAN 13,900 12,950 -950 -6.83
7 KBLV 410 382 -28 -6.83
8 KBLI 470 438 -32 -6.81
9 PDES 500 466 -34 -6.80
10 GHON 1,840 1,715 -125 -6.79
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,030 3,190 160 5.28
2 PURA 114 141 27 23.68
3 BRIS 452 440 -12 -2.65
4 BBTN 1,225 1,340 115 9.39
5 BBNI 4,600 4,800 200 4.35
6 TKIM 6,625 7,100 475 7.17
7 BBCA 29,950 31,000 1,050 3.51
8 TLKM 3,120 3,150 30 0.96
9 TOWR 1,095 1,075 -20 -1.83
10 MDKA 1,375 1,450 75 5.45