Portal Berita Ekonomi Jum'at, 07 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:13 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 41,69 USD/barel.
  • 16:11 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 44,87 USD/barel.
  • 16:11 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,44% terhadap Euro pada level 1,1825 USD/EUR.
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,38% terhadap Poundsterling pada level 1,3093 USD/GBP.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,60% pada level 24.531.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,39% pada level 2.351.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,39% pada level 22.329.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,96% pada level 3.354.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,51% pada level 2.546.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,06% pada level 6.023.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yuan pada level 6,95 CNY/USD.
  • 16:06 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,27% terhadap Dollar AS pada level 14.625 IDR/USD.
  • 15:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,66% pada penutupan sesi II.
  • 13:24 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 2.061 USD/troy ounce.
  • 13:24 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 105,58 JPY/USD.

Berperan Bangkitkan Ekonomi, Anies Perlu Genjot Sektor Properti

Berperan Bangkitkan Ekonomi, Anies Perlu Genjot Sektor Properti
WE Online, Jakarta -

Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute, Wendy Haryanto, mengatakan bahwa sektor properti memiliki andil untuk membangkitkan perekonomian yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penting bagi Pemerintah DKI Jakarta untuk memulihkan perekonomian melalui sektor properti.

"Sektor properti menjadi salah satu solusi dengan pengaruh yang signifikan untuk membangkitkan perekonomian," kata Wendy, Kamis (9/7/2020).

Baca Juga: Utang Menggunung, Nasib Perusahaan Properti Ini di Ujung Tanduk

Tahun lalu, industri konstruksi dan real estate menyumbang untuk perekonomian Jakarta sebesar 17,61 persen. Industri konstruksi dan real estate tahun lalu menyumbang untuk Penanaman Modal Dalam Negeri DKI Jakarta sebesar 23,9 persen atau setara dengan Rp14,8 triliun. Adapun nilai Penanaman Modal Asing dari kedua industri itu sekitar 28,3 persen atau setara dengan Rp17,5 triliun. Pada 2018, sektor properti juga menyerap tenaga kerja di Jakarta sebanyak 425 ribu orang.

Hal tersebut disampaikan Wendy dalam webinar bertajuk "Industri Properti: Pemantik Kebangkitan Ekonomi". Webinar tersebut merupakan kerja sama Jakarta Property Institute dengan Center for Policy and Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB Kampus Jakarta.

Langkah pemulihan aktivitas perekonomian yang kondusif setelah diangkatnya PSBB, Wendy menjelaskan, bisa dimulai dengan pemberian fleksibilitas bagi developer yang siap membangun dalam setidaknya tiga tahun mendatang. Sebab, pandemi Covid-19 membuat developer yang sudah memiliki rencana pengembangan memilih untuk menghentikan kegiatannya.

Wendy melanjutkan, kebijakan dari Pemerintah DKI Jakarta salah satunya bisa berupa diskresi gubernur yang mengizinkan penambahan intensitas bangunan dari nilai yang tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi. Untuk pelaku usaha atau developer, penambahan intensitas bangunan berarti tambahan ruang usaha. Sementara bagi pemerintah, kebijakan tersebut akan menggerakkan perekonomian dan menghasilkan pajak bagi daerah.

Dari sisi perpajakan, Wendy mengapresiasi kebijakan Pemerintah DKI Jakarta yang memberi keringanan berupa diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Namun, menurut dia, diperlukan inovasi kebijakan yang mampu membuat efek perbaikan ekonomi dalam jangka yang lebih panjang. Sebab, krisis yang ditimbulkan pandemi pada perekonomian saat ini belum mencapai titik terendahnya.

Senada dengan Wendy, Adjunct Associate Professor SBM ITB Aries Firman mengatakan bahwa industri konstruksi dan properti memiliki peran penting dalam upaya peningkatan taraf hidup masyarakat. Penyebabnya, sektor properti memiliki keterkaitan dengan sektor lain seperti manufaktur dan jasa yang mencakup backward dan forward linkages.

Keterkaitan tersebut akan menimbulkan efek berganda pada perekonomian. "Akan ada multiplier effect yang menjadi akselerator sistem perekonomian daerah dan nasional," kata dia.

Aries mengatakan, pandemi saat ini mendorong industri konstruksi dan properti untuk mengkaji ulang semua proses yang membutuhkan perbaikan yang berkelanjutan dari faktor internal maupun pengaruh eksternal. Pelaku usaha harus menemukan solusi untuk berbagai kendala bagi perkembangan industri ini.

Senior Advisor bidang Strategy & Transactions di Ernst & Young, Bernardus Djonoputro, mengatakan bahwa disrupsi akibat pandemi Covid-19 membuat pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berfokus pada tiga hal berdasarkan survei Ernst & Young di 136 negara. Ketiganya adalah pengendalian darurat pandemi, persiapan penurunan ekonomi global, dan penyiapan stimulus.

"Industri properti dan konstruksi dan seluruh rantai pasoknya menjadi sektor penting dalam menggerakkan ekonomi pascapandemi," kata Bernardus.

Sebagai sektor penghela pertumbuhan ekonomi, Bernardus mengatakan bahwa pandemi Covid-19 mengubah pola bisnis properti dan konstruksi dunia. Pandemi pun mengubah pola hidup dan ekspektasi masyarakat. "Industri ini akan berubah pula sesuai perubahan tren di masyarakat," pungkas Bernardus.

Tag: Properti, Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Jakarta Property Institute (JPI)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Unsplash/Breno Assis

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5178.272 51.221 697
2 Agriculture 1177.625 22.493 23
3 Mining 1437.436 37.770 48
4 Basic Industry and Chemicals 757.746 8.624 80
5 Miscellanous Industry 931.181 25.631 52
6 Consumer Goods 1919.109 7.491 58
7 Cons., Property & Real Estate 291.734 2.476 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 907.067 2.843 78
9 Finance 1130.600 8.009 93
10 Trade & Service 627.775 12.067 173
No Code Prev Close Change %
1 TOYS 350 436 86 24.57
2 BBHI 122 146 24 19.67
3 MBTO 65 75 10 15.38
4 DOID 252 286 34 13.49
5 PSDN 100 113 13 13.00
6 SOCI 118 133 15 12.71
7 PSGO 105 118 13 12.38
8 INAF 2,850 3,190 340 11.93
9 KAEF 2,850 3,180 330 11.58
10 TRIS 192 214 22 11.46
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 61 55 -6 -9.84
2 DPNS 286 266 -20 -6.99
3 OASA 430 400 -30 -6.98
4 GSMF 115 107 -8 -6.96
5 TUGU 2,600 2,420 -180 -6.92
6 MAPB 1,375 1,280 -95 -6.91
7 APEX 160 149 -11 -6.88
8 ATIC 655 610 -45 -6.87
9 SOSS 380 354 -26 -6.84
10 CASA 354 330 -24 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,850 3,180 330 11.58
2 TOWR 1,160 1,150 -10 -0.86
3 ANTM 750 835 85 11.33
4 INAF 2,850 3,190 340 11.93
5 PAMG 74 78 4 5.41
6 MDKA 1,935 2,020 85 4.39
7 BBRI 3,080 3,110 30 0.97
8 PSAB 290 284 -6 -2.07
9 SMBR 545 520 -25 -4.59
10 BRPT 900 920 20 2.22