Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Tarik Pasukan dari Jerman, AS 'Ciut' Lawan China-Rusia

Tarik Pasukan dari Jerman, AS 'Ciut' Lawan China-Rusia
WE Online, Jakarta -

Ribuan pasukan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces) akan segera dipindahkan dari Jerman ke sejumlah negara. Bukan cuma masalah dana keamanan yang tak dibayar Jerman, transfer masif prajurit Amerika tak lain adalah untuk mengantisipasi ancaman dua negara pesaing: China dan Rusia.

Seperti yang diketahui dari berita sebelumnya, Amerika akan memindahkan pasukan sejumlah pasukan dan gudang nuklir ke Polandia. Dalam data yang dikutip VIVA Militer dari Asia Nikkei Review, Presiden Amerika, Donald Trump, memutuskan untuk menarik pasukannya dari Jerman.

Baca Juga: China Gelar Latihan Militer di LCS, AS Komen: Merugikan Tetangga

Semula, pasukan Amerika di Jerman berjumlah 34.500 personel sebelum pada akhirnya dikurangi dan tersisa 25.000 perseonel. 9.500 tentara Amerika disebut akan ditempatkan di sejumlah negara Eropa lainnya, dikirim ke kawasan Indo-Pasifik, dikembalikan ke pangkalan militer, atau dipulangkan.

Tak cuma dari Jerman, Amerika juga akan segera menarik pasukannya dari Afghanistan dan Irak. Kawasan Indo-Pasifik diprediksi akan jadi wilayah yang paling jadi perhatian Amerika. Ribuan tentara akan dikirim ke wilayah ini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk perang melawan China.

Penasehat Keamanan Nasional Trump, Robert O'Brien, mengatakan bahwa pengerahan pasukan Amerika yang ditarik dari Jerman harus lebih cepat. Sebab, dalam pernyataan O'Brien yang ditulisnya di Wall Street Journal, geopolitik China dianggap sebagai lawan yang paling tangguh sejak Perang Dingin berakhir.

"Untuk menghadapi dua pesaing kekuatan terbesar (China dan Rusia), pasukan Amerika harus dikerahkan ke luar negeri dengan cara yang lebih maju daripada yang mereka lakukan dalam beberapa tahun terakhir," tulis O'Brien dikutip VIVA Militer dari Wall Street Journal.

"Di teater itu, Amerika dan sekutunya menghadapi tantangan geopolitik yang paling signifikan sejak akhir Perang Dingin,"  lanjut pernyataan O'Brien.

Amerika juga diharuskan untuk mengubah prioritasnya dalam masalah keamanan. Menempatkan banyak pasukan di Timur Tengah ternyata membuat pengawasan Amerika terhadap China lemah. Pada akhirnya, China berhasil membangun kekuatan yang dinilai mampu menandingi hegemoni Amerika.

Sejumlah analis pertahanan melihat ada tiga tren dalam operasi global militer Amerika. Yang pertama, adanya pergerseran geografis dari Eropa dan Timur Tengah ke Asia-Pasifik.

Yang kedua, pergeseran dari pertempuran darat ke konsep "Pertempuran Laut-Udara". Yang terakhir adalah sikap Trump yang cenderung bakal menekan biaya pengeluaran untuk pertahanan.

Tren kedua bisa terlihat dari kekuatan rudal balistik anti-kapal Dongfeng DF-21D dan Dongfeng DF26B. Dengan dua senjata ini, China diprediksi akan mampu menghancurkan armada perang Amerika di lautan.

Sementara di tren terakhir, Amerika yang tengah dipusingkan dengan biaya besar pengerahan pasukan ke sejumlah negara sudah mendesak negara setempat untuk membayar dana keamanan lebih besar. Amerika bahkan menaikkan dana keamanan kepada dua negara Asia: Jepang dan Korea Selatan.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Tag: Amerika Serikat (AS), China (Tiongkok), Rusia

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: (Foto/AP News)

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23