Portal Berita Ekonomi Senin, 06 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 3,81% pada level 26.339.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,65% pada level 2.187.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,83% pada level 22.714.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 5,71% pada level 3.332.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,30% pada level 2.687.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,93% pada level 6.276.
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,47% terhadap Yuan pada level 7,03 CNY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,22% terhadap Dollar AS pada level 14.490 IDR/USD.

Covid-19 Tempatkan Indonesia di Posisi Darurat Pendidikan

Covid-19 Tempatkan Indonesia di Posisi Darurat Pendidikan
WE Online, Jakarta -

Ketua Komisi X DPR RI, Saiful Huda, menilai pandemi Covid-19 berdampak pada sektor pendidikan. Bahkan, ia menganggap Indonesia menghadapi darurat pendidikan.

"Kenapa darurat pendidikan? Karena anak-anak kita tidak maksimal bisa belajar," ujar Saiful dalam diskusi virtual 'Pemuda dan Pendidikan Kita di Masa Pandemi', Sabtu (27/6/2020).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengambil kebijakan bahwa daerah dengan status Covid-19 zona merah, oranye, dan kuning, tidak boleh melaksanakan pendidikan tatap muka, melainkan pembelajaran jarak jauh. Akan tetapi, menurut Saiful, belajar dari rumah tidak efektif karena Kemendikbud belum menyiapkan adaptasi kurikulum.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Inilah Hari Bersejarah dalam Peperangan Lawan Covid-19

Sementara, lanjut dia, tidak semua sekolah dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh melalui daring karena keterbatasan sarana dan prasarana. Di sisi lain, sejumlah orang tua siswa juga tidak memiliki akses internet.

"Tidak semua sekolah bisa menyelenggarakan pendidikan jarak jauh, orang tua tidak punya pulsa, sekolah juga tidak punya kuota, dan seterusnya," tutur Saiful.

Di sisi lain, kata dia, banyak sekolah swasta yang kolaps karena orang tua siswa tidak bisa membayar SPP. Menurutnya, hal tersebut juga terjadi imbas para wali murid yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau berhenti usaha karena dampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Inikah Sistem Pendidikan Ideal di Masa New Normal?

Selain itu, Saiful menuturkan, orang tua yang mengalami penurunan penghasilan atau bahkan tidak ada pendapatan, menyebabkan risiko terhadap tumbuh kembang anak-anak. Orang tua tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan makanan yang bergizi bagi sang anak.

"Unesco (Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan) sudah memberikan warning kepada kita bahwa akan terjadi lost generation," ucap Saiful.

Ia melanjutkan, peringatan Unesco juga terkait dengan hampir empat bulan ini asupan gizi anak-anak menurun drastis. Orang tua siswa yang mendadak miskin karena PHK atau tutup usaha, akhirnya tidak bisa membelikan makanan yang bergizi bagi anak-anak Indonesia.

Tak hanya itu, siswa lulusan SMK/SMA sederajat tengah kesulitan untuk meneruskan kuliah di berbagai perguruan tinggi/universitas seluruh Indonesia. Saiful mendorong Kemendikbud segera mengambil langkah-langkah afirmasi terkait nasib murid yang akan melanjutkan pendidikan.

Saiful mengakui, pemerintah melalui Kemendikbud tengah merancang sistem pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 ini. Akan tetapi, ia mengingatkan agar rencana tersebut tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi harus bagus juga saat pelaksanaannya di lapangan.

"On paper bagus, pelaksanaan di lapangan harus terus dipantau dan terus diawasi," katanya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: COVID-19, Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,897.77 3,858.57
British Pound GBP 1.00 18,246.90 18,058.10
China Yuan CNY 1.00 2,071.43 2,050.56
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,619.74 14,474.27
Dolar Australia AUD 1.00 10,172.42 10,063.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,886.39 1,867.60
Dolar Singapura SGD 1.00 10,498.92 10,390.72
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,477.91 16,312.50
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,415.83 3,377.89
Yen Jepang JPY 100.00 13,571.98 13,435.69
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4988.866 15.072 695
2 Agriculture 1045.460 10.258 22
3 Mining 1286.898 18.399 48
4 Basic Industry and Chemicals 757.405 6.942 80
5 Miscellanous Industry 875.383 0.445 52
6 Consumer Goods 1815.510 0.031 57
7 Cons., Property & Real Estate 319.383 -1.778 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 894.669 -2.909 78
9 Finance 1078.408 5.109 93
10 Trade & Service 606.641 1.044 173
No Code Prev Close Change %
1 UANG Tbk. 125 168 43
2
3
4
5
6
7
8
9
10
No Code Prev Close Change %
1 AMFG Tbk. 2,860 2,660 -200
2
3
4
5
6
7
8
9
10
No Code Prev Close Change %
1 TOWR Tbk. 1,090 1,110 20
2
3
4
5
6
7
8
9
10