Bantu Bisnis Adaptasi di Tengah Pandemi, Begini Taktik VMWare

Bantu Bisnis Adaptasi di Tengah Pandemi, Begini Taktik VMWare Kredit Foto: Tanayastri Dini Isna

Pandemi corona telah mendorong bisnis untuk beradaptasi di berbagai sektor, guna mempertahankan operasional dan menyesuaikan persediaan produk/jasa dengan permintaan konsumen.

Nah, solusi teknologi dan digitalisasi menjadi salah satu cara bagi perusahaan menghadapi krisis tersebut. Adaptasi solusi digital pun makin meluas, membuat perusahaan seperti VMWare, penyedia layanan komputasi awan dan perangkat keras virtualisasi, melihat celah untuk unjuk gigi.

Contohnya, ketika sejumlah negara Asia Tenggara menerapkan penguncian wilayah (lockdown). “Saat itu, kami diberi kesempatan membantu sektor bisnis dan pemerintahan agar operasional dan kontinuitas bisnis dan layanan mereka tetap berjalan baik selama lockdown,” jelas Vice President & Managing Director, Southeast Asia and Korea, VMWare, Sanjay Deshmukh dalam panggilan video virtual, Selasa (7/7/2020).

Baca Juga: Dihantui Corona, Dear UMKM, Ini Cara Agar Bisnis Tetap Bertahan

Baca Juga: Masih Dihantui Corona, Poyuono Khawatir Perusahaan Jadi Zombie

Di Singapura misalnya, VMWare mendukung Bank UOB dengan menyediakan ruang kerja digital berbasis Workspace ONE bagi ratusan tim teknologi dan informasi lembaga keuangan itu. Penanganan krisis itu menjadi tanggung jawab Tim Manajemen Krisis (CMT) yang mengambilk keputusan lokal, mengalokasikan sumber daya, hingga mengawasi respons.

Chief Operational Officer VMware, Sanjay Poonen berujar, “kami membangun tim manajemen krisis yang berjalan secara global guna membantu para klien dan mitra. Namun, kami juga mewajibkan sebagian dari tim bekerja dari rumah demi kesehatan dan keamanan yang menjadi nomor satu saat ini.”

Selain Workspace ONE, sejumlah solusi lain dari VMWare yang mampu mendukung kegiatan bekerja dari rumah di tengah pandemi, yakni: SaaS, UCaaS, VOIP, dan VDI dari Microsoft Office 365, Zoom, Vonage, Ring Central, Windstream, VMWare Horizon Cloud, dan sebagainya.

Secara keseluruhan, perusahaan penyedia solusi teknologi itu ingin menyokong agar para bisnis bisa tetap berjalan dan kuat mengatasi dinamika perubahan, lalu tumbuh kembali. Kuncinya, melalui tiga tahap, yang terdiri dari: tanggap merespons, beradaptasi, dan akselerasi.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini