Portal Berita Ekonomi Jum'at, 07 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,66% pada penutupan sesi II.
  • 13:24 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 45,01 USD/barel.
  • 13:24 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,25% terhadap Euro pada level 1,1847 USD/EUR.

IFRS 17 Bakal Ubah Wajah Sistem Data dan SDM Industri Asuransi

IFRS 17 Bakal Ubah Wajah Sistem Data dan SDM Industri Asuransi
WE Online, Jakarta -

Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) mengungkapkan bahwa standar akuntansi internasional baru di bawah International Financial Reporting Standard (IFRS) 17, yang berlaku mulai 1 Januari 2023, akan mentransformasi banyak aspek dalam industri asuransi.

Penerapan IFRS 17 akan mengharuskan perusahaan asuransi untuk memiliki pelaporan yang lebih sistematis, sistem data yang lebih canggih, dan yang terpenting, sumber daya manusia (SDM) yang mahir dalam bidangnya. Namun, kurangnya infrastruktur data serta SDM akuntansi dan aktuaria yang mumpuni di Indonesia menjadi tantangan yang perlu dijawab oleh para pelaku industri di negeri ini agar Indonesia siap menerapkan IFRS 17.

Baca Juga: Wapres Wanti-wanti Industri Asuransi Syariah Cegah Gagal Bayar

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari topik utama dalam sesi webinar yang diadakan oleh ICAEW, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan ASEAN Federation of Accountants (AFA).

"Kami mendukung adopsi dan keberhasilan penerapan standar akuntansi internasional sebagai salah satu tugas penting yang kami kerjakan di tingkat global guna membantu pelaku bisnis agar mereka bisa beroperasi secara efisien. Hal ini mendukung visi kami untuk perekonomian dunia yang kuat," ujar Mark Billington, ICAEW Regional Director, Greater China and South-East Asia, dalam sambutannya.

Menurutnya, IFRS 17 akan membawa transformasi dan modernisasi ke dalam industri asuransi di dunia, termasuk di Indonesia. Standar ini akan berdampak pada hampir semua bagian utama dalam operasi bisnis asuransi: mulai dari akuntansi, aktuaria, IT, data, perpajakan, supervisi, penjualan, hingga manajemen SDM. IFRS 17 mengharuskan agar semua data di suatu perusahaan atau organisasi dicatat secara sistematis.

"Keharusan ini akan meningkatkan kebutuhan akan infrastruktur teknologi serta tuntutan untuk sistem data yang lebih baik di dalam organisasi. Sistem yang saat ini digunakan oleh industri asuransi, seperti sistem aktuaria, keuangan, dan pelaporan, akan perlu diperbarui atau bahkan dibangun ulang. Hal ini akan memberikan tantangan yang signifikan bagi pelaku bisnis asuransi," tukasnya.

Selain itu, SDM juga merupakan faktor kunci yang akan memengaruhi penerapan IFRS 17. Namun, terbatasnya SDM dengan kemampuan akuntansi dan aktuaria yang mumpuni telah lama menjadi masalah serius di Indonesia. Perusahaan mungkin perlu mempertimbangkan jasa konsultan eksternal untuk mengisi celah kekosongan SDM selama persediaan akuntan terampil di negeri ini masih terbatas.

Namun, terlepas dari semua tantangan tersebut, IFRS 17 diperkirakan akan memberikan manfaat yang signifikan dalam jangka panjang. Standar baru ini akan mendorong transformasi dalam manajemen data sehingga perusahaan asuransi dapat memiliki informasi yang lebih detail, akurat, dan cepat, serta akan menggantikan proses-proses manual.

Sistem data yang lebih terintegrasi dan membutuhkan lebih sedikit data re-entry (pemasukan kembali data) akan mengurangi risiko yang dihadapi oleh perusahaan.

"Tidak dapat dimungkiri bahwa IFRS 17-yang akan diadopsi ke dalam PSAK 74-akan berdampak pada industri asuransi dalam jangka pendek. Pekerjaan rumah terbesar kita saat ini adalah untuk memiliki infrastruktur IT dan SDM yang cukup," kata Edward Tanujaya, Director of Member and Partnership Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Meskipun demikian, lanjutnya, dalam jangka panjang, IFRS 17 dapat membantu menciptakan pelaporan yang lebih efisien dan performa yang lebih baik. Perusahaan dan para akuntan profesional, terang Edward, harus berkolaborasi guna menciptakan kerja sama yang kuat untuk mendorong pengembangan kompetensi SDM serta pengetahuan dalam pelaporan keuangan, sesuai standar global.

Tag: Asuransi, Institute of Chartered Accountant in England and Wales (ICAEW)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Https://unsplash.com/s/photos/ballpoint

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5178.272 51.221 697
2 Agriculture 1177.625 22.493 23
3 Mining 1437.436 37.770 48
4 Basic Industry and Chemicals 757.746 8.624 80
5 Miscellanous Industry 931.181 25.631 52
6 Consumer Goods 1919.109 7.491 58
7 Cons., Property & Real Estate 291.734 2.476 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 907.067 2.843 78
9 Finance 1130.600 8.009 93
10 Trade & Service 627.775 12.067 173
No Code Prev Close Change %
1 TOYS 350 436 86 24.57
2 BBHI 122 146 24 19.67
3 MBTO 65 75 10 15.38
4 DOID 252 286 34 13.49
5 PSDN 100 113 13 13.00
6 SOCI 118 133 15 12.71
7 PSGO 105 118 13 12.38
8 INAF 2,850 3,190 340 11.93
9 KAEF 2,850 3,180 330 11.58
10 TRIS 192 214 22 11.46
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 61 55 -6 -9.84
2 DPNS 286 266 -20 -6.99
3 OASA 430 400 -30 -6.98
4 GSMF 115 107 -8 -6.96
5 TUGU 2,600 2,420 -180 -6.92
6 MAPB 1,375 1,280 -95 -6.91
7 APEX 160 149 -11 -6.88
8 ATIC 655 610 -45 -6.87
9 SOSS 380 354 -26 -6.84
10 CASA 354 330 -24 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,850 3,180 330 11.58
2 TOWR 1,160 1,150 -10 -0.86
3 ANTM 750 835 85 11.33
4 INAF 2,850 3,190 340 11.93
5 PAMG 74 78 4 5.41
6 MDKA 1,935 2,020 85 4.39
7 BBRI 3,080 3,110 30 0.97
8 PSAB 290 284 -6 -2.07
9 SMBR 545 520 -25 -4.59
10 BRPT 900 920 20 2.22