Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

PSBB Dilonggarkan, 49% Masyarakat Optimis Pendapatannya Kembali Meningkat Enam Bulan ke Depan

PSBB Dilonggarkan, 49% Masyarakat Optimis Pendapatannya Kembali Meningkat Enam Bulan ke Depan
WE Online, Jakarta -

Pemerintah Indonesia telah menerapkan pelonggaran pembatasan pada sebagian wilayah di Indonesia atau PSBB transisi, termasuk di DKI Jakarta. Menyambut hal tersebut, Ipsos, perusahaan riset pasar terbesar ketiga di dunia, melakukan survei untuk mengetahui perkembangan opini dan perilaku masyarakat Indonesia di era new normal. Adapun survei ini dilakukan Ipsos pada 500 responden warga Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat Indonesia. Sebanyak 84% masyarakat Indonesia merasakan adanya penurunan pendapatan. Bahkan, 3 dari 10 orang mengaku pendapatan mereka berkurang lebih dari 50% dibanding sebelum pandemi ini.

Baca Juga: Covid-19 Bawa Berkah ke Mitra Keluarga, Pendapatannya Tembus Ratusan Miliar

Meski begitu, 49% masyarakat Indonesia optimis bahwa pendapatan mereka akan kembali meningkat dalam enam bulan ke depan, terlebih lagi pemerintah sudah menerapkan kebijakan-kebijakan pelonggaran pembatasan kegiatan perekonomian, re-opening economy.

Soeprapto Tan, Managing Director Ipsos in Indonesia, mengatakan bahwa akibat pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada Kuartal I 2020 melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini karena menurunya permintaan domestik dan konsumen rumah tangga, serta rasio investasi yang rendah.

"Namun, ketika pemerintah mulai melakukan re-opening economy, baik sektor ritel maupun makro, kita bersama optimis akan ada perbaikan ekonomi, pendapatan masyarakat akan meningkat secara bertahap dalam 6 bulan ke depan," ujarnya di Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Ilman Hasibuan, Head of Ipsos Strategy3 Indonesia, menambahkan, perekonomian Indonesia terlihat baik sejauh ini meskipun pandemi sedang berlangsung dan berbagai pembatasan diberlakukan di sejumlah wilayah.

"Kita akan melihat perekonomian pulih secara bertahap dalam 6 bulan. Kita setidaknya dapat melihat 80% kegiatan akan kembali seperti semula, tentu saja dengan menerapkan standar dan protokol baru untuk menjaga agar pandemi ini tetap terkendali," ucap Ilman.

Lain halnya dari segi kekhawatiran, hasil survei ini menunjukkan 86% masyarakat Indonesia masih memiliki kekhawatiran terhadap penyebaran Covid-19. Kendati demikian, mayoritas masyarakat Indonesia saat ini sudah mampu beradaptasi dengan rutinitas baru dan bergerak maju di era new normal.

Bahkan, hampir separuh masyarakat Indonesia mengaku pada bulan Juni–Juli mulai memberanikan diri, percaya, dan dapat merasa nyaman untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti makan di restoran atau café, mengunjungi rumah kerabat atau teman, menggunakan sarana transportasi umum, pergi ke acara pertemuan atau gathering, pergi ke pusat kebugaran atau gym.

Akan tetapi, untuk melakukan perjalanan dalam negeri atau domestik, mereka masih enggan dalam waktu dekat. Sebagian kecil akan melakukan perjalanan pada periode Augustus-Desember 2020 dan sebagian besar masih tidak nyaman untuk melakukan perjalanan bahkan hingga tahun depan.

Begitu pula dengan melakukan perjalanan ke luar negeri, 66% masyarakat Indonesia memilih untuk tidak pergi ke negara lain di tahun 2020 ini.

Adapun survei dilakukan secara online dengan jumlah responden 500 WNI berusia 18 tahun ke atas. Kriteria responden berdasarkan pada usia, jenis kelamin, dan status pernikahan digunakan untuk memastikan bahwa sampel tersebut mencakup distribusi populasi secara keseluruhan.

Ketepatan survei online diukur menggunakan interval yang kredibel. Dalam hal ini, hasil yang didapat akurat hingga kurang lebih 5 persen terhadap pandangan dan perspektif seluruh warga Indonesia berusia mulai 18 tahun ke atas (95% kepercayaan interval). Interval yang kredibel lebih luas di antara himpunan bagian populasi.

Survei ini juga dilakukan Ipsos bersamaan di negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Baca Juga

Tag: Ipsos Business Consulting, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Ekonomi Indonesia

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,903.38 3,863.51
British Pound GBP 1.00 18,244.37 18,061.39
China Yuan CNY 1.00 2,071.79 2,050.85
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,638.83 14,493.17
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.25 10,033.62
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,888.83 1,870.01
Dolar Singapura SGD 1.00 10,496.79 10,388.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,462.83 16,294.67
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.30 3,379.15
Yen Jepang JPY 100.00 13,614.98 13,478.26
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4973.794 7.014 694
2 Agriculture 1035.202 -3.361 22
3 Mining 1268.499 25.710 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.463 13.240 80
5 Miscellanous Industry 874.938 -3.179 52
6 Consumer Goods 1815.479 0.475 57
7 Cons., Property & Real Estate 321.161 -5.097 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 897.578 2.421 78
9 Finance 1073.299 -2.447 93
10 Trade & Service 605.597 0.226 172
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 103 139 36 34.95
2 EPAC 199 268 69 34.67
3 INDS 1,940 2,420 480 24.74
4 AMAR 308 384 76 24.68
5 PDES 390 470 80 20.51
6 MARK 540 650 110 20.37
7 DNAR 226 270 44 19.47
8 DAYA 600 700 100 16.67
9 DSSA 19,500 22,400 2,900 14.87
10 GLOB 168 190 22 13.10
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 372 346 -26 -6.99
2 MSIN 316 294 -22 -6.96
3 SMMA 17,700 16,475 -1,225 -6.92
4 BIKA 188 175 -13 -6.91
5 FOOD 145 135 -10 -6.90
6 INPS 1,960 1,825 -135 -6.89
7 HDFA 160 149 -11 -6.88
8 PRAS 146 136 -10 -6.85
9 AMFG 3,070 2,860 -210 -6.84
10 PLIN 2,640 2,460 -180 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 PURA 97 92 -5 -5.15
2 TOWR 1,040 1,090 50 4.81
3 PTPP 980 955 -25 -2.55
4 BCAP 158 158 0 0.00
5 TKIM 6,500 6,250 -250 -3.85
6 TCPI 4,340 4,150 -190 -4.38
7 TLKM 3,140 3,120 -20 -0.64
8 MNCN 890 915 25 2.81
9 JPFA 1,150 1,175 25 2.17
10 MAIN 570 615 45 7.89