Portal Berita Ekonomi Minggu, 09 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Wow! Perusahaan Perkapalan Ini Yakin Untung Naik 3 Kali Lipat

Wow! Perusahaan Perkapalan Ini Yakin Untung Naik 3 Kali Lipat
WE Online, Jakarta -

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) melanjutkan strategi yang berimbang dengan menggabungkan pendapatan usaha dari kontrak time-charter yang stabil dengan margin laba yang tinggi dari kerjasama dengan pool operator, didukung oleh tarif sewa internasional yang tinggi pada kuartal kedua tahun 2020.

Direktur Utama PT Buana Lintas Lautan Tbk Kevin Wong mengatakan bahwa hal tersebut mengakibatkan kinerja perusahaan meningkat signifikan dibandingkan kuartal pertama 2020, dan menghasilkan EBITDA dan Laba Bersih yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal yang sama di 2019, dan mencapai titik tertinggi baru.

“Dengan demikian, EBITDA pada tahun 2020 diperkirakan akan melebihi 2,5x dari tahun 2019 dan juga laba bersih akan meningkat 3,5x lebih tinggi dari tahun 2019. Dengan kinerja cemerlang yang diperkirakan, nilai pasar kami saat ini masih belum sepenuhnya mencerminkan kinerja kami karena PER kami tetap serendah 3,0 - 3,5x dan EV/EBITDA serendah 3,5x - 4,0x,” katanya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Baca Juga: Punya Kapal Baru, Kapasitas Pengangkutan BULL Makin Besar

Lebih lanjut Kevin menuturkan bahwa hasil yang lebih baik ini disebabkan oleh pertumbuhan armada yang berkelanjutan pada kuartal kedua tahun 2020 di mana BULL menerima 3 kapal besar tambahan, yang mengembangkan armada menjadi 33 kapal dengan total kapasitas sebesar 2,3 juta DWT. Faktor lain yang meningkatkan kinerja BULL adalah dampak positif dari pandemi COVID-19.

Pandemi COVID-19 telah menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam permintaan tambahan untuk kapal tanker minyak untuk tempat penyimpanan minyak terapung dan sempat mencapai titik tertinggi dimana lebih dari 400 kapal tanker digunakan untuk penyimpanan minyak terapung pada puncaknya, yang merupakan sekitar 10% dari armada tanker global. Ini lebih dari mengimbangi penurunan konsumsi dan produksi minyak karena penutupan ekonomi dunia dan lockdown.

“Dinamika ini tercermin dalam tingkat TCE yang melonjak di kuartal kedua 2020 dari tarif sewa rata-rata yang sudah cukup tinggi pada kuartal pertama tahun 2020. TCE rata-rata untuk kapal tanker Long Range 2 (LR2) (kapal tanker ukuran sekitar 110,0000 DWT) meningkat sebesar 74,8% sedangkan TCE rata-rata untuk kapal tanker Handy (kapal tanker ukuran sekitar 30,000 - 40,000 DWT) turun menjadi 11,6% , sejalan dengan tren sebagian besar permintaan penyimpanan minyak terapung terkonsentrasi di segmen kapal tanker yang lebih besar,” terangnya.

Namun, dampak COVID-19 lebih luas daripada hanya pada konsumsi dan produksi minyak. Karena sebagian besar ekonomi dunia memasuki masa lockdown dan pelabuhan-pelabuhan tidak beroperasi, termasuk semua negara pembangun kapal dan reparasi kapal terbesar, seperti China, Korea, Jepang, Singapura, yang menyebabkan penundaan pengiriman kapal baru yang sedang dibangun serta docking pemeliharaan yang diharuskan berdasarkan peraturan.

Hal ini mengakibatkan antrian besar kapal yang harus melaksanakan docking pemeliharaan dan berhenti kerja sampai lebih dari 30 hari dalam beberapa bulan ke depan, setara dengan 5% dari armada tanker global. Bahkan selama Juni saja jumlah kapal yang sedang melaksanakan docking pemeliharaan 84% lebih banyak daripada di bulan Mei 2020. Sebanyak enam VLCC sedang melaksanakan docking pemeliharaan selama Juni dibandingkan dengan hanya satu pada bulan Mei.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, ICP Ikut Terkerek

Lockdown COVID-19 juga menutup semua galangan scrap kapal, sehingga banyak kapal yang terpaksa tetap dioperasikan, padahal seharusnya dibesi-tuakan. Ketika galangan scrap kapal di Asia Selatan mulai dibuka, ini akan memungkinkan sebanyak 3,1 juta DWT kapal yang sudah tua dan tidak efisien dikeluarkan dari armada kapal tanker yang beroperasi dan dibesi-tuakan menurut perkiraan Braemar ACM.

Pemulihan permintaan minyak China yang cepat yang telah mengakibatkan permintaan minyak melonjak menjadi 13 juta barel per hari pada kuartal kedua dan diperkirakan akan lebih tinggi lagi YoY mulai kuartal ketiga 2020 dan seterusnya dibandingkan dengan 2019, menurut Wood Mackenzie, telah menyebabkan kepadatan pelabuhan yang parah dengan jumlah kapal yang menunggu untuk membongkar muatan mereka meningkat dari kurang dari 10 kapal pada bulan April menjadi lebih dari 70 kapal pada bulan Juni. Situasi ini diperkirakan akan berlangsung selama dua hingga tiga bulan karena impor China yang tetap kuat.

Ketika ekonomi negara lain dibuka kembali dan bergabung dengan China dalam mengimpor lebih banyak minyak, permintaan minyak diperkirakan akan melonjak dan kepadatan pelabuhan di seluruh dunia akan meningkat. Permintaan bahan bakar India yang telah turun 60% diperkirakan akan kembali ke tingkat pra-pandemi pada bulan September 2020, menurut Menteri Perminyakan India. Bahkan di Amerika Serikat pun permintaan BBM telah pulih dengan pesat dan telah kembali ke tingkat pra-coronavirus pada bulan Juli 2020. Kepadatan pelabuhan akan mengurangi ketersediaan tanker.

“Yang lebih penting lagi, para produsen minyak dunia akan meningkatkan produksi mereka secara substansial di bulan Agustus. IEA memperkirakan produksi dari OPEC+ akan naik 2 juta barel per hari pada Agustus 2020 dan 2,7 juta barel per hari mulai Q3 2020 hingga Q4 2020. Produsen shale oil Amerika Serikat juga diperkirakan akan meningkatkan produksi mereka sebesar 1,5 juta barel per hari sejak Agustus. Bersama dengan pulihnya produksi minyak Libya yang menambahkan total 0,9 juta barel minyak per hari tambahan, dalam waktu dekat akan ada tambahan 4,4 - 5,1 juta barel minyak per hari dari produksi baru yang akan meningkatkan permintaan atas kapal tanker secara signifikan,” ucapnya.

Mengingat besarnya pemulihan permintaan untuk kapal tanker dari peningkatan produksi minyak dan kendala ketersediaan kapal tanker karena kepadatan pelabuhan yang parah sebagai akibat dari pemulihan permintaan minyak yang cepat, kembalinya scrap kapal dan banyaknya kapal tanker yang akan berhenti operasi sementara untuk menjalankan kewajiban docking pemeliharaan, tarif kapal tanker internasional diperkirakan akan tetap tinggi hingga akhir tahun 2020 dan berlanjut hingga tahun 2021.

Tag: PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), Kapal, Minyak

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Ist

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23