Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:11 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 42,72 USD/barel.
  • 16:10 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 45,45 USD/barel.
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,40% terhadap Euro pada level 1,1831 USD/EUR.
  • 16:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,38% terhadap Poundsterling pada level 1,3083 USD/GBP.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,05% pada level 25.230.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,21% pada level 2.437.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,78% pada level 23.249.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,04% pada level 3.320.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 1,24% pada level 2.594.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,07% pada level 6.213.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,10% terhadap Dollar AS pada level 14.775 IDR/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,13% terhadap Yen pada level 106,77 JPY/USD.
  • 16:02 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.935 USD/troy ounce.

Ciduk Bupati Kutai Timur, KPK Lumayan Lah!

Ciduk Bupati Kutai Timur, KPK Lumayan Lah!
WE Online, Jakarta -

KPK kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan alias OTT. Yang dicokok kali ini, Bupati Kutai Timur (Kutim), Ismunandar. Politisi Nasdem itu dicokok bersama istrinya yang juga Ketua DPRD Kutim, lantaran diduga memungut fee dari sejumlah proyek. Di tengah sepinya tangkapan, kali ini KPK, lumayan lah...

Ismunandar dan istrinya, Encek Unguria R, dicokok tim KPK di sebuah restoran di Mal FX, Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020) pukul 19.30 WIB. 

Baca Juga: Jokowi Eval Menteri, PDIP: Kalau Dapat Rapor Merah, Harus Legowo!

Ismunandar tengah berada di Jakarta untuk mengikuti kegiatan sosialisasi pencalonannya sebagai calon bupati periode 2021-2024. 

Selain pasutri itu, satgas komisi pimpinan Firli Bahuri cs yang dibagi dalam dua tim mengamankan 14 orang lainnya di Jakarta dan Kutim. Dari 16 orang, 7 orang ditetapkan jadi tersangka. Ketujuhnya adalah Ismunandar, Encek, Kadis PU Aswandini, Kepala Bapenda Musyaffa, Kepala BPKAD Suriansyah, serta dua kontraktor yakni Aditya Maharani dan Deky Aryanto. 

Penetapan tersangka diumumkan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di Gedung KPK, kemarin malam. Nawawi didampingi Deputi Penindakan Karyoto dan Plt Jubir Ali Fikri. 

Baca Juga: Ini Kronologi OTT KPK Bupati Kutim dan Istrinya

Para tersangka, minus Deky yang tengah dalam perjalanan ke Samarinda untuk menuju Jakarta, dipamerkan. Keenam tersangka dengan rompi oranye tahanan KPK dan tangan terborgol menghadap tembok, membelakangi Nawawi cs. Dua penyidik KPK berjaga di masing-masing sisi. Para tersangka ini saling berdesakan. 

Nawawi menjelaskan, Ismunandar dan kroninya, menerima sejumlah uang fee proyek dari Aditya dan Deky. Aditya adalah rekanan Dinas PU Kutim yang sudah menggarap 7 proyek bernilai mulai dari Rp 1,7 miliar sampai Rp 9,6 miliar. Sementara Deky, rekanan Dinas Pendidikan Kutim yang menggarap proyek senilai Rp 40 miliar.

"Bahwa pada tanggal 11 Juni 2020, diduga terjadi penerimaan hadiah atau janji yang diberikan dari AM sebesar Rp 550 juta dan dari DA sebesar Rp 2,1 miliar kepada ISM selaku Bupati Kutai," beber Nawawi.

Uang itu diberikan lewat Musyaffa, Suriansyah, dan Encek. Keesokan harinya, lanjut Nawawi, Musyaffa menyetorkan uang ke beberapa rekening bank atas namanya. Uang itu kemudian digunakan untuk pembayaran sejumlah keperluan Ismunandar. Di antaranya, pembelian mobil Suzuki Elf sebesar Rp 510 juta, pembelian tiket ke Jakarta Rp 33 juta, dan pembayaran hotel di Jakarta sebesar Rp 15,2 juta.   

Sebelumnya, para tersangka ini juga diduga menerima THR dari Aditya, masing-masing Rp 100 juta pada 19 Mei 2020.

