Astronom Kaget Bintang Raksasa Ini Tiba-tiba Hilang, Ternyata...

Astronom Kaget Bintang Raksasa Ini Tiba-tiba Hilang, Ternyata... Kredit Foto: Space.com

Bintang masif yang tidak stabil di galaksi Kinman Dwarf telah menghilang. Bintang ini terletak 75 tahun cahaya dari Bumi. Meski demikian, para ilmuwan belum mengetahui bagaimana ini terjadi.

“Akan sangat luar biasa bagi bintang sebesar ini menghilang tanpa menghasilkan ledakan supernova yang cerah,” ujar ketua peneliti Andrew Allan, seorang mahasiswa doctoral Trinity College Dublin di Irlandia dalam sebuah rilis berita, seperti dilansir UPI, Rabu (1/7/2020).

Baca Juga: Peluncuran Robot Penjelajah MARS oleh NASA Ditunda

Bintang tersebut kemungkinan redup sebelum dikaburkan oleh debu intergalaksi yang tebal. Tetapi, para ilmuwan berpendapat bahwa bintang itu juga mungkin mati dengan kematian yang luar biasa tenang.

“Kami mungkin telah mendeteksi salah satu bintang paling masif dari Semesta lokal yang memasuki malam dengan lembut. Penemuan kami tidak akan dilakukan tanpa menggunakan teleskop ESO 8-meter yang kuat, instrumentasi mereka yang unik, dan akses cepat ke kapabilitas-kapabilitas tersebut menyusul kesepakatan Irlandia baru-baru ini untuk bergabung dengan ESO,”  jelas Jose Groh, seorang astronom di Trinity College Dublin.

Bagaimana bintang ini diketahui hilang?

Para astronom dalam rentang waktu tahun 2001 dan 2011 mendeteksi tanda-tanda bintang masif yang tidak stabil pada tahap akhir evolusi. Pada 2019, ketika para astronom di Very Large Telescope European Southern Observatory (ESO) dan Instrumen ESPRESSO berfokus pada galaksi yang jauh, mereka tidak menemukan tanda-tanda bintang masif ini.

Pengamatan awal bintang menunjukkan itu adalah bintang variabel biru bercahaya berukuran sekitar 2,5 juta kali lebih terang dari matahari yang paling terang.  Bintang variabel biru bercahaya diketahui berfluktuasi secara dramatis dalam luminositasnya.

Ketika mereka redup, bintang-bintang tersebut menghasilkan tanda tangan spektrografi yang dapat diidentifikasi oleh para astronom. Namun, tidak ada tanda tangan seperti itu ditemukan dalam pengamatan VLT 2019.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini