Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Biaya Rapid Test dan PCR Mahal, Deddy Sitorus: BUMN Harus Sinergi

Biaya Rapid Test dan PCR Mahal, Deddy Sitorus: BUMN Harus Sinergi
WE Online, Jakarta -

Pemerintah dan BUMN diminta bersinergi untuk mencari terobosan dalam pengadaan Rapid Test dan PCR yang mudah diakses dan terjangkau harganya bagi masyarakat. Hal itu disampaikan, Deddy Yevri Sitorus, Anggota Komisi VI DPR RI melalui pernyataan tertulis kepada media, Kamis (9/7/2020).

Menurut Deddy, biaya pemeriksaan kesehatan terkait Covid-19 masih tergolong sangat mahal dan sangat memberatkan masyarakat.

Baca Juga: Resmi, Kemenkes Tetapkan Biaya Rapid Test Tertinggi Rp150 Ribu

“Saat pandemi dan kondisi ekonomi seperti saat ini, tambahan biaya pemeriksaan Rapid dan PCR Test sungguh sangat tidak masuk akal. Kita butuh ekonomi bergerak, tetapi malah harus mengeluarkan uang ekstra untuk pemeriksaan kesehatan, belum lagi bila mobilitas itu tidak terkait ekonomi seperti untuk sekolah, kuliah atau kebutuhan lainnya, ini sangat membebani rakyat,” ujar Deddy.

Deddy menilai belum ada sinergi dan kolaborasi yang efektif antara pemerintah melalui Kementrian Kesehatan, Lembaga Penelitian dan BUMN dalam mengoptimalkan dan melakukan akselerasi untuk menjamin ketersediaan Rapid Test dan PCR yang mudah diakses dan terjangkau harganya.

“Semua terkesan jalan sendiri-sendiri, tidak terlihat kolaborasi dan pembagian tugas yang efektif. Padahal, kita punya penduduk yang besar dan artinya kebutuhan besar sehingga biaya yang dikeluarkan untuk kedua test itu juga besar,” ungkap politikus PDI Perjuangan tersebut.

“Saya heran, kenapa sampai saat ini kita belum mampu memproduksi alat Rapit Test secara massal dalam jumlah besar dan menyediakan kebutuhan alat Test PCR untuk kebutuhan semua rumah sakit, atau setidaknya rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia,” kata legislator dari Kalimantan Utara tersebut.

“Kalau masalahnya ketidakmampuan teknologi, harusnya BUMN bisa ditugaskan menjalin kerja sama dengan pihak swasta dan asing untuk membangun industri terkait Covid ini. Masa sih tidak ada asing yang mau bekerja sama membangun pabrik di Indonesia untuk kebutuhan kita, kebutuhan kita besar,” ujar Deddy.

“Apakah prinsipal asing tidak mau investasi disini atau orang kita yang lebih suka impor untuk mendapatkan keuntungan secara maksimal? Bagi saya aneh saja kalau hingga saat ini untuk produksi masker, rapid test dan PCR kita masih terus bergantung impor yang menggerus cadangan devisa,” lanjutnya. 

Tag: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Rapid Test Corona, Polymerase Chain Reaction (PCR)

Penulis/Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23