Portal Berita Ekonomi Kamis, 16 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:29 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,01% pada level 25.481.
  • 16:28 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,84% pada level 2.201.
  • 16:27 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,59% pada level 22.945.
  • 16:27 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,56% pada level 3.361.
  • 16:26 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,16% pada level 2.650.
  • 16:26 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,54% pada level 6.213.
  • 16:25 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yuan pada level 6,98 CNY/USD.
  • 16:25 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,95% terhadap Dollar AS pada level 14.588 IDR/USD.

Gila, India Kaget Pas Tahu China Bikin Pangkalan Militer Baru di Ladakh

Gila, India Kaget Pas Tahu China Bikin Pangkalan Militer Baru di Ladakh
WE Online, Jakarta -

China tidak menghentikan kegiatan militernya di perbatasan antara China dan India. Baru-baru ini sebuah perusahaan Citra Satelit AS Maxar Technologies telah merilis gambar citra satelit terbaru dari perbatasan Line of Actual Control (LAC) Ladakh Timur, Lembah Galwan.

Perusahaan Citra Satelit AS Maxar telah menangkap gambar pada tanggal 22 Juni lalu, dalam gambar satelit tersebut terlihat jelas Pasukan militer Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) semakin meningkatkan jumlah pasukan dan armada tempurnya di dekat Patrol Point (PP) 14 dekat lokasi bentrokan antara Tentara China dan Angkatan Bersenjata India (BSS) yang telah menewaskan 20 personil tentara India tanggal 15 Juni lalu.

Baca Juga: Hubungan India-China Menegang, Sejumlah Raksasa Teknologi Jadi Sandera! Impor Tertahan??

5ef47396d0939-viva-militer-citra-satelit-perbatasan-ladakh-india_665_374.jpg

"Tiongkok tidak menghentikan --dan malah meningkatkan-- aktivitas militernya di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) di Lembah Galwan, Ladakh timur, dengan konsentrasi tentara, kendaraan militer, mesin penggerak bumi, dan pembangunan struktur, termasuk di dekat titik yang sama di mana pasukan India dan Cina bentrok pada malam 15 Juni," kata pejabat militer India dikutip dari Hindustan Times, Kamis (25/6/2020).

Mantan komandan Angkatan Darat Utara Letnan Jenderal DS Hooda yang menyaksikan gambar satelit itu mengatakan, visual satelit itu telah menunjukkan dengan jelas penumpukan China dan juga pos baru untuk melakukan pengawasan di wilayah India.

Tetapi mereka juga menambahkan bahwa penting untuk memberi waktu bagi pasukan untuk melepaskan diri dan menunjuk pada kompleksitas citra satelit.

“Sejumlah besar tenda, kendaraan militer, truk berat, dan buldoser tenda terlihat jelas di dasar sungai. Konstruksi jalan juga sedang berlangsung. Posisi Tiongkok sangat mendukung LAC,”kata mantan komandan Angkatan Darat Utara Letnan Jenderal DS Hooda. 

Menurutnya, penumpukan militer China di daerah lain di sepanjang LAC termasuk Depsang, Gogra Post-Hot Springs dan Pangong Tso, juga belum menipis. Kendaraan lapis baja dan unit artileri PLA tetap dikerahkan di daerah-daerah Cina yang menghadapi sektor Depsang dan Gogra Post-Hot Springs.

Sebelumnya, salah satu sumber militer India lainnya telah mengungkapkan, bahwa China telah mengerahkan lebih dari 10.000 tentara di 'daerah kedalaman' di seluruh LAC di Ladakh timur dan penumpukan militer terdiri dari jet tempur, helikopter, tank, senjata artileri, sistem rudal dan radar pertahanan udara. 

Pemerintah India juga tidak tinggal diam dengan pergerakan Tentara PLA itu, Angkatan Bersenjata India (BSS) juga telah menyamai gerakan militer China dengan mengerahkan ribuan pasukan Angkatan Darat India dan Angkatan Udara India (IAF) mendekati perbatasan Ladakh untuk bersiap menghadapi pasukan China. 

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: China (Tiongkok), Militer China, India, Militer India

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Carlos Garcia Rawlins

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,916.46 3,877.08
British Pound GBP 1.00 18,481.80 18,294.99
China Yuan CNY 1.00 2,098.11 2,077.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,689.08 14,542.92
Dolar Australia AUD 1.00 10,289.70 10,185.86
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.19 1,876.31
Dolar Singapura SGD 1.00 10,560.09 10,453.51
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,760.24 16,592.02
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,447.33 3,409.03
Yen Jepang JPY 100.00 13,697.39 13,558.57
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5075.798 -3.324 696
2 Agriculture 1111.297 29.178 23
3 Mining 1296.803 -17.548 48
4 Basic Industry and Chemicals 777.329 -1.917 80
5 Miscellanous Industry 918.283 27.904 52
6 Consumer Goods 1830.223 -3.944 57
7 Cons., Property & Real Estate 315.657 3.777 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.751 0.608 78
9 Finance 1112.921 -5.523 93
10 Trade & Service 605.191 0.080 173
No Code Prev Close Change %
1 CSIS 50 67 17 34.00
2 AKPI 296 370 74 25.00
3 SDPC 111 135 24 21.62
4 ESTI 50 59 9 18.00
5 INDX 50 58 8 16.00
6 DUTI 4,790 5,550 760 15.87
7 ANJT 496 570 74 14.92
8 BEST 116 133 17 14.66
9 JMAS 204 232 28 13.73
10 IDPR 164 185 21 12.80
No Code Prev Close Change %
1 CBMF 200 186 -14 -7.00
2 TARA 173 161 -12 -6.94
3 BYAN 12,700 11,825 -875 -6.89
4 DPUM 73 68 -5 -6.85
5 SMBR 410 382 -28 -6.83
6 PORT 500 466 -34 -6.80
7 ATIC 740 690 -50 -6.76
8 ERTX 119 111 -8 -6.72
9 SAMF 388 362 -26 -6.70
10 HELI 240 224 -16 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,170 3,130 -40 -1.26
2 PURA 121 122 1 0.83
3 TOWR 1,065 1,055 -10 -0.94
4 IPTV 354 356 2 0.56
5 PWON 414 428 14 3.38
6 ASII 4,950 5,150 200 4.04
7 AGRO 206 224 18 8.74
8 LSIP 890 940 50 5.62
9 BRIS 490 490 0 0.00
10 DMAS 185 195 10 5.41