Portal Berita Ekonomi Kamis, 02 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:09 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,83 USD/barel.
  • 13:08 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,09 USD/barel.
  • 13:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Euro pada level 1,1264 USD/EUR.
  • 13:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Poundsterling pada level 1,2492 USD/GBP.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Yen pada level 107,45 JPY/USD.
  • 13:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.767 USD/troy ounce.
  • 11:32 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,66% di akhir sesi I.

Anggota DPR: Pemerintah, Tolong Serius Tangani Warga Rohingya yang Terdampar di Aceh!

Anggota DPR: Pemerintah, Tolong Serius Tangani Warga Rohingya yang Terdampar di Aceh!
WE Online, Bogor -

Anggota DPR Fraksi Nasdem, Willy Aditya mengimbau pemerintah serius menangani masalah 99 warga Myanmar etnis Rohingya yang terdampar di perairah Aceh.

Kejadian itu mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menyelidiki Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) lintas negara. Willy menilai, langkah penyelidikan yang digagas Kemlu harus dilakukan serius bersama aparat penegak hukum lainnya.

“Kita tahu apa yang terjadi di Myanmar dengan warga Rohingya ini. Bisa jadi, keputusan melarikan diri atau mengungsi ini justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Kita tidak bisa tinggal diam begitu saja. Keputusasaan satu pihak, bisa jadi lahan bisnis pihak lain. Ini yang harus diselidiki,” kata Willy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/6/2020) malam.

Baca Juga: Malaysia Gak Terima Lagi Pengungsi Muslim Rohingya karena...

Selain soal penyelidikan kemungkinan adanya TPPO, Willy juga mengingatkan, pemerintah Indonesia perlu menangani masalah sosial yang mungkin saja terjadi. Kebutuhan pokok mereka, tempat tinggal, keamanan dan kebersihan juga harus disiapkan.

"Kementerian Sosial harus turun tangan. Kalau perlu, inisiasi kerja sama dengan badan-badan internasional, harus segera dilakukan. Jangan sampai, orang-orang Rohingya ini terbengkalai,” tegas anggota Komisi I itu.

Willy menegaskan, penanganan masalah sosial dan hukum harus berjalan beriringan. Keduanya harus dilaksanakan secara komprehensif. Diplomasi luar negeri, penanganan pengungsi dan penegakan hukum internasional mutlak harus diinisiasi oleh Kemenlu.

Sebagai bagian dari anggota organisasi internasional, Willy menilai Kemlu perlu menginisiasi kerja sama dalam penanganan masalah Rohingya, yang sudah sekian lama berlangsung.

"Kali ini, kita memiliki alasan yang sangat kuat untuk menegaskan arah kebijakan diplomasi yang dibawa. Konsekuensi atas masuknya 99 orang Rohingya ini, tentu bukan sekedar tempat yang harus tersedia. Ada kebutuhan yang juga harus dibiayai. Ini tentu harus ditanggulangi oleh pemerintah Indonesia,” paparnya.

Karena itu, Willy mendesak kementerian terkait untuk bekerja sama menangani kemungkinan masalah yang muncul. Kepolisian dan TNI pun diminta turut serta memperhatikan kedatangan pengungsi Rohingya.

“Ini butuh kerja sama semua kementerian terkait, selain Kemlu. Semua harus turun tangan, bahu-membahu,” tutup Willy.

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Baca Juga

Tag: Aceh, pemerintah, Daerah, Rohingya

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Antara/Handout via Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,889.98 3,850.24
British Pound GBP 1.00 18,203.63 18,018.17
China Yuan CNY 1.00 2,064.12 2,043.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,588.58 14,443.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,093.84 9,986.18
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,882.30 1,863.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,469.77 10,363.36
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,426.74 16,257.51
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.16 3,367.55
Yen Jepang JPY 100.00 13,573.30 13,434.49
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4914.388 8.996 694
2 Agriculture 1033.612 6.089 22
3 Mining 1237.133 13.181 48
4 Basic Industry and Chemicals 724.437 2.772 80
5 Miscellanous Industry 867.914 0.790 52
6 Consumer Goods 1786.432 -14.465 57
7 Cons., Property & Real Estate 318.840 -3.200 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 877.775 -5.404 78
9 Finance 1070.550 10.957 93
10 Trade & Service 605.018 -1.118 172
No Code Prev Close Change %
1 EPAC 110 148 38 34.55
2 NATO 288 360 72 25.00
3 INCI 344 430 86 25.00
4 ARTO 1,770 2,210 440 24.86
5 PLIN 2,330 2,830 500 21.46
6 SMDR 190 230 40 21.05
7 INPS 1,740 2,070 330 18.97
8 SSTM 500 580 80 16.00
9 TKIM 5,150 5,925 775 15.05
10 MARK 470 540 70 14.89
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 430 400 -30 -6.98
2 AMFG 3,300 3,070 -230 -6.97
3 YPAS 460 428 -32 -6.96
4 ITIC 1,440 1,340 -100 -6.94
5 IDPR 202 188 -14 -6.93
6 PANR 101 94 -7 -6.93
7 TCPI 4,650 4,330 -320 -6.88
8 LION 320 298 -22 -6.88
9 STTP 8,000 7,450 -550 -6.88
10 BSSR 1,455 1,355 -100 -6.87
No Code Prev Close Change %
1 PURA 95 96 1 1.05
2 TKIM 5,150 5,925 775 15.05
3 TLKM 3,050 3,040 -10 -0.33
4 TOWR 1,020 1,020 0 0.00
5 IPTV 376 374 -2 -0.53
6 PTBA 2,020 2,090 70 3.47
7 BCAP 156 157 1 0.64
8 INKP 5,975 6,300 325 5.44
9 BBCA 28,475 29,000 525 1.84
10 BBRI 3,030 3,060 30 0.99