Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Sinergi BPPSDMP, Balai Karantina, dan Pemda Percepat Produksi

Sinergi BPPSDMP, Balai Karantina, dan Pemda Percepat Produksi
WE Online, Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada berbagai kesempatan mengungkapkan bahwa pertanian bisa lebih maju, mandiri, dan modern jika dikelola dengan baik dan dengan cara yang lebih dari biasa. Kostratani merupakan salah satu program aksi Kementerian Pertanian (Kementan) dengan pemanfaatan digital sistem dilakukan untuk memantau potensi pertanian di tingkat kecamatan.

Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian) merupakan program terobosan Mentan dengan tujuan untuk mengoptimalkan BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) dalam percepatan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan.

Baca Juga: Terkait Antivirus Eucalyptus, Kementan Hanya Melakukan Penelitian

"Perubahan ekosistem pertanian harus dibentuk dari sana sehingga korporasi-korporasi pertanian akan hadir di Kostratani," ungkap Mentan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/7/2020).

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa dalam kondisi apa pun, pertanian harus tetap meningkatkan produktivitas dan itu berarti meningkatkan produksi. Oleh karena itu, Mentan telah mengeluarkan SK (Surat Keputusan) pendampingan di setiap provinsi seluruh pelosok Tanah Air.

"Penanggung jawab Provinsi Banten adalah saya sendiri dan membawahi Penanggung Jawab Kabupaten dan Kota sehingga harus bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Kota, untuk meningkatkan produktivitas pertanian utamanya 11 bahan makanan pokok," kata Dedi Nursyamsi.

Berdasarkan hasil evaluasi, Luas Baku Sawah tahun 2018 hingga 2020 di Banten kurang lebih 204.000 ha. Dapat dilihat, laporan tahun 2020 mulai dari bulan April dan Mei jika dibandingkan bulan Januari Februari 2020 makin menurun. Apalagi, jika dibandingkan dengan tahun 2019 jauh menurun.

Meski begitu, ada peningkatan di bulan Juni 2019 (40.419 ha) dan Juni 2020 (104.229 ha) sehingga jika dijumlahkan antara April-Mei-Juni 2019 dengan April-Mei-Juni 2020 terjadi surplus sebesar 18.481 ha Luas Baku Sawah dan telah mencapai target yang dicanangkan Kementan. Untuk ke depannya, Juli-Agustus diharap dapat mencapai target Kementan.

Meskipun telah terjadi surplus jumlah Luas Baku Sawah di Banten, Luas Tambah Tanam harus ditingkatkan sehingga dapat mencapai target kembali ke depannya seperti yang sudah dicanangkan oleh Kementan.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta mengungkapkan, "Seperti yang disampaikan kepala Badan SDM, dapat dilihat bersama bahwa masih diperlukan kerja keras ke depan, khususnya untuk pendampingan kami di Kota Tanggerang dan Tangsel. Jika dilihat dari daftar yang telah disampaikan, luas bakunya cukup kecil sehingga perlu mencari stategi yang lebih jitu. Namun, alhamdulillah, Banten masuk 10 besar kontributor utama produksi beras nasional."

Di era digital sistem ini pengisian data laporan program dan kegiatan utama Kementan dapat dilakukan melalui aplikasi seperti yang telah disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian di suatu kesempatan, yaitu: 1) Aplikasi PDPS (Penguatan Data Pangan Strategis); 2) Aplikasi Laporan Utama Kementan; dan 3) WAG (Whatsapp Group).

Sebagai pelaku pertanian di Provinsi Banten, tentu saja ingin sekali bisa mengisi data di 13 indikator, tetapi masih ada kebingungan. Sebenarnya, pengisian tidak sulit. Namun, bagaimana dengan sumber datanya. Misal, untuk KUR dapat mengambil data dari dinas yang menangani pembiayaan pertanian dan berkoordinasi dengan Perbankan (BRI, BNI, Mandiri, dsb.).

Tag: Agribisnis, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Pertanian

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Aji Styawan

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23