Portal Berita Ekonomi Jum'at, 07 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,66% pada penutupan sesi II.
  • 13:26 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 41,84 USD/barel.
  • 13:24 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 45,01 USD/barel.
  • 13:24 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,25% terhadap Euro pada level 1,1847 USD/EUR.
  • 13:23 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,3127 USD/GBP.
  • 13:22 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Yen pada level 105,52 JPY/USD.
  • 13:15 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 2.062 USD/troy ounce.

BPJS Kesehatan Lunasi Utang Jatuh Tempo Rp3,70 Triliun

BPJS Kesehatan Lunasi Utang Jatuh Tempo Rp3,70 Triliun
WE Online, Jakarta -

Mengawali bulan Juli 2020, BPJS Kesehatan menerima iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN dari pemerintah sebesar Rp4,05 triliun. Dengan diterimanya iuran tersebut, BPJS Kesehatan memastikan per hari ini tidak ada klaim rumah sakit yang sudah jatuh tempo dan belum dibayar.

Menurut Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, penerimaan iuran PBI APBN di muka ini menunjukkan dukungan dan komitmen pemerintah untuk membantu likuiditas Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan sekaligus menjaga likuiditas rumah sakit di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Iuran BPJS Resmi Naik, Mau Bayar Mahal atau Murah Sama-sama Antre

"Posisi utang klaim BPJS Kesehatan per 1 Juli 2020 adalah Rp3,70 triliun. Begitu iuran PBI APBN ini kami terima, langsung kami distribusikan untuk melunasi tagihan klaim seluruh rumah sakit. Jadi, tidak ada lagi utang jatuh tempo bagi rumah sakit yang sudah mengajukan klaim dan lolos verifikasi. Untuk pembayarannya, tetap menggunakan mekanisme first in first out," jelasnya, Rabu (1/7/2020).

Iqbal mengatakan, selanjutnya BPJS Kesehatan akan memanfaatkan dana iuran PBI APBN tersebut dan ditambah dengan penerimaan iuran lainnya untuk menjaga agar pembayaran klaim dapat dilakukan tepat waktu sesuai dana yang tersedia.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Keuangan yang telah membuktikan komitmen pemerintah dalam memastikan pembayaran klaim rumah sakit berjalan lancar," pungkas Iqbal.

Di sisi lain, Iqbal menyebut bahwa melalui penyesuaian iuran, pemerintah berkomitmen memastikan kesinambungan Program JKN-KIS dan memperbaiki layanannya. Sesuai amanah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020, per1 Juli 2020 iuran JKN-KIS bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) disesuaikan menjadi Rp150.000 untuk kelas 1, Rp100.000 untuk kelas 2, dan Rp42.000 untuk kelas 3. Namun, khusus kelas 3, di tahun 2020 ini, peserta hanya membayar sebesar Rp25.500 dan sisanya sebesar 16.500 dibiayai oleh pemerintah.

"Dengan berlakunya nominal iuran yang baru, diharapkan akar masalah defisit BPJS Kesehatan bisa mulai terurai. Di sisi lain, kami tetap butuh dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem Program JKN-KIS yang sehat," ujar Iqbal.

Sampai Mei 2020, kolektabilitas iuran PBPU yang semula berkisar di angka 60% naik menjadi 73,68%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesadaran dan kemauan peserta JKN-KIS untuk membayar iuran makin meningkat. Iqbal pun mengingatkan bahwa untuk menjaga keberlangsungan Program JKN-KIS, bukan hanya pemerintah saja yang berkontribusi, melainkan juga masyarakat yang harus ambil bagian.

Dari 220,6 juta peserta JKN-KIS, sekitar 60 persen peserta dibiayai oleh pemerintah. Tepatnya, ada 96,8 juta penduduk miskin dan tidak mampu yang iuran JKN-KIS-nya ditanggung negara lewat APBN dan 37,3 juta penduduk yang ditanggung oleh APBD.

Selain itu, juga ada iuran untuk aparatur sipil negara maupun TNI dan Polri. Hingga 2018, pemerintah telah mengeluarkan dana kurang lebih Rp115 triliun. Di tahun 2019 saja, total biaya yang dibayar pemerintah untuk segmen PBI APBN sebesar Rp48,71 triliun. Sementara untuk tahun 2020, pemerintah akan membayari segmen PBI APBN sebesar Rp48,74 triliun. Belum lagi untuk segmen PBI APBD.

"Masyarakat kami harapkan dapat ikut turun tangan menjaga keberlanjutan Program JKN-KIS. Dimulai dari hal yang sederhana saja, misalnya, mendaftarkan diri dan keluarga menjadi peserta JKN-KIS selagi sehat, membayar iuran JKN-KIS secara rutin, tepat waktu, dan tidak menunggak, serta menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih," tutur Iqbal.

Tag: Asuransi, BPJS Kesehatan

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Makna Zaezar

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5178.272 51.221 697
2 Agriculture 1177.625 22.493 23
3 Mining 1437.436 37.770 48
4 Basic Industry and Chemicals 757.746 8.624 80
5 Miscellanous Industry 931.181 25.631 52
6 Consumer Goods 1919.109 7.491 58
7 Cons., Property & Real Estate 291.734 2.476 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 907.067 2.843 78
9 Finance 1130.600 8.009 93
10 Trade & Service 627.775 12.067 173
No Code Prev Close Change %
1 TOYS 350 436 86 24.57
2 BBHI 122 146 24 19.67
3 MBTO 65 75 10 15.38
4 DOID 252 286 34 13.49
5 PSDN 100 113 13 13.00
6 SOCI 118 133 15 12.71
7 PSGO 105 118 13 12.38
8 INAF 2,850 3,190 340 11.93
9 KAEF 2,850 3,180 330 11.58
10 TRIS 192 214 22 11.46
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 61 55 -6 -9.84
2 DPNS 286 266 -20 -6.99
3 OASA 430 400 -30 -6.98
4 GSMF 115 107 -8 -6.96
5 TUGU 2,600 2,420 -180 -6.92
6 MAPB 1,375 1,280 -95 -6.91
7 APEX 160 149 -11 -6.88
8 ATIC 655 610 -45 -6.87
9 SOSS 380 354 -26 -6.84
10 CASA 354 330 -24 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,850 3,180 330 11.58
2 TOWR 1,160 1,150 -10 -0.86
3 ANTM 750 835 85 11.33
4 INAF 2,850 3,190 340 11.93
5 PAMG 74 78 4 5.41
6 MDKA 1,935 2,020 85 4.39
7 BBRI 3,080 3,110 30 0.97
8 PSAB 290 284 -6 -2.07
9 SMBR 545 520 -25 -4.59
10 BRPT 900 920 20 2.22