Baca Juga: KPK Tetapkan Tersangka Bupati Kutim serta Istrinya, Ini Barbuknya

"Serta transfer ke rekening bank atas nama Aini sebesar Rp 125 juta untuk kepentingan kampanye ISM," tutur Nawawi. 

Ada pula uang Rp 200 juta yang ditransfer Deky untuk Encek melalui rekening saudaranya bernama Irwansyah. Diduga, masih ada penerimaan-penerimaan lain. Soalnya, tim KPK menemukan beberapa buku tabungan dengan total saldo Rp 4,8 miliar, dan sertifikat deposito sebesar Rp 1,2 miliar dalam OTT. Plus uang tunai Rp 170 juta. 

Para tersangka ini menerima uang dengan perannya masing-masing. Ismunandar menjamin anggaran dari rekanan tidak mengalami pemotongan anggaran. Sementara istrinya, Encek selaku Ketua DPRD juga melakukan intervensi dalam penunjukkan pemenang proyek. 

Musyaffa selaku orang kepercayaan Bupati juga melakukan intervensi dalam menentukan pekerjaan di Dinas Pendidikan dan PU Katim. Sur mengatur dan menerima uang dari setiap rekanan yang melakukan pencairan termin sebesar 10 persen. Sementara ASW mengatur pembagian jatah proyek bagi tekanan yang menjadi pemenang. Para tersangka ini langsung dijebloskan ke dalam rutan yang berbeda. 

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menilai, OTT yang dilakukan KPK kali ini cukup lumayan. "Ya, lumayan lah, mesti masih kelas Bupati. Setidaknya OTT masih ada, masih ada giginya," ujarnya. 

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Tag: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Operasi Tangkap Tangan (OTT), Korupsi

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Sufri Yuliardi

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,986.93 3,947.05
British Pound GBP 1.00 19,532.50 19,336.66
China Yuan CNY 1.00 2,155.16 2,132.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,951.39 14,802.62
Dolar Australia AUD 1.00 10,723.14 10,614.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,929.06 1,909.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,905.46 10,795.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,659.09 17,478.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,572.61 3,532.84
Yen Jepang JPY 100.00 14,008.61 13,867.92
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5239.250 5.798 698
2 Agriculture 1197.150 8.188 23
3 Mining 1397.826 2.228 48
4 Basic Industry and Chemicals 762.931 -1.567 80
5 Miscellanous Industry 953.200 -0.327 52
6 Consumer Goods 1931.632 16.356 58
7 Cons., Property & Real Estate 295.862 -0.799 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.469 5.192 78
9 Finance 1164.347 -1.003 93
10 Trade & Service 633.771 -3.745 174
No Code Prev Close Change %
1 MBAP 1,820 2,270 450 24.73
2 DVLA 2,450 3,040 590 24.08
3 KIOS 160 194 34 21.25
4 CNTX 218 250 32 14.68
5 ALTO 354 400 46 12.99
6 TRUS 284 320 36 12.68
7 PNLF 185 206 21 11.35
8 BIKA 179 199 20 11.17
9 TDPM 94 104 10 10.64
10 BMSR 53 58 5 9.43
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 144 134 -10 -6.94
2 MREI 5,200 4,840 -360 -6.92
3 BPTR 87 81 -6 -6.90
4 SGER 262 244 -18 -6.87
5 FOOD 131 122 -9 -6.87
6 BRAM 5,100 4,750 -350 -6.86
7 EMTK 5,475 5,100 -375 -6.85
8 MSKY 1,025 955 -70 -6.83
9 PAMG 74 69 -5 -6.76
10 BOLA 163 152 -11 -6.75
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,090 1,030 -60 -5.50
2 BBRI 3,350 3,330 -20 -0.60
3 FREN 128 120 -8 -6.25
4 BBNI 5,125 5,075 -50 -0.98
5 BMTR 264 248 -16 -6.06
6 PURA 129 134 5 3.88
7 TLKM 2,950 3,010 60 2.03
8 MDKA 1,810 1,770 -40 -2.21
9 EXCL 2,430 2,610 180 7.41
10 PNLF 185 206 21 11.35