Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:00 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,11% pada penutupan sesi II.
  • 13:03 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 42,54 USD/barel.
  • 13:03 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 45,28 USD/barel.
  • 13:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Euro pada level 1,1813 USD/EUR.
  • 13:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,31% terhadap Poundsterling pada level 1,3074 USD/GBP.
  • 13:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,22% terhadap Yen pada level 106,67 JPY/USD.
  • 13:01 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.928 USD/troy ounce.

Keran Ekspor Lobster Dibuka, Karding Minta Kuota Tangkap Diawasi

Keran Ekspor Lobster Dibuka, Karding Minta Kuota Tangkap Diawasi
WE Online, Jakarta -

Pemerintah membuka kembali keran ekspor benih lobster. Langkah ini diiringi dengan keluarnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan yang ditandatangani Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada 4 Mei 2020.

Anggota Komisi I DPR Abdul Kadir Karding meminta pelaksanaan ekspor benih lobster harus dibarengi pengawasan dan pengendalian kuota tangkap. Pemerintah juga harus mendorong agar harga benih di tingkat nelayan dapat dijangkau oleh pembudidaya. Menurut Karding, budidaya lobster merupakan solusi untuk memutus rantai ekspor ilegal. Karena itu, budidaya lobster mutlak untuk didorong sehingga aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bisa dicapai. Disisi lain, kelestarian stok tetap terjaga.

Baca Juga: Jangan Ribut-ribut Daftar Pemred, Isu Benih Lobster Malah Ilang

”Kita ini dalam hal teknologi budidaya sangat jauh tertinggal dengan Vietnam. Padahal daya saing komparatif kita lebih tinggi. Ini saya kira PR (pekerjaan rumah) kita. Pasca-Permen KP ini, saya harap maksimal tiga tahun budidaya dalam negeri bisa improve (meningkat). Kita harus berkaca dari Vietnam untuk ini,” kata Karding yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Keluarga Alumni Perikanan Undip (Kerapu) dalam webinar bertajuk Pengembangan Budidaya Lobster, Selasa (14/7/2020).

Karding mengatakan, Permen KP tersebut harus betul- betul berpihak pada masyarakat pesisir dan kepentingan nasional. Karding juga menekankan pentingnya memahami prinsip sustainability secara utuh. Pihaknya mengimbau agar semua pihak mengedepankan kepentingan nasional yang lebih besar yakni bagaimana memanfaatkan ekonomi sumber daya lobster, sekaligus menjamin kelestariannya. Ia juga meminta Pemerintah untuk mendorong perekonomian yang bersifat inklusif.

"Kami dari Alumni Perikanan Undip jelas, sikap kami selalu mengedepankan upaya solutif. Tidak mau terjebak pada kepentingan apapun. Kami ingin Indonesia ini bisa maju dalam memanfaatkan potensi yang ada dan itu bisa dilakukan dengan mendorong industri budidaya lobster nasional," tegas Karding.

Hal lain yang perlu dijadikan fokus perhatian adalah bagaimana mengatur zonasi baik zona untuk pengaturan budidaya maupun zona tangkap. Hal ini penting untuk menjamin pemanfaatan benih lebih terukur.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto yang juga menjadi narasumber dalam webinar tersebut, menyampaikan KKP akan terus berupaya mendorong industri budidaya lobster nasional. Menanggapi berbagai pro kontra terkait implementasi Permen KP Nomor 12/2020, Slamet mengaku semua sudah sesuai ketentuan. Karena itu, semua pihak agar mulai sama-sama berperan memajukan industri budidaya lobster dalam negeri.

”KKP jelas untuk terus fokus pada pengembangan budidaya. Dalam 2-3 tahun ini, usaha budidaya lobster di dalam negeri harus mulai berkembang. Kita sudah siapkan strategi dan peta jalan untuk pengembangannya. Intinya, kepentingan masyarakat pesisir adalah nomor satu. Kita ingin melalui budidaya ini ada multiplier effect bagi ekonomi masyarakat,” papar Slamet.

Tag: Lobster, Abdul Kadir Karding

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,986.93 3,947.05
British Pound GBP 1.00 19,532.50 19,336.66
China Yuan CNY 1.00 2,155.16 2,132.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,951.39 14,802.62
Dolar Australia AUD 1.00 10,723.14 10,614.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,929.06 1,909.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,905.46 10,795.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,659.09 17,478.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,572.61 3,532.84
Yen Jepang JPY 100.00 14,008.61 13,867.92
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5233.452 43.286 698
2 Agriculture 1188.962 -10.769 23
3 Mining 1395.598 -30.035 48
4 Basic Industry and Chemicals 764.498 -0.452 80
5 Miscellanous Industry 953.527 21.512 52
6 Consumer Goods 1915.276 -1.055 58
7 Cons., Property & Real Estate 296.661 1.011 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 884.277 2.523 78
9 Finance 1165.350 25.274 93
10 Trade & Service 637.516 2.101 174
No Code Prev Close Change %
1 SGER 195 262 67 34.36
2 BMTR 212 264 52 24.53
3 BBLD 382 450 68 17.80
4 MREI 4,500 5,200 700 15.56
5 RUIS 196 224 28 14.29
6 AGRO 242 274 32 13.22
7 PRAS 122 138 16 13.11
8 GOLD 181 204 23 12.71
9 DIVA 1,960 2,200 240 12.24
10 POLI 1,080 1,210 130 12.04
No Code Prev Close Change %
1 KBAG 262 244 -18 -6.87
2 PGLI 204 190 -14 -6.86
3 RMBA 264 246 -18 -6.82
4 MSKY 1,100 1,025 -75 -6.82
5 RONY 103 96 -7 -6.80
6 MDLN 59 55 -4 -6.78
7 UNSP 59 55 -4 -6.78
8 WOMF 266 248 -18 -6.77
9 LRNA 178 166 -12 -6.74
10 SSTM 595 555 -40 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,190 3,350 160 5.02
2 BRIS 570 590 20 3.51
3 BBNI 4,780 5,125 345 7.22
4 MNCN 880 955 75 8.52
5 TOWR 1,070 1,090 20 1.87
6 MDKA 1,915 1,810 -105 -5.48
7 AGRO 242 274 32 13.22
8 KPIG 109 109 0 0.00
9 PURA 129 129 0 0.00
10 TLKM 2,930 2,950 20 0.68