Heboh Akibat Dukung LGBTQ, Bagaimana Sejarah Raksasa Unilever?

Heboh Akibat Dukung LGBTQ, Bagaimana Sejarah Raksasa Unilever? Kredit Foto: Lestari Ningsih

Untuk diketahui, Unilever memiliki lebih dari 400 merek dagang, dengan 14 merek diantaranya memiliki total penjualan lebih dari 1 milliar Euro yakni: Axe, Dove, Omo, Becel, Heartbrand, Hellmann's, Knorr, Lipton, Lux, Magnum, Rama, Rexona, Sunsilk dan Surf.

Sementara itu, Unilever di Indonesia pertama kali berdiri pada tahun 1933 dengan nama "Lever's Zeepfabrieken N.V" di Jakarta Utara. Margarin Blue Band pun hadir di Indonesia pada tahun 1936 bersamaan dengan sabun Lux.

Lalu pada tahun 1990, Unilever mengakuisisi produk teh asli Indonesia, Sariwangi. Pada tahun 1992, Wall's pun hadir di Cikarang yang membuat Conello dan Paddle Pop. Lalu pada tahun 2001, kecap Bango diakuisisi oleh Unilever.

Adapun produk andalan Unilever di Indonesia yakni Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto, Sunlight, Wall’s, Royco, Bango, dan masih banyak lagi.

Kini, Unilever adalah salah satu perusahaan paling tua di dunia yang masih beroperasi dan menjual produknya ke lebih dari 190 negara.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini