Portal Berita Ekonomi Jum'at, 10 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,43% di akhir sesi II.
  • 13:18 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,00 USD/barel.
  • 13:17 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,82 USD/barel.
  • 13:17 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Euro pada level 1,1268 USD/EUR.
  • 13:15 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,17% terhadap Poundsterling pada level 1,2584 USD/GBP.
  • 13:14 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,26% terhadap Yen pada level 106,92 JPY/USD.
  • 13:13 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.796 USD/troy ounce.

Ketika Klaster Baru Corona Bermunculan Usai Penerapan New Normal

Ketika Klaster Baru Corona Bermunculan Usai Penerapan New Normal
WE Online, Jakarta -

Klaster virus Corona COVID-19 baru muncul di berbagai negara seperti di sebuah pabrik daging pengolahan di Jerman, sebuah gereja di Seoul, sebuah rumah sakit di Italia dan sebuah pasar grosir di Beijing. Klaster baru ini muncul justru pada saat pemerintah sudah menerapkan new normal untuk negaranya. 

Klaster baru ini membuat ketakutan akan gelombang kedua infeksi virus menjangkiti negara-negara yang telah berhasil memberantas penyakit ini. Bahkan sebagian negara telah melalui penguncian yang berdampak buruk secara ekonomi dan sosial.

Baca Juga: Kasus Positif Corona di Dunia, AS 2,5 Juta dan Brasil 1,3 Juta

Fakta terkait COVID-19 diketahui jika orang yang telah terinfeksi dapat menyebarkan virus sebelum gejala itu muncul. Bahkan kini diketahui jika ada golongan orang tanpa gejala (OTG). Hal itu membuat virus menyebar tanpa terdeteksi sebelumnya. 

Korea Selatan kini menjadi perhatian dunia setelah otoritas kesehatan menyampaikan jika negara itu memasuki gelombang kedua COVID-19.

Dikutip dari The Guardian, istilah gelombang kedua sebenarnya tidak memiliki definisi ilmiah yang disepakati. Hal itu bisa berarti banyak hal dari lonjakan infeksi lokal hingga krisis nasional yang tinggi, dan beberapa ahli menghindarinya karena alasan ini. 

Pencegahan utama dilakukan adalah dengan menemukan orang yang terinfeksi dan mencegah mereka menyebarkan penyakit. Dan hal itu cukup terbukti cepat menangani wabah ini. 

“Dengan tidak adanya vaksin atau obat yang efektif, itu semua tentang data. Kita perlu tahu di mana kasus-kasus itu. Mengidentifikasi siapa yang memiliki penyakit: pengujian, pelacakan dan isolasi," kata Profesor bidang Kesehatan Masyarakat di Universitas Edinburgh, Linda Bauld. 

Dengan cara itu sekelompok orang yang telah terinfeksi tidak akan menjadi wabah nasional dan dapat dengan cepat ditanggulangi. Keith Neal, profesor emeritus dalam epidemiologi penyakit menular, Universitas Nottingham mengatakan tindakan pencegahan juga membantu membatasi kecepatan penyebaran klaster baru. 

"Jika Anda mengurangi setiap risiko sebesar 10 persen atau 20 persen, secara keseluruhan, Anda memiliki pengurangan besar. Jadi temui sesedikit mungkin orang dan jaga jarak saat anda melakukannya, mengenakan masker, bekerja dari rumah," katanya. 

Tetapi perlu diketahui, pendekatan untuk menangkis gelombang kedua ini hanya berfungsi di negara-negara yang telah mampu menahan virus, dan memiliki sumber daya untuk melakukan pengujian, penelusuran dan penguncian.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Virus Corona, COVID-19

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Lucas Jackson

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5052.794 -23.380 696
2 Agriculture 1063.698 10.416 23
3 Mining 1291.609 6.124 48
4 Basic Industry and Chemicals 763.281 -4.110 80
5 Miscellanous Industry 882.417 -2.074 52
6 Consumer Goods 1817.296 -7.719 57
7 Cons., Property & Real Estate 319.855 -0.236 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 898.838 -7.724 78
9 Finance 1110.603 -7.756 93
10 Trade & Service 606.553 -0.637 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 208 260 52 25.00
2 UANG 282 352 70 24.82
3 SAPX 1,875 2,340 465 24.80
4 KRAS 278 346 68 24.46
5 MFIN 900 1,050 150 16.67
6 BMAS 266 306 40 15.04
7 POLU 805 910 105 13.04
8 HDFA 139 157 18 12.95
9 SMDM 88 99 11 12.50
10 ENVY 112 126 14 12.50
No Code Prev Close Change %
1 ITIC 1,150 1,070 -80 -6.96
2 CMNP 1,300 1,210 -90 -6.92
3 BBHI 159 148 -11 -6.92
4 TECH 159 148 -11 -6.92
5 BBMD 1,605 1,495 -110 -6.85
6 KBLI 438 408 -30 -6.85
7 ALTO 380 354 -26 -6.84
8 GSMF 117 109 -8 -6.84
9 KBLV 382 356 -26 -6.81
10 TMAS 118 110 -8 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KRAS 278 346 68 24.46
2 BBRI 3,190 3,140 -50 -1.57
3 TOWR 1,075 1,070 -5 -0.47
4 IPTV 360 358 -2 -0.56
5 PTBA 2,080 2,100 20 0.96
6 MDKA 1,450 1,535 85 5.86
7 TLKM 3,150 3,110 -40 -1.27
8 TKIM 7,100 7,125 25 0.35
9 BBNI 4,800 4,730 -70 -1.46
10 MARI 54 60 6 11.11