Portal Berita Ekonomi Rabu, 05 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:50 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 2,00% pada level 24.946.
  • 16:50 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,29% pada level 2.279.
  • 16:49 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 1,70% pada level 22.573.
  • 16:49 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,11% pada level 3.371.
  • 16:48 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,24% pada level 2.515.
  • 16:47 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,08% pada level 6.028.
  • 16:45 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yuan pada level 6,98 CNY/USD.
  • 16:45 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,03% terhadap Dollar AS pada level 14.625 IDR/USD.

Amerika Cabut Subsidi ke Huawei, Ternyata Ini Alasannya . . . .

Amerika Cabut Subsidi ke Huawei, Ternyata Ini Alasannya . . . .
WE Online, Bogor -

Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat (AS) mengumumkan pemboikotan terhadap vendor Huawei agar tak mendapat subsidi pembelian peralatan komunikasi pemerintah, Universal Service Fund (USF).

Sebagian besar argumen FCC berlandaskan pada penelitian dari perusahaan Finite State yang mengudara pada Juni 2019. Temuan dari mereka menyebut ada ratusan kerentanan pada perangkat Huawei, termasuk 'pintu belakang' yang berisiko menjadi pintu masuk bagi hacker.

"Finite State menemukan fakta, perangkat Huawei kurang aman daripada perangkat yang sebanding dari vendor lain. Mereka juga menyebut Huawei gagal mengatasi kerentanan tersebut berulang kali, walau sudah memperbaruinya," jelas FCC, dilansir dari IT Wire, Jumat (3/7/2020). Firma lain yang Finite State maksud adalah Juniper dan Arista.

Baca Juga: Soal Tekanan AS ke Huawei, China: Setop Salah Gunakan Kekuasaan!

Baca Juga: Dinilai 'Pilih Kasih' ke Sejumlah Driver, Grab Kena Denda Rp30 M

Finite State juga merujuk pada janji Huawei untuk menggelontorkan 2 miliar dolar AS guna meningkatkan keamanan produk-produknya.

"Terlepas dari janji itu, penelitian kami menemukan kurangnya substansial praktik pengembangan yang aman, melahirkan sejumlah besar kerentanan," jelas perusahaan itu.

Informasi itu berlainan dengan kesimpulan Finite State dalam laporan studi. Perusahaan itu menyatakan, Huawei berjanji menginvestasikan 2 miliar dolar demi mengembangkan solusi komprehensif untuk meningkatkan keamanan siber produknya.

"Dengan komitmen itu, masuk akal untuk berharap kalau risiko keamanan di produk Huawei menurun dari waktu ke waktu," tulis Finite State lagi.

Sementara itu, FCC menyimpulkan laporan itu sebagai landasan kecemasan Komisi terhadap budaya kerentanan di perangkat Huawei meskipun studi itu memiliki kecacatan.

FCC mengatakan, "bahkan jika laporan itu cacat dalam beberapa hal, Huawei tak dapat menyangkal, banyak organisasi independen yang menemukan kerentanan keamanan substansial yang serupa dalam produk Huawei."

The Wall Street Journal jadi pihak yang meluncurkan hasil studi Finite Stae untuk pertama kali. Saat itu, Finite State baru berusia dua tahun, tanpa kontak media terdaftar dan nomor telepon di situsnya. Penelitian itu pun tak tersedia secara daring pada saat itu.

Kemudian, ketika penelitian itu muncul, IT Wire mencoba mengonfirmasi sejumlah poin dengan Finite State. Hasilnya, perusahaan mencatat telah menganalisis 142 perangkat, termasuk routerswitch, unit UPS, dan sejenisnya milik Huawei.

Sejumlah masalah yang Finite State temukan, yakni: keberadaan nama pengguna dan kata sandi default, konfigurasi yang memungkinkan akses root untuk SSH, kunci resmi yang telah mengalami komputasi dengan hard-coded sehingga memungkinkan akses pemegang kunci pribadi, serta kunci SSH yang dikodekan.

Tag: Huawei Technologies Co Ltd, Amerika Serikat (AS)

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Foto/Ilustrasi/Sindonews/Ian

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.17 3,898.46
British Pound GBP 1.00 19,321.28 19,126.10
China Yuan CNY 1.00 2,115.72 2,094.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,525.45 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.85 1,886.86
Dolar Singapura SGD 1.00 10,732.81 10,625.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,383.39 17,204.57
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,504.27 3,465.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,918.67 13,778.87
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5075.002 68.779 696
2 Agriculture 1155.418 22.496 23
3 Mining 1359.215 19.561 48
4 Basic Industry and Chemicals 743.025 13.585 80
5 Miscellanous Industry 893.144 13.284 52
6 Consumer Goods 1876.832 32.083 57
7 Cons., Property & Real Estate 288.806 -0.604 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 884.325 13.148 78
9 Finance 1120.566 15.683 93
10 Trade & Service 611.007 2.478 173
No Code Prev Close Change %
1 SKBM 280 348 68 24.29
2 OASA 350 430 80 22.86
3 WIIM 298 358 60 20.13
4 DIGI 1,800 2,100 300 16.67
5 ATIC 610 700 90 14.75
6 YPAS 420 476 56 13.33
7 NOBU 680 770 90 13.24
8 POLU 850 950 100 11.76
9 BAYU 1,035 1,155 120 11.59
10 MCAS 2,040 2,250 210 10.29
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 66 60 -6 -9.09
2 ASRM 2,000 1,860 -140 -7.00
3 LUCK 286 266 -20 -6.99
4 WSBP 186 173 -13 -6.99
5 MEGA 7,900 7,350 -550 -6.96
6 ITIC 790 735 -55 -6.96
7 JAST 72 67 -5 -6.94
8 SRAJ 159 148 -11 -6.92
9 INTA 290 270 -20 -6.90
10 KBAG 348 324 -24 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 WIIM 298 358 60 20.13
2 ICBP 9,300 10,025 725 7.80
3 BBRI 2,990 3,080 90 3.01
4 TOWR 1,130 1,160 30 2.65
5 TLKM 2,920 2,950 30 1.03
6 MNCN 790 840 50 6.33
7 BRIS 515 535 20 3.88
8 BRPT 895 890 -5 -0.56
9 INDF 6,475 6,750 275 4.25
10 FREN 133 132 -1 -0.75