Portal Berita Ekonomi Selasa, 04 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:06 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,68 USD/barel.
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 43,76 USD/barel.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,1768 USD/EUR.
  • 13:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,3072 USD/GBP.
  • 13:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yen pada level 106,06 JPY/USD.
  • 13:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.976 USD/troy ounce.
  • 11:33 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,13% pada akhir sesi I.

Markas Nuklir Diledakkan, Iran Siapkan Serangan Balasan ke Israel

Markas Nuklir Diledakkan, Iran Siapkan Serangan Balasan ke Israel
WE Online, Teheran -

Pemerintah Iran benar-benar geram dengan insiden penyerangan terhadap fasilitas nuklir Natanz yang terjadi Selasa dini hari pekan lalu. Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabei menyatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan atas insiden ledakan yang terjadi di situs nuklir Natanz.

Rabei menegaskan, pihaknya akan membuat perhitungan tegas jika hasil penyelidikan yang saat ini dilakukan oleh pihaknya itu membuktikan bahwa meledaknya situs nuklir Natansz disebabkan oleh serangan zionis Israel.

Baca Juga: Ledakan Situs Nuklir Iran, Intelijen Bongkar Sabotase Israel

"Kami akan merespon dengan tepat jika terungkap ada serangan terhadap situs nuklir Natanz," kata Ali Rabei dikutip dari Al-Masdar News, Kamis (9/7/2020).

Lebih jauh Rabei menambahkan, saat ini pihaknya telah menurunkan tim investigasi khusus untuk menyelidiki ledakan di situs nuklir Natanz dengan mengerahkan para ahli untuk mencari penyebab meledaknya situs nuklir tersebut. 

“Untungnya, tidak ada korban dalam kecelakaan ini. Pada dini hari, berita dirilis tentang kebocoran bahan radioaktif, tetapi kecelakaan itu tidak mengakibatkan kebocoran bahan radioaktif apa pun, dan itu tidak berpengaruh pada kegiatan yang terkait dengan pengayaan uranium di fasilitas nuklir di Natanz," ujarnya.

Bahkan, Rabei menegaskan, insiden ledakan situs nuklir Natanz itu tidak akan menghentikan para ilmuwan di negaranya untuk melanjutkan industri nuklir yang telah membuat khawatir Amerika Serikat (AS) dan sekutunya itu.

“Industri nuklir kami damai dan tidak dapat ditangguhkan berdasarkan keinginan musuh. Industri nuklir kami bergerak dengan kapasitas penuh. Rekan-rekan kami di Sekretariat Jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi telah mengumumkan bahwa penyebab insiden akan diumumkan pada waktunya," tambahnya.

Sebelumnya, sebuah pernyataan mengejutkan sempat terlontar dari seorang pejabat intelijen Timur Tengah terkait dengan ledakan yang terjadi di fasilitas nuklir Natanz, Iran. 

Menurut laporan The Times of Israel, intelijen Timur Tengah itu menyebut bahwa Israel ada di balik ledakan fasilitas nuklir Iran tersebut. Ia mengatakan, ledakan itu disebabkan oleh bom yang sangat kuat.

Pernyataan intelijen itu muncul saat Iran mengakui bahwa fasilitas nuklir yang meledak di Natanz rusak parah. Dalam sebuah gambar citra satelit, menunjukkan beberapa bagian bagunan yang hancur. 

Sejumlah analis menduga bahwa serangan bom itu bertujuan untuk menghancurkan laboratorium  yang ada di permukaan. Serangan dilancarkan ke laboratorium yang mempersiapkan sentrifugal canggih, sebelum dipasang di bawah tanah. 

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Tag: Iran, Senjata Nuklir, Kesepakatan Nuklir Iran, Israel

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Sindonews

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.17 3,898.46
British Pound GBP 1.00 19,321.28 19,126.10
China Yuan CNY 1.00 2,115.72 2,094.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,525.45 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.85 1,886.86
Dolar Singapura SGD 1.00 10,732.81 10,625.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,383.39 17,204.57
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,504.27 3,465.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,918.67 13,778.87
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5006.223 -143.404 696
2 Agriculture 1132.922 -23.402 23
3 Mining 1339.654 -30.521 48
4 Basic Industry and Chemicals 729.440 -22.638 80
5 Miscellanous Industry 879.860 -41.872 52
6 Consumer Goods 1844.749 -41.299 57
7 Cons., Property & Real Estate 289.410 -11.086 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 871.177 -32.885 78
9 Finance 1104.883 -30.046 93
10 Trade & Service 608.529 -14.465 173
No Code Prev Close Change %
1 RELI 280 350 70 25.00
2 UANG 354 442 88 24.86
3 MEGA 6,700 7,900 1,200 17.91
4 FIRE 124 139 15 12.10
5 AMFG 2,700 2,970 270 10.00
6 SBAT 158 173 15 9.49
7 MREI 4,100 4,480 380 9.27
8 KICI 250 268 18 7.20
9 DNAR 240 254 14 5.83
10 TPMA 344 364 20 5.81
No Code Prev Close Change %
1 FREN 143 133 -10 -6.99
2 SAME 86 80 -6 -6.98
3 ISSP 129 120 -9 -6.98
4 ADMG 115 107 -8 -6.96
5 KBAG 374 348 -26 -6.95
6 MBTO 72 67 -5 -6.94
7 IPCC 432 402 -30 -6.94
8 NIKL 865 805 -60 -6.94
9 KBLV 346 322 -24 -6.94
10 DIVA 2,020 1,880 -140 -6.93
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,160 2,990 -170 -5.38
2 TLKM 3,050 2,920 -130 -4.26
3 BBNI 4,600 4,440 -160 -3.48
4 BBCA 31,200 30,650 -550 -1.76
5 PTBA 2,030 1,975 -55 -2.71
6 TOWR 1,135 1,130 -5 -0.44
7 ASII 5,150 4,880 -270 -5.24
8 BRIS 540 515 -25 -4.63
9 MNCN 820 790 -30 -3.66
10 BMRI 5,800 5,500 -300 -5.17