Portal Berita Ekonomi Sabtu, 04 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,99% pada level 25.373.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,80% pada level 2.152.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,72% pada level 22.306.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,01% pada level 3.152.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,59% pada level 2.652.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,40% pada level 6.215.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 1,01% terhadap Dollar AS pada level 14.522 IDR/USD.

Begini Jadinya Kalau Inggris Ciptakan Kapal Induk Baru Seharga Rp52 Triliun

Begini Jadinya Kalau Inggris Ciptakan Kapal Induk Baru Seharga Rp52 Triliun
WE Online, London -

Inggris mengungkap rencana ambisius, yakni membangun dua kapal induk baru untuk Angkatan Laut Kerajaan. Masing-masing kapal raksasa itu nantinya senilai lebih dari £3 miliar (lebih dari Rp52,7 triliun).

Kantor Audit Nasional (NAO) memperingatkan bahwa rencana ambisius itu tidak akan terwujud tanpa pendanaan yang tepat. NAO menyoroti kekhawatiran atas elemen-elemen kunci yang hilang seperti jet tempur dan kapal-kapal perang pendukung.

Baca Juga: Vaksin Virus Corona pada Manusia Mulai Diuji Coba Ilmuwan Inggris

Kementerian Pertahanan mengatakan pihaknya mengharapkan untuk memenuhi target ambisius itu dengan menyatakan "kemampuan operasi awal" untuk dua kapal induk pada Desember 2020.

NAO dalam laporannya yang dikutip BBC, Jumat (26/6/2020), mengatakan Kementerian Pertahanan belum menyiapkanpendanaan yang diperlukan untuk jet tempur siluman F-35 Lightning II untuk menopang kapal induk selama masa operasi 50 tahun ke depan seperti yang diharapkan.

Angkatan Laut, lanjut NAO, hanya memiliki satu kapal pendukung yang mampu menjaga kapal induk tetap siaga penuh dengan makanan dan amunisi saat beroperasi.

Lebih lanjut, NAO memperingatkan pengadaan sistem radar udara baru Crowsnest milik kapal induk Inggris—yang merupakan bagian penting dari pertahanannya—terlambat 18 bulan, yang semakin mengurangi kemampuan kapal induk selama dua tahun pertama.

Kapal induk sering dipandang sebagai simbol dan alat jangkauan global dan kekuatan militer sebuah negara. Tetapi hanya sedikit negara yang mampu membangun dan mengoperasikannya. (Baca: Kapal Induk Inggris Senilai Rp54 Triliun Mengalami Kebocoran)

Angkatan Laut Kerajaan Inggris mempertaruhkan masa depannya pada dua kapal induk saat ini, yakni HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales. Salah satu kapal itu pernah mengalami kebocoran ketika menjalani uji coba laut.

Setiap kapal induk membutuhkan armada kecil kapal untuk perlindungan, pengisian bahan bakar dan pasokan. Selain itu juga membutuhkan pesawat untuk logistik, pesawat peringatan dini dan pesawat jet tempur untuk melakukan serangan.

Tidak ada yang murah, tetapi tidak seorang pun di Departemen Pertahanan yang sepenuhnya yakin dengan biaya secara keseluruhan. Sekadar diketahui, setiap kapal induk yang dibangun harus mampu bertahan untuk 50 tahun ke depan.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Inggris, Kapal perang

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Peter Nicholls

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,903.38 3,863.51
British Pound GBP 1.00 18,244.37 18,061.39
China Yuan CNY 1.00 2,071.79 2,050.85
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,638.83 14,493.17
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.25 10,033.62
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,888.83 1,870.01
Dolar Singapura SGD 1.00 10,496.79 10,388.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,462.83 16,294.67
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.30 3,379.15
Yen Jepang JPY 100.00 13,614.98 13,478.26
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4973.794 7.014 694
2 Agriculture 1035.202 -3.361 22
3 Mining 1268.499 25.710 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.463 13.240 80
5 Miscellanous Industry 874.938 -3.179 52
6 Consumer Goods 1815.479 0.475 57
7 Cons., Property & Real Estate 321.161 -5.097 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 897.578 2.421 78
9 Finance 1073.299 -2.447 93
10 Trade & Service 605.597 0.226 172
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 103 139 36 34.95
2 EPAC 199 268 69 34.67
3 INDS 1,940 2,420 480 24.74
4 AMAR 308 384 76 24.68
5 PDES 390 470 80 20.51
6 MARK 540 650 110 20.37
7 DNAR 226 270 44 19.47
8 DAYA 600 700 100 16.67
9 DSSA 19,500 22,400 2,900 14.87
10 GLOB 168 190 22 13.10
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 372 346 -26 -6.99
2 MSIN 316 294 -22 -6.96
3 SMMA 17,700 16,475 -1,225 -6.92
4 BIKA 188 175 -13 -6.91
5 FOOD 145 135 -10 -6.90
6 INPS 1,960 1,825 -135 -6.89
7 HDFA 160 149 -11 -6.88
8 PRAS 146 136 -10 -6.85
9 AMFG 3,070 2,860 -210 -6.84
10 PLIN 2,640 2,460 -180 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 PURA 97 92 -5 -5.15
2 TOWR 1,040 1,090 50 4.81
3 PTPP 980 955 -25 -2.55
4 BCAP 158 158 0 0.00
5 TKIM 6,500 6,250 -250 -3.85
6 TCPI 4,340 4,150 -190 -4.38
7 TLKM 3,140 3,120 -20 -0.64
8 MNCN 890 915 25 2.81
9 JPFA 1,150 1,175 25 2.17
10 MAIN 570 615 45 7.89