Portal Berita Ekonomi Rabu, 05 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,17% pada awal sesi I.

Gapki: Lebih dari 10% APBN Sumbangan dari Komoditas Minyak Sawit

Gapki: Lebih dari 10% APBN Sumbangan dari Komoditas Minyak Sawit
WE Online, Jakarta -

Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Tofan Mahdi, menjelaskan bahwa produk komoditas sawit di Indonesia merupakan produk luar biasa. Penyebabnya, ada sekitar 25 hingga 30 Juta masyarakat Indonesia yang bergantung hidupnya pada sektor industri kelapa sawit.

Tofan mengatakan, seharusnya bersyukur menjadi warga negara Indonesia karena menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia dan menjadi penyumbang devisa untuk Tanah Air.

Baca Juga: Gapki: BPDP KS Sangat Mendukung Kampanye Positif Sawit

"Sawit ini sudah hampir satu dekade menjadi komoditas penyumbang devisa ekspor terbesar, bahkan kontribusi tertinggi tahun 2017 sumbangan devisanya US$22.9 miliar atau sekitar Rp320 triliun. Jadi, lebih dari 10% APBN sumbangan dari komoditas minyak sawit," ujar Tofan.

Meskipun sedang dilanda wabah Covid-19, Tofan optimis sawit tetap memberikan devisa terbesar terhadap perekonomian nasional. Komoditas sawit juga kian bersaing dengan sektor lainnya seperti minyak dan gas, juga sektor pariwisata. Tofan menilai, sektor pariwisata pada saat ini sedang tidak bergairah sebab kunjungan wisatawan turun 90% diakibatkan dampak pandemi. Minyak dan gas harga crude oil juga sangat rendah.

"Mengenai itu, kami optimistis tahun 2020 sawit tetap akan menjadi penyumbang devisa ekspor terbesar," ujar Tofan pada diskusi virtual, Senin (13/7/2020).

Tofan menambahkan, komoditas sawit adalah masa depan cerah bagi ekonomi Indonesia. Jika Indonesia terus mengembangkan sektor kelapa sawit, itu adalah ancaman serius bagi negara maju terutama Eropa dan Amerika.

Amerika dan Eropa adalah produsen minyak nabati nonsawit. Dalam persaingan minyak nabati tersebut sejak tahun 2005, sawit menjadi pemegang market share atau pemegang pangsa pasar terbesar.

"Jadi, sawit ini sudah mengalahkan minyak nabati lain seperti bunga matahari yang dihasilkan negara Eropa; kedua soya yang dihasilkan negara-negara di benua Amerika. Dalam pasar minyak nabati tersebut, sudah bergeser dominasinya oleh minyak sawit," tambah Tofan.

Jika berbicara tentang perkebunan kelapa sawit di Indonesia, sebetulnya tidak hanya tentang perusahaan besar. Dari sekitar 14 juta hektare luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia, 43% dimiliki oleh masyarakat.

Sejak minyak sawit menjadi komoditas nomor satu dalam pasar minyak nabati dunia, sejak itu pula kampanye negatif terus muncul. Jadi, kalau bangsa Indonesia ingin mencapai kemandirian di bidang ekonomi atau energi, pilihannya adalah erus mengembangkan sektor industri kelapa sawit.

"Kalau kita bicara tentang kampanye negatif sawit yang menimpa industri sawit, itu sudah terjadi sejak lebih dari 1 dekade lalu. Kenapa kampanye negatif itu jadi sangat masif dan kemudian terus terjadi sampai sekarang? Jawabannya satu, komoditas kelapa sawit ini menjadi komoditas strategis nasional," pungkas Tofan.

Tag: Agribisnis, Sawit, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki)

Penulis: Mochamad Rizky Fauzan

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.17 3,898.46
British Pound GBP 1.00 19,321.28 19,126.10
China Yuan CNY 1.00 2,115.72 2,094.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,525.45 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.85 1,886.86
Dolar Singapura SGD 1.00 10,732.81 10,625.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,383.39 17,204.57
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,504.27 3,465.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,918.67 13,778.87
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5075.002 68.779 696
2 Agriculture 1155.418 22.496 23
3 Mining 1359.215 19.561 48
4 Basic Industry and Chemicals 743.025 13.585 80
5 Miscellanous Industry 893.144 13.284 52
6 Consumer Goods 1876.832 32.083 57
7 Cons., Property & Real Estate 288.806 -0.604 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 884.325 13.148 78
9 Finance 1120.566 15.683 93
10 Trade & Service 611.007 2.478 173
No Code Prev Close Change %
1 SKBM 280 348 68 24.29
2 OASA 350 430 80 22.86
3 WIIM 298 358 60 20.13
4 DIGI 1,800 2,100 300 16.67
5 ATIC 610 700 90 14.75
6 YPAS 420 476 56 13.33
7 NOBU 680 770 90 13.24
8 POLU 850 950 100 11.76
9 BAYU 1,035 1,155 120 11.59
10 MCAS 2,040 2,250 210 10.29
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 66 60 -6 -9.09
2 ASRM 2,000 1,860 -140 -7.00
3 LUCK 286 266 -20 -6.99
4 WSBP 186 173 -13 -6.99
5 MEGA 7,900 7,350 -550 -6.96
6 ITIC 790 735 -55 -6.96
7 JAST 72 67 -5 -6.94
8 SRAJ 159 148 -11 -6.92
9 INTA 290 270 -20 -6.90
10 KBAG 348 324 -24 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 WIIM 298 358 60 20.13
2 ICBP 9,300 10,025 725 7.80
3 BBRI 2,990 3,080 90 3.01
4 TOWR 1,130 1,160 30 2.65
5 TLKM 2,920 2,950 30 1.03
6 MNCN 790 840 50 6.33
7 BRIS 515 535 20 3.88
8 BRPT 895 890 -5 -0.56
9 INDF 6,475 6,750 275 4.25
10 FREN 133 132 -1 -0.